Malam ini ngebosenin banget rasanya... ya karena aku juga lagi malas belajar, hehe... But, ini bukan karena belum UAS semester genap tapi lebih dari itu..ckckck. tapi sudahlah, kalo memang bosen mw dibawa happy pun gk ngaruh juga..
Cerita tentang
KKN..?? gk hal baru lagi untuk seorang Mahasiswa, apalagi mahasiswa semester 6
kayak aku, udah didepan mata coy. KKN dengan kepanjangannya Kuliah Kerja Nyata
adalah salah satu mata kuliah wajib dengan nilai bobot 4 sks, gila beneer lah.
Sehingga dengan otomatis kalo gk diambil gak bisa dinyatakan lulus. Tapi tetap
saja sebagian dari mahasiswa menolaknya dengan berbagai alasan ini itu lah.
Alasan kalo gk ada gunanya, gak ada kaitannya dengan jurusan yang dia ambil,
ngabisin uang ja dan bla bla lainnya. Tapi aku penasaran banget apa sich tolak
ukur mereka sehingga punya alasan-alasan konyol seperti itu? Ngerasa paling
bener gitu? Atau ngerasa kalo KKN ke pelosok-pelosok negeri tu bahaya banget?
Entahlah, biarkan hati ini yang bicara nantinya. The Important thing, KKN
adalah salah satu mata kuliah wajib 4 sks dan mau gak mau harus diambil.
Tahun ini KKN akan dilaksanakan
bulan juli-agustus 2014. Mukee gile, bulan puasa bah...!! kali denger-denger
cerita senior yang alumni KKN, mereka ada yang hidup tanpa lampu dan air
bersih, kadang tinggal di rumah yang tak berpenghuni sampai kamar mandi pun tak
punya. Alamak nasibnya lagi... tapi aku tetap berpikiran positif ajalah ya,
jangan sampai keadaan kayak gitu kena ke gue. Jangaan sampeee... !!
But
before that, cerita-cerita tentang KKN aku sebenarnya udah pernah ngerasain
kisah yang hampir sama di waktu masih bersekolah di MST Parabek dulu tepatnya
di bulan maret tahun 2010 lalu. Namanya adalah Khidmatul Ummah (KU) yang
artinya adalah Pengabdian Masyarakat. Ini adalah salah satu program unggulan di
sekolahku. KU ini dilaksanakan oleh seluruh santriwan/santriwati kelas 2 aliyah
MST Parabek. KU yang kami laksanakan bertempat di daerah dharmasraya. Daerah
yang cukup panas dengan tanaman sawit di hutan-hutannya. Daerah ini adalah
kampung halaman teman sekelasku, Farid. Kami melaksanakan program ini selama 10
hari. Bentar aja kan..?? tapi kami yang saat itu masih bermanja-manja dengan
orang tua udah ngerasa 10 hari adalah hari-hari yang sangat lama. Lamaaaa
bangeeet...
![]() |
| Hari Keberangkatan Peserta Khidmatul Ummah |
Hari
keberangkatan KU kami adalah hari Ahad (klo gk slah yaaa) dan dibuka dulu
dengan pidato panjang kepala sekolah aliyah. Kami para santriwan/wati ngerasa
sediiih banget sampai-sampai ada yang meneteskan air mata. Alamaaak lebay
bangeeet ya kalo dipikir-pikir. Sebelum naik bus, kami satu persatu berpelukan
dengan adik-adik kelas. And again, menangissszzz, didepan kelas mereka terlihat
wajah kehilangan, wajah- wajah tanpa harapan, wajah-wajah kesedihan yang
mendalam. Tapiiii, ne tapi yaaa, ternyata diantara mereka ada yang bersorak
gembira, tertawa bahagia. Bahaaagiaa banget gitu... ya setidaknya tidak ada
yang memberi hukuman di asrama karena kami santriwan/wati adalah Pengurus Inti
Ikatan Pelajar Asrama. Tidak ada yang berteriak untuk cepat ke mesjid setiap
shubuh, magrib dan Isya. Tidak ada yang sok-sok menjadi Pemimpin mendampingi
Ustadz-ustadzah pembina Asrama dan setidaknya peraturan asrama bisa dilanggar
sedikit demi sedikit. Aah, emang lah ya, penuh ambisi sayang seribu sayang aku
tak mengetahui pasti apa yang ada dalam pikiran mereka.
Keberangkatan
kami ditemani oleh 5 orang ustadz. Alhamdulillah masih ada yang mendampingi,
hehe... dengan 44 orang santriwan/wati jurusan agama dan jurusan IPA. Semuanya tergabung
ke dalam 10 kelompok di beberapa desa. Upsz yang ini gk akurat lagi ya abiz
kelupaan berapa orangnya. Aku adalah kelompok satu dengan anggota 7 orang. Satu
temanku menjadi ketua Khidmatul Ummah angkatan kami sehingga Posko KU pun di
desa kami. Seruu abizzz kan ? ternyata tidak juga kawan, aku dengan dua orang
teman perempuan tinggal terpisah dengan 4 orang laki-laki yang tinggal di
posko. Kami tinggal di rumah kakak kepala desa disana. Dan kau tahu fasilitas
yang kami dapatkan? Kamar tidur yang bersih plus kipas angin, dapur tersendiri,
ruang makan yang khusus dan kamar mandi yang juga bersih. Dibandingkan beberapa
kelompok yang lain, yang mereka mendapatkan ruangan bekas gudang tanpa kasur
kalo mereka nyebutnya sich Hotel, biar hati senang, ada juga yang harus satu rumah
dengan yang laki-laki. Yang kupahami saat itu adalah teman-temanku adalah orang
paling sabar sedunia dengan kondisi tempat tinggal yang jauh berbeda dengan
kami.
KU
yang kami jalani hanyalah sebagian kecil dari Perjalanan KKN ala mahasiswa.
Just for 10 days gus,apa yang didapat dari waktu yang singkat itu? Tapi jangan
salah yaa, aku mendapatkan harta itu, sebuah Persahabatan yang tak ternilai
oleh puluhan batang emas. Aku tahu ini mungkin sangat berlebihan tapi kau tahu
kawan, KU ini yang membuat ku sadar bahwa kita hidup tidak sendirian. Bahwa
kita harus menyadari kalau ternyata ada orang lain yang juga punya sifat yang
berbeda dengan kita. Aku yang saat itu suka merajuk telah paham bahwa sifat
yang kupunya tak berarti apa-apa untuk lika-liku perjalanan panjangku. Aku tahu
dengan sifat suka pemarah yang dimiliki teman sekelompokku takkan bisa mengubah
kehidupan ini. Sifat suka cuek dan tidak peduli juga tak bisa menjadikan
perjalanan ini menjadi lancar. Ah teman-teman sekelompokku yang penuh warna. I
miss You All...
Saat
pertama aku disana, aku merajuk, asli benar-benar merajuk. Haha, sifat
kekanak-kanakan sekali hingga akhirnya temanku yang merasa bersalah mentraktir
bakso supaya aku tak lagi marah. Hal sepele memang, hanya karena dia merasa
bosan dengan lauk yang itu-itu saja. Dan kebetulan sekali, itu adalah giliranku
untuk masak, ya aku langsung saja marah-marah dan bilang,” ya udah gk usah
makan, gampang kaan...” dia benar-benar merasa bersalah. Dan yang paling
konyolnya lagi, aku memaafkannya saat aku tahu dia mentraktir kami bakso. Haha,
gampang sekali perasaanku berubah. Dengan ustadz pembimbing yang juga sibuk
mengurusi kelompok tetangga, kami benar-benar merasakan hidup bermasyarakat.
![]() |
| Berfoto dengan Kepala Sekolah SMP |
Disana kami ikut membantu guru-guru SD mengajarkan pelajaran di beberapa kelas,
sedangkan aku dan satu temanku kebagian mengajar di SMP disana. Bahagiaa..?? ya
tentu saja, setidaknya kami berdua bisa mengetahui SMP disana juga. Seruu deh..
kami diamanahkan untuk mengajarkan biologi. Mata pelajaran yang sesuai dengan
jurusan yang kuambil. Serruu abizz deh dengan murid-murid yang gk kalah lucu.
Kami berdua ngerasa sudah menjadi guru disana. Selain itu, kami juga diikutkan
dalam rapat majelis guru juga, hanya saja ustadz pembimbingku menyuruhku untuk
berkumpul di SD. Yaah tak apalah, setidaknya aku bertemu dengan kelompok yang
lain.
Beberapa
hari disana, seluruh kelompok disuruh berkumpul di posko untuk sharing-sharing
dan berjumpa dengan pimpinan sekolah yang berkunjung ke dharmasraya. Rindduuu
sekali rasanya dengan guru-guru Parabek. Kami bertiga awalnya tidak tahu sama
sekali tentang hal ini karena yaa memang gk dikasih tahu. Jadinya yaa kami
bersantai saja dirumah. Salah satu ustadz pembimbing KU mengatakan pada seluruh
teman-teman selain kelompokku,
”
kalian tahu kan, diantara 44 orang ada yang mau dipulangkan ke Parabek karena
ulahnya sendiri..”
“siapa
ustadz..??” mereka memeriksa satu persatu teman sekelompok mereka.
Ustadz
pembimbing tersebut hanya tersenyum penuh ambisi. Beliau sengaja betul membuat
isu karena pimpinan Ponpes datang dengan mobil dinas MST.
“
yaa ustadz gk tahu, tapi yang jelas sudah ada laporannya ke sekolah. Dia
membangkang dengan ustadz pembimbingnya. Malam ini dia dipulangkan bersama
dengan pimpinan sekolah” kata beliau dengan senyum simpulnya. Teman-temanku
semakin cemas. Yaa hanya kami bertiga yang belum datang ke posko. Dan secara
otomatis kami dianggap sebagai orangnya. Tapi, saat itu kami sedang menunggu
jemputan teman untuk berangkat ke posko karena mobil angkutan tidak ada lagi
dan juga sudah terlalu sore. Kami bertiga tidak berani lewat jalan yang kiri
kanannya hutan. Menakutkan, terlalu menakutkan bagi kami yang pendatang baru.
Sebenarnya kepala desa sudah menawarkan diri untuk mengantarkan kami, tapi
tidak tahu kenapa aku merasa ragu dan memilih untuk menunggu teman saja.
“
siaapaaa ustadzz...??” teman-temanku terus saja menanyakannya.
“
yaaa, coba tanya ke pimpinan pondok saja, beliau tahu tu..” teman-temanku masih
saja merengek supaya rahasia ini bisa bocor. And finally,
“
mungkin saja Ayu atau Intan. Toh dari tadi kita gak melihat mereka kan...”
spontan ustadz itu menjawab setelah didesak-desak temanku.
“ gak, gak
mungkin ustadz. Intan dan ayu kan baik-baik aja disini. Gak mungkinlah
ustadz...”
“ ya sudah kalo
gk percaya sama ustadz tapi yang jelas mereka gak ada kan sekarang. Jaadi yaa
bisa aja mereka dipulangkan sembari pimpinan pondok disini. Kan mobil dinas
dibawa ke parabek lagi.” Teman-temanku sungguh khawatir, mereka mencoba
menghubungi kami tapi apalah daya, sinyal telkomsel saat itu tidak ada sama
sekali.
Ustadznya
juga menambahkan,” dan satu lagi, KU kita ditambah 10 hari lagi karena
masyarakat disini suka kalo kita bisa membantu lebih banyak lagi “ mereka
semakin terbawa suasana sedih dan bingung. KU ditambah? Bagaimana pula ini?
Uang jajan, perbekalan sudah habis semuanya..
![]() |
| Bahagia bgt wktu berjumpa, :D |
Aku
yang datang terlambat benar-benar tertawa terbahak-bahak mendengar cerita itu.
Sebangetan ne ustadz jadiin aku bahan lelucon. Hampir semua temanku menjadi
prihatin dan gak percaya. Ya gimana gk mau percaya secara beberapa hari yang
lalu, aku memang merajuk dengan ustadz pembimbing dan juga sempat marahan
dengan teman satu kelompok. Lucu-lucu aja kaaan...
Selain
itu, juga ada cerita-cerita yang lebih cetar membahana. Aku benar-benar
merindukannya. Rindu akan suasana Dharmasraya yang panas, rindu dengan
adik-adik MDA yang semangat mengaji, anak-anak SD yang bahagia belajar bahasa
arab dan masyarakat yang baik banget. Aku rindu saat kelompok tetanggaku yang
mengatakan,” kami apalah, istri kedua dari ustadz pembimbing, kami dianak tiri
kan sama ustadz, beliau lebih memilih kalian dan kami ditelantarkan sama
sekali” hahaha. Entah darimana dapat pikiran itu. Aku hanya tersenyum.
Jadi
teringat ucapan polosku waktu kelas 1 aliyah dulu, “Semestinya kita santriwati
menjaga batasan dengan santriwan. Gak ada yang namanya berbaur dalam
mengerjakan tugas sekolah. Kalo sekarang saja kita sudah berbaur dan merasa
nyaman saja apalagi nanti waktu Khidmatul Ummah. Intan gak bisa bayangkan kalo
nanti pas KU kita bebas main dengan santriwan tanpa ada batasan. Makanya dari
sekarang kita harusa jaga jarak dengan santriwan.” Kalimat ini ku ungkapkan
ketika kami harus mengerjakan ujian praktek bahasa inggris kelas 1 aliyah dulu.
Ah masih keingaat sampe sekarang, gk nyangka aja udh bisa sebijak itu padahal
masih 1 aliyah. Hehe..
Ah
masa-masa KU yang penuh warna dengan kisah-kisahnya. Aku tahu KU yang 10 hari
tidaklah berarti apa-apa. Tapi yang kupahami adalah KU sebagai jembatan
persahabatan kami, sebagai bentuk Pengabdian kami kepada Masyarakat umumnya.
Dan aku bangga, bangga sekali pernah mengikuti KU. KU ala santriwan/wati yang
tetap menjaga sebagai muslim. Ah masa-masa itu adalah waktu yang tak terbilang
lagi. KU yang penuh sensasi, canda tawa dan kenangan yang tak terlupakan.
by : Ii-ef-eM
Rabu, 21 mei 2014
jelang shalat Isya di Pekanbaru >_<
jelang shalat Isya di Pekanbaru >_<


