Pages

Rabu, 19 November 2014

The Princess in Parabek (14 bersaudari)

 

Hari ini aku merindukanmu teman, rindu bangeet..
Rindu ketika kita hidup berasrama di parabek. Satu kamar yang punya keunikan masing-masing. Rindu dengan suasana kelas yang heboh. Rindu shalat berjamaah di mesjid. Rindu dengan paper dan munaqashah nya. Rindu menjadi guru kader di tsanawiyyah. Rindu dengan kenakalan kita sebagai senior. Rindu membuat alasan tak masuk akal dengan dalil-dalil fiqh. Rinduu kali .....
Ya sebenarnya minggu-minggu ini, intan sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas akhir, Pra Rancangan Pabrik Minyak Goreng. One step to be chemical engineer. Ah, mata kuliah yang butuh waktu lebih dari 24 jam sehari mengerjakannya. Mata kuliah 4 sks yang nilainya tak seberapa di mata dosen. Menyenangkan memang, tapi tidak seenak makan coklat silverqueen sis. Penuh perjuangan mengerjakan perhitungan-perhitungan di setiap alatnya. Berlembar-lembar gagal ngeprintnya. Dan yang paling sesuatu banget adalah ketika hasil pengerjaaan ditolak mentah-mentah oleh dosen pembimbing. Sakitnya tu disini…huhu
Dan kamu, sedang apa disana…?? Sama sepertiku yang “gila” dengan perhitungan storage tank, heater, coller, pressure tank, pompa, neraca massa dan neraca energy…? Atau sedang sibuk memikirkan baju toga yang mewah …? Ah anak kuliahan seperti kita takkan sanggup memikirkan baju toga sebelum Skripsi selesai. Sudahlah teman, kita hanya perlu waktu yang tepat untuk meraih gelar sarjana, bukan tepat waktu. Tepatnya ini menurut sebagian dosen intan. Hehe
Di minggu-minggu sibuk ini, terlintas wajah kalian. Yaa meski hanya terlintas tapi itu semua sudah cukup mewakili seluruh ingatan intan dengan sekolah kita dulu. Madrasah Sumatera Thawalib Parabek. Sekolah berbasis islam yang mengubah segala aspek kehidupan kita. Hidup bersarama membuat persahabatan menjadi sebuah ikatan ukhuwah yang kuat. Bertemu dengan teman-teman dari guguak tinggi dan guguak randah menjadikan tali ukhuwah itu semakin indah. Sekali lagi kawan, aku sangat merindukanmu. Rindu akan berjumpa disuatu saat nanti dengan kondisi iman terbaik kita.
Ayulia Rosa : Tetanggaan kamar waktu kelas satu tsanawiyyah dulu. Teman dengan logat payakumbuh yang tak pernah hilang. Dan selama di parabek, intan tak pernah bisa mengerti dengan logatmu, yu. Pernah nguping pembicaraan ayu waktu nelpon, tapi tetap saja yang paham waktu ayu ngomong, “dak obeh mo ayu doh ma ...“ just it. Hihi
Selalu takut untuk melanggar peraturan asrama sejak awal masuk disana. Meskipun, kami sudah kompakan untuk tidak shalat ke mesjid, ne anak tetap saja hilang waktu orang adzan dan udah nyampe duluan di mesjid. Tapi, ayu adalah “jam weker“ intan untuk setiap jadwal shalat. Ini serius yu, makasih banyak yu untuk selalu mengingatkan intan shalat tepat waktu. hehe
Desrina Rahmawati : temaaaan kelaaas gueee yang super unik. Maaphin segala kesalahan gue yaa. Desrina lah orang paling sabar dengan segala kejahilan intan. Meski intan marah-marah waktu belajar qawaid, meski sering salah paham dengan intan. Meski patah hati setiap jatuh cinta, tapi dia orang yang paling rajin menghafal ketika semua orang sudah tertidur. Desrina adalah orang yang paling mengerti tentang masalah Falling in Love and broken heart. Dan satu lagi, kita sering banget berantem hanya karena hal-hal kecil yang sepele. Tapi aku suka itu. Gue rindu dengan cerita cintamu hari ini, siapa lagi yang menjadi korban hati loe hari ini ?
Bunga shiba : si“bunga“ indah yang muncul di tengah-tengah perjalanan aliyah kami. Awal bertemu dengannya, intan merasa ada sesuatu yang luar biasa yang akan mengubah kehidupan kami di Parabek, and it’s right. Sampai hari ini intan tak mengerti kenapa ne anak harus pindah ke sekolah kami yang biasa ini. Dan juga, intan selalu bingung saat bunga mengajak intan dalam acara anak “agama“ padahal intan kan anak IPA. Dengan jilbab panjangnya, intan mulai menyadari suatu hal. Yaa, hijab yang rapi dan tertutup. Syukran jazilan, nga. Terima kasih untuk kehadiranmu di sekolah kami.
Ingin bertanya segala hal padamu nga, tapi kita terpisah dengan kesibukan kelas agama dan IPA. Dan sedikit demi sedikit pertanyaan itu terjawab hari ini. Terjawab ketika kita sudah terpisah jauh nga. Bungaa, sebenarnya intan masih penasaran dengan bunga. Tapi ya sudahlaaah… ^_^
Iyya humaira : teman sejantung akuuuh…. Kita gk pernah terpisahkan sejak 1 aliyah. Teman yang selalu mengajariku tentang IPA. Meski 3 tahun bersama, intan tidak pernah menanyakan masalah Percintaannya. Haha
Perempuan dengan “wajah kemerah-merahan“ ini selalu memberikan semangat belajar intan. Anak guguak tinggi yang selalu bisa intan andalkan ketika ibuk dhani, buk elya dan buk yanti masuk kelas. Iyya, sudah mendahului kita dalam masalah fiqh tapi intan tahu pasti, dia takkan pernah ragu dalam mengambil keputusan dalam kehidupannya. Intan yakin, hari ini naisya takkan pernah menyesal punya Ibu setegar Iyya. Tetaplah kuat seperti dulu yaa....
Sulastri ariana : kakak kita yang terkadang tidak seperti kakak..hehe.  Kak las, teman sekamar dari kelas satu sampai kelas enam di parabek. Mungkin ini bukan karena nasib yang mempertemukan kita di Pekanbaru. Lebih dari itu, sebuah ukhuwah islamiyyah yang terus mengikat kita. Satu persatu intan mulai menyadari bahwa kak las selalu ada ketika masalah datang menghantui intan. Curhat tentang apapun, pasti ada jawabannya.
Ingat cerita parabek, selalu ingat dengan kasur empuknya, susah bangun dan paling rapi isi lemarinya. Yaphi, hari ini intan beruntung bisa berkuliah satu kota dengannya. Meski setiap ke rumah, selalu lupa alamat rumah kak las tapi kalo udaah kangeen banget, jarak pun tak jadi masalah. Loph you.. loph you so much.
Shinta mustika : cewek jambi yang bersekolah di Parabek. Paling jauh kampongnya. Intan paling suka dengan gaya cuek shinta. Paling seneng lihat shinta makan eskrim connetto. Shin, ntan kangen sama peyek muaro bungo shin..
Yaa, meskipun gak sempat dekat, intan yakin ibuk Bahasa Inggris ini adalah gadis jambi yang cantiiik..ckck
Almuzaini  : awal berjumpa sudah deg-deg sekali. Intan ingat sekali waktu intan menjadi mursyidah di sebelah kamar almuzaini. Sumpah, saat itu agak takut bergaul dengan zaini. But setelah satu kamar di kelas 6. Semuanya sirna, ternyata almuzaini orangnya lucu, bijak dan tegas. Ya sikap tegasnya lah yang membuatnya dihargai. I’m proud to you.
Siti aisyah : nama sebenarnya adalah sayyidati Aisyah. Anak guguak randah yang tahu segala dari sisi yang berbeda. Ketika kami hanya tahu tentang artis-artis korea,  dia sudah paham tentang kota-kota di korea. Ketika kami hanya berangan-angan tentang negara impian. Dia sudah mengerti tentang keadaan islam di kota-kota di inggris. Ah, keinginan terbesarnya adalah inggris. Just Inggris, inggris dan inggris. Kita janji untuk keliling eropa kan siti..? akan kita buktikan bersama, tungguin gue di jerman yeee...
Biologist Unand ini tentu sudah banyak mengerti tentang granada, sevillia, dan kota-kota islam di eropa. Bahkan dia lebih paham tentang “negara impian“ kami daripada kami sendiri. Terakhir bercakap tentang Dream Country, dia menyuruh kami mengirim Timeline perjalanan kehidupan kami. Ah, maafkan temanmu ini siti, tugas-tugas kuliah ternyata lebih menguasai pikiran ini.
Rahmi yunita : nitaa, I miss you so much. Terima kasih banyak telah menerima intan sebagai teman yang merepotkan. Karena nita, ntan bisa lebih dekat dengan guru-guru kita. Ngajak intan untuk berdiskusi dengan ustadz irwan dan ustadz  zakki. Kadang, nita rela memenuhi keinginan intan untuk berbincang dengan ustadz ilham. Nita lah yang paling paham dengan sisi lain kehidupan di asrama, yaa karena dia ketua IPAP. Kisah cintanya sedikit rumit tapi tak masalah hari ini dia pasti sudah menemukan cintanya lagi. Hehe
Nit, ingat kisah kita di depan perpustakaan MST (sekarang : Shariah Mart) waktu kelas satu tsanawiyyah dulu? Kisah yang membuka mata intan tentang hijab. Hahay, kisah itu membuat intan memilih beliau menjadi guru favorit intan. Dan banyak lagi kisah-kisah unik yang membuat intan semakin dikenal orang.
Rahmatul hafizah : ojeez, selalu ada kejutan dengan ojez. Kata-kata bijaknya selalu memberikan inspirasi untuk intan. Kita memang tidak sekelas, apalagi di aliyah. Tapi ntan tetap tidak bisa mengalahkan kedisiplinan ojez dalam waktu. Ketetapan hati ojez untuk selalu mempertahankan pendapat yang menuurut ojez benar. Ada juga, kerapian dan ketelitian ojez juga. Tapi kalo ojez sudah ketawa, ngerasa dunia udah milik pribadi aja.
Dina hayati : yayat, uniang dari piaman. Yayat, yang selalu mengenal orang-orang sekitar. Selalu memaksakan diri untuk menghafal semua pelajaran. Yayat, orang yang tak segan-segan mengkritik teman untuk kebaikan. Yayat yang paling tegar diantara kami. Punya segudang masalah tak membuat dia berkeluh kesah. Yat, ntan salut banget dengan semangat yayat. Terkadang, intan malu sendiri jika berjumpa dengan yayat. Yaa karena yayat, ustadzah kami yang pandai nyanyi seperti gita gutawa.
Debbi yobe nanda : debbi yobe nanda, cewek si kacamata yang tergila-gila dengan korea. Paling membenci boyband indonesia karena sudah memplagiat karya korea. Paling suka drama korea dan apapun tentang korea. Bercita-cita tinggal di korea. Semoga tercapai ya bi, gue dukung loe banget. Gaya lebaynya selalu mengundang tawa tanpa sedikitpun menyinggung orang lain. Dan lihatlah dia hari ini, debbi yang tergila-gila dengan korea sudah penyandang gelar sarjana. Dan hari ini mari kita doakan debbi untuk mendapatkan pekerjaan “apoteker“nya.
Ghina qudsi : ghina qudsi, cewek “Turki“ yang selalu bersemangat belajar. Menumpuk buku-buku IPA di samping tempat tidur waktu musim ujian. Dalam kesibukan sendirinya, intan ingin rasanya belajar IPA dengannya. Meminjam buku-buku rumusnya dan meminta mengajari IPA yang membingungkan itu. Ghin, masih sama kah cara belajar ghina sampai di kuliah sekarang? Intan selalu terkagum-kagum dengan semangat ghina.
Ohya, satu lagi, ntan suka gaya cuek ghina. Meski kami terkadang membicarakannya dari belakang, memarahi ghina dengan cara yang tidak baik, mengucilkan ghina di kamar. Tapi sungguh ghin, intan kagum dengan cara ghina menyikapi itu semua.
oke, tidak sedikit cerita kita di sekolah dulu. Mungkin butuh berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mengenang kisah-kisah itu. Cerita cinta desrina saja sudah butuh berjam-jam menganalisanya, mengaitkan satu persatu kisahnya. Tambah lagi kalo kisahnya diceritakan dengan debbi dan siti sang dewi“lebay“ sedunia. Dengan kehadiran iyya, yayat dan ojez yang bijaksana. Kak las dan bunga yang selalu memberikan nasihat. Nita yang selalu berlawanan. almuzaini, ghina dan shinta yang cuek. Dan adalah ayu yang selalu setia mendengarkan curhatan desrina. Dan intan, jangan ditanya lagi. Kita selalu bertengkar untuk masalah-msalah sepele sekalipun.
 Teman, mungkin 2-3 tahun kita tak berjumpa. Tentu banyak kisah-kisah kampus yang ingin kita ceritakan. Kisah cinta misalnya atau kisah mengejar-kejar dosen. 10-15 tahun lagi kita berjumpa lagi ya. Dan janji, kita udah menunaikan ilmu fiqh inyiak. Jangan biarkan iyya menunaikannya sendirian.
Jadi, Who’s else to be a wife? Undang aku teman ....

Rabu, 21 Mei 2014

Kuliah Kerja Nyata ala Anak sekolahan


             Malam ini ngebosenin banget rasanya... ya karena aku juga lagi malas belajar, hehe... But, ini bukan karena belum UAS semester genap tapi lebih dari itu..ckckck. tapi sudahlah, kalo memang bosen mw dibawa happy pun gk ngaruh juga..
Cerita tentang KKN..?? gk hal baru lagi untuk seorang Mahasiswa, apalagi mahasiswa semester 6 kayak aku, udah didepan mata coy. KKN dengan kepanjangannya Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu mata kuliah wajib dengan nilai bobot 4 sks, gila beneer lah. Sehingga dengan otomatis kalo gk diambil gak bisa dinyatakan lulus. Tapi tetap saja sebagian dari mahasiswa menolaknya dengan berbagai alasan ini itu lah. Alasan kalo gk ada gunanya, gak ada kaitannya dengan jurusan yang dia ambil, ngabisin uang ja dan bla bla lainnya. Tapi aku penasaran banget apa sich tolak ukur mereka sehingga punya alasan-alasan konyol seperti itu? Ngerasa paling bener gitu? Atau ngerasa kalo KKN ke pelosok-pelosok negeri tu bahaya banget? Entahlah, biarkan hati ini yang bicara nantinya. The Important thing, KKN adalah salah satu mata kuliah wajib 4 sks dan mau gak mau harus diambil.
            Tahun ini KKN akan dilaksanakan bulan juli-agustus 2014. Mukee gile, bulan puasa bah...!! kali denger-denger cerita senior yang alumni KKN, mereka ada yang hidup tanpa lampu dan air bersih, kadang tinggal di rumah yang tak berpenghuni sampai kamar mandi pun tak punya. Alamak nasibnya lagi... tapi aku tetap berpikiran positif ajalah ya, jangan sampai keadaan kayak gitu kena ke gue. Jangaan sampeee... !!
But before that, cerita-cerita tentang KKN aku sebenarnya udah pernah ngerasain kisah yang hampir sama di waktu masih bersekolah di MST Parabek dulu tepatnya di bulan maret tahun 2010 lalu. Namanya adalah Khidmatul Ummah (KU) yang artinya adalah Pengabdian Masyarakat. Ini adalah salah satu program unggulan di sekolahku. KU ini dilaksanakan oleh seluruh santriwan/santriwati kelas 2 aliyah MST Parabek. KU yang kami laksanakan bertempat di daerah dharmasraya. Daerah yang cukup panas dengan tanaman sawit di hutan-hutannya. Daerah ini adalah kampung halaman teman sekelasku, Farid. Kami melaksanakan program ini selama 10 hari. Bentar aja kan..?? tapi kami yang saat itu masih bermanja-manja dengan orang tua udah ngerasa 10 hari adalah hari-hari yang sangat lama. Lamaaaa bangeeet...
Hari Keberangkatan Peserta Khidmatul Ummah
Hari Keberangkatan Peserta Khidmatul Ummah

Hari keberangkatan KU kami adalah hari Ahad (klo gk slah yaaa) dan dibuka dulu dengan pidato panjang kepala sekolah aliyah. Kami para santriwan/wati ngerasa sediiih banget sampai-sampai ada yang meneteskan air mata. Alamaaak lebay bangeeet ya kalo dipikir-pikir. Sebelum naik bus, kami satu persatu berpelukan dengan adik-adik kelas. And again, menangissszzz, didepan kelas mereka terlihat wajah kehilangan, wajah- wajah tanpa harapan, wajah-wajah kesedihan yang mendalam. Tapiiii, ne tapi yaaa, ternyata diantara mereka ada yang bersorak gembira, tertawa bahagia. Bahaaagiaa banget gitu... ya setidaknya tidak ada yang memberi hukuman di asrama karena kami santriwan/wati adalah Pengurus Inti Ikatan Pelajar Asrama. Tidak ada yang berteriak untuk cepat ke mesjid setiap shubuh, magrib dan Isya. Tidak ada yang sok-sok menjadi Pemimpin mendampingi Ustadz-ustadzah pembina Asrama dan setidaknya peraturan asrama bisa dilanggar sedikit demi sedikit. Aah, emang lah ya, penuh ambisi sayang seribu sayang aku tak mengetahui pasti apa yang ada dalam pikiran mereka.
Keberangkatan kami ditemani oleh 5 orang ustadz. Alhamdulillah masih ada yang mendampingi, hehe... dengan 44 orang santriwan/wati jurusan agama dan jurusan IPA. Semuanya tergabung ke dalam 10 kelompok di beberapa desa. Upsz yang ini gk akurat lagi ya abiz kelupaan berapa orangnya. Aku adalah kelompok satu dengan anggota 7 orang. Satu temanku menjadi ketua Khidmatul Ummah angkatan kami sehingga Posko KU pun di desa kami. Seruu abizzz kan ? ternyata tidak juga kawan, aku dengan dua orang teman perempuan tinggal terpisah dengan 4 orang laki-laki yang tinggal di posko. Kami tinggal di rumah kakak kepala desa disana. Dan kau tahu fasilitas yang kami dapatkan? Kamar tidur yang bersih plus kipas angin, dapur tersendiri, ruang makan yang khusus dan kamar mandi yang juga bersih. Dibandingkan beberapa kelompok yang lain, yang mereka mendapatkan ruangan bekas gudang tanpa kasur kalo mereka nyebutnya sich Hotel, biar hati senang, ada juga yang harus satu rumah dengan yang laki-laki. Yang kupahami saat itu adalah teman-temanku adalah orang paling sabar sedunia dengan kondisi tempat tinggal yang jauh berbeda dengan kami.
KU yang kami jalani hanyalah sebagian kecil dari Perjalanan KKN ala mahasiswa. Just for 10 days gus,apa yang didapat dari waktu yang singkat itu? Tapi jangan salah yaa, aku mendapatkan harta itu, sebuah Persahabatan yang tak ternilai oleh puluhan batang emas. Aku tahu ini mungkin sangat berlebihan tapi kau tahu kawan, KU ini yang membuat ku sadar bahwa kita hidup tidak sendirian. Bahwa kita harus menyadari kalau ternyata ada orang lain yang juga punya sifat yang berbeda dengan kita. Aku yang saat itu suka merajuk telah paham bahwa sifat yang kupunya tak berarti apa-apa untuk lika-liku perjalanan panjangku. Aku tahu dengan sifat suka pemarah yang dimiliki teman sekelompokku takkan bisa mengubah kehidupan ini. Sifat suka cuek dan tidak peduli juga tak bisa menjadikan perjalanan ini menjadi lancar. Ah teman-teman sekelompokku yang penuh warna. I miss You All...
Saat pertama aku disana, aku merajuk, asli benar-benar merajuk. Haha, sifat kekanak-kanakan sekali hingga akhirnya temanku yang merasa bersalah mentraktir bakso supaya aku tak lagi marah. Hal sepele memang, hanya karena dia merasa bosan dengan lauk yang itu-itu saja. Dan kebetulan sekali, itu adalah giliranku untuk masak, ya aku langsung saja marah-marah dan bilang,” ya udah gk usah makan, gampang kaan...” dia benar-benar merasa bersalah. Dan yang paling konyolnya lagi, aku memaafkannya saat aku tahu dia mentraktir kami bakso. Haha, gampang sekali perasaanku berubah. Dengan ustadz pembimbing yang juga sibuk mengurusi kelompok tetangga, kami benar-benar merasakan hidup bermasyarakat. 

Berfoto dengan Kepala Sekolah SMP
Disana kami ikut membantu guru-guru SD mengajarkan pelajaran di beberapa kelas, sedangkan aku dan satu temanku kebagian mengajar di SMP disana. Bahagiaa..?? ya tentu saja, setidaknya kami berdua bisa mengetahui SMP disana juga. Seruu deh.. kami diamanahkan untuk mengajarkan biologi. Mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan yang kuambil. Serruu abizz deh dengan murid-murid yang gk kalah lucu. Kami berdua ngerasa sudah menjadi guru disana. Selain itu, kami juga diikutkan dalam rapat majelis guru juga, hanya saja ustadz pembimbingku menyuruhku untuk berkumpul di SD. Yaah tak apalah, setidaknya aku bertemu dengan kelompok yang lain.
Beberapa hari disana, seluruh kelompok disuruh berkumpul di posko untuk sharing-sharing dan berjumpa dengan pimpinan sekolah yang berkunjung ke dharmasraya. Rindduuu sekali rasanya dengan guru-guru Parabek. Kami bertiga awalnya tidak tahu sama sekali tentang hal ini karena yaa memang gk dikasih tahu. Jadinya yaa kami bersantai saja dirumah. Salah satu ustadz pembimbing KU mengatakan pada seluruh teman-teman  selain kelompokku,
” kalian tahu kan, diantara 44 orang ada yang mau dipulangkan ke Parabek karena ulahnya sendiri..”
“siapa ustadz..??” mereka memeriksa satu persatu teman sekelompok mereka.
Ustadz pembimbing tersebut hanya tersenyum penuh ambisi. Beliau sengaja betul membuat isu karena pimpinan Ponpes datang dengan mobil dinas MST.
“ yaa ustadz gk tahu, tapi yang jelas sudah ada laporannya ke sekolah. Dia membangkang dengan ustadz pembimbingnya. Malam ini dia dipulangkan bersama dengan pimpinan sekolah” kata beliau dengan senyum simpulnya. Teman-temanku semakin cemas. Yaa hanya kami bertiga yang belum datang ke posko. Dan secara otomatis kami dianggap sebagai orangnya. Tapi, saat itu kami sedang menunggu jemputan teman untuk berangkat ke posko karena mobil angkutan tidak ada lagi dan juga sudah terlalu sore. Kami bertiga tidak berani lewat jalan yang kiri kanannya hutan. Menakutkan, terlalu menakutkan bagi kami yang pendatang baru. Sebenarnya kepala desa sudah menawarkan diri untuk mengantarkan kami, tapi tidak tahu kenapa aku merasa ragu dan memilih untuk menunggu teman saja.
“ siaapaaa ustadzz...??” teman-temanku terus saja menanyakannya.
“ yaaa, coba tanya ke pimpinan pondok saja, beliau tahu tu..” teman-temanku masih saja merengek supaya rahasia ini bisa bocor. And finally,
“ mungkin saja Ayu atau Intan. Toh dari tadi kita gak melihat mereka kan...” spontan ustadz itu menjawab setelah didesak-desak temanku.
“ gak, gak mungkin ustadz. Intan dan ayu kan baik-baik aja disini. Gak mungkinlah ustadz...”
“ ya sudah kalo gk percaya sama ustadz tapi yang jelas mereka gak ada kan sekarang. Jaadi yaa bisa aja mereka dipulangkan sembari pimpinan pondok disini. Kan mobil dinas dibawa ke parabek lagi.” Teman-temanku sungguh khawatir, mereka mencoba menghubungi kami tapi apalah daya, sinyal telkomsel saat itu tidak ada sama sekali.
Ustadznya juga menambahkan,” dan satu lagi, KU kita ditambah 10 hari lagi karena masyarakat disini suka kalo kita bisa membantu lebih banyak lagi “ mereka semakin terbawa suasana sedih dan bingung. KU ditambah? Bagaimana pula ini? Uang jajan, perbekalan sudah habis semuanya..
Bahagia bgt wktu berjumpa, :D
Aku yang datang terlambat benar-benar tertawa terbahak-bahak mendengar cerita itu. Sebangetan ne ustadz jadiin aku bahan lelucon. Hampir semua temanku menjadi prihatin dan gak percaya. Ya gimana gk mau percaya secara beberapa hari yang lalu, aku memang merajuk dengan ustadz pembimbing dan juga sempat marahan dengan teman satu kelompok. Lucu-lucu aja kaaan...
Selain itu, juga ada cerita-cerita yang lebih cetar membahana. Aku benar-benar merindukannya. Rindu akan suasana Dharmasraya yang panas, rindu dengan adik-adik MDA yang semangat mengaji, anak-anak SD yang bahagia belajar bahasa arab dan masyarakat yang baik banget. Aku rindu saat kelompok tetanggaku yang mengatakan,” kami apalah, istri kedua dari ustadz pembimbing, kami dianak tiri kan sama ustadz, beliau lebih memilih kalian dan kami ditelantarkan sama sekali” hahaha. Entah darimana dapat pikiran itu. Aku hanya tersenyum.
Jadi teringat ucapan polosku waktu kelas 1 aliyah dulu, “Semestinya kita santriwati menjaga batasan dengan santriwan. Gak ada yang namanya berbaur dalam mengerjakan tugas sekolah. Kalo sekarang saja kita sudah berbaur dan merasa nyaman saja apalagi nanti waktu Khidmatul Ummah. Intan gak bisa bayangkan kalo nanti pas KU kita bebas main dengan santriwan tanpa ada batasan. Makanya dari sekarang kita harusa jaga jarak dengan santriwan.” Kalimat ini ku ungkapkan ketika kami harus mengerjakan ujian praktek bahasa inggris kelas 1 aliyah dulu. Ah masih keingaat sampe sekarang, gk nyangka aja udh bisa sebijak itu padahal masih 1 aliyah. Hehe..
Ah masa-masa KU yang penuh warna dengan kisah-kisahnya. Aku tahu KU yang 10 hari tidaklah berarti apa-apa. Tapi yang kupahami adalah KU sebagai jembatan persahabatan kami, sebagai bentuk Pengabdian kami kepada Masyarakat umumnya. Dan aku bangga, bangga sekali pernah mengikuti KU. KU ala santriwan/wati yang tetap menjaga sebagai muslim. Ah masa-masa itu adalah waktu yang tak terbilang lagi. KU yang penuh sensasi, canda tawa dan kenangan yang tak terlupakan.
           
                                                                        "Sebuah Kenangan yang Begitu Indah untuk dilupakan"
by : Ii-ef-eM
        Rabu, 21 mei 2014
jelang shalat Isya di Pekanbaru >_<
     



Selasa, 22 April 2014

Aljazari, I love you FULL



Aku tak begitu mengenalnya. Tapi hati ini tak henti untuk mengingatnya. Memandangnya dari kejauhan, sudah lebih dari cukup untuk membuat hati ini tenang. Hampir setiap hari, kami berjumpa. Bercengkrama dalam diam dan  menata hati yang selalu berubah.
Saat pertama mengenalnya, tepat saat hati ini sedang kecewa dan patah hati. Ia datang  dan mengubah segalanya. Mulai hari itu dan kapanpun, aku takkan pernah melupakan kejadiannya.
Saat itu sekitar jam 11 siang di hari jumat, aku datang terlambat ketika ada acara perkenalan jurusan teknik kimia di fakultas teknik yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia atau HIMATEKI. Sesampainya di kampus, acaranya sudah selesai dan tidak ada orang lagi.
Kecewa bangeet...!!!
Ini karena aku disuruh tetap di rumah sampai keluargaku berangkat ke Bukitinggi. Padahalkan acaranya hanya sampai jam 11 siang. Benar-benar menyesal kenapa baru nyampe jam 11 siang. Disaat yang bersamaan, aku bertemu seorang mahasiswi yang sama jurusannya denganku. Kami berkenalan tentunya. Saling bertukaran nomor hp dan berjanji untuk memberi info tentang jurusan teknik kimia. Setidaknya aku sudah punya teman yang satu jurusan. Kami berpisah karena teman baruku itu ingin segera pulang. Dan sekarang, tinggallah aku sendiri di lobby.
“yaaah, manga intan lai yow..? internetan, alah jumatan pasti warnet tutup..” Gerutu ku sendirian di lobby.
 “So, What should I do now..??” Aku benar-benar bingung plus frustasi saat itu.
Sejenak aku perhatikan fakultasku, fakultas teknik UR. Bangunan setengah lingkaran ini bakal jadi tempatku menuntut ilmu keteknikan. Semoga betah deh sama gedung ini...
Sayup-sayup terdengar khutbah jumat dari mesjid arfaunnas. Gak mungkin kalau aku ke mesjid jam segini, pasti masih jumatan. Kalo pulang ke rumahpun, mana bisa kan sopir angkotnya pergi jumatan. I really confuse. Masa’ baru nyampe kampus udah balik ke rumah lagi... Gak seru lah...
Lirik kiri kanan sejenak sambil kebingungan...


Di saat itu, aku melihat bangunan kecil di sudut fakultas teknik. Sekilas seperti bangunan mesjid tapi tidak ada yang jumatan disana. Owh, mungkin itu sejenis mushalla. Beberapa saat aku hanya memperhatikannya dari kejauhan. Ada beberapa perempuan yang mondar-mandir didepan bangunan itu. Ada perempuan dengan pakaian biasa dan ada juga perempuan dengan balutan jilbab panjang.
Ah, mungkin mahasiswi teknik tuu, tapi kenapa mereka terlihat begitu sibuk ? Jadi penasaran sama bangunan mushalla itu. Awalnya aku ragu mau kesana, tapi karena sudah jam 12 lewat dan aku belum shalat zhuhur jadinya yaa beranikan diri aja dulu. Ntar kan bisa shalat zhuhur dan sekalian nanya-nanya tentang kos-kosan dekat kampus. Maklumlah saat itu aku masih dalam misi mencari kos karena rumah keluargaku sangat jauh.
Semakin mendekat, terlihat jelas isi mushallanya. Waah, ada yang ngumpul-ngumpul. Acara apa pula tu? Mungkin lanjutan HIMATEKI gak yach..?? Tapi kok cewek-cewek aja ya isinya? Atau ini lanjutan acara himateki tapi khusus cewek karena sekarang lagi jumatan? Atau gak ini waktu break jadi yang ceweknya disuruh ke sini ntar baru nyambung acara himateki di lobby lagi..??
Kacau banget, isi kepala ku hanya terbayang acara HIMATEKI yang sudah selesai tadi. Yaa, mau gimana lagi aku masih kecewa karena tidak bisa ikut acara HIMATEKI itu. Sudahlah, aku hanya ingin shalat zhuhur tepat waktu disini. Setelah shalat baru balik ke rumah.
“So, lupakan segalanya dan mari tunaikan shalat tepat waktu....!!” kata-kata semangat itu tiba-tiba datang. Memberi sedikit ketenangan di hati meski masih kecewa berat.
Tapi rencana Allah memang sempurna. Aku tidak tau bahwa ini adalah pertemuanku yang pertama dengan mushalla ini. Tempat favoritku jika ke kampus teknik. Inilah mushalla, tempatku berjumpa dengan orang-orang luar biasa dalam pemahaman islam dan keteknikan. Disinilah awal aku mengenal segalanya. Yaph inilah awal dari segala aktifitasku di fakultas teknik. Pokoknya Is the Best deh....
Semakin aku mendekati bangunan mushalla tersebut, aku disapa oleh salah satu kakak-kakak disana.
 “ mau kemana dek..??” Degh, ada yang manggil dek. Siapa tu? orang itu menyapaku. Oke, tenang intan... sepertinya dia orang baik. Tapi, kenapa dia sok dekat sok kenal gitu..?? alamak, jangan-jangan dia memperhatikanku dari tadi di gedung C FT. Atau dia anak baru juga, tapi kenapa manggil adek segala. Atau karena wajahku masih seperti anak SMP yang imut-imut itu..? hati ini gak tenang bro, tapi sebisa mungkin aku mengatakan, Santai- santai ntan dan....
“ adek, mau kemana? Mau shalat zhuhur ya?” yaach, dia nanya lagi dan semakin mendekatiku. Dia berusaha tersenyum padaku. Aku yang hanya mengangguk. Dibawah terik panas matahari, aku benar-benar tak bisa tersenyum sumringah. Panas kota bertuah ini sungguh mengujiku untuk bisa tersenyum. Kembali ke sosok perempuan yang menyapaku tadi. Walah, dia bisa baca pikiranku tapi kenapa dia seperti kenal baik denganku. Pakaiannya mirip dengan pementorku di MST parabek dulu. Pakai rok dan jilbab panjang, jangan-jangan dia...Ah sudahlah, jangan pikiran yang aneh-aneh ntan. Pliiizzz....
“yuk dek, sambil nunggu waktu shalat zhuhur ikut acara keputrian dulu di dalam... “ weleh, dia ngajak aku, kakak ne siapa sich. Aneh banget tapi yang sialnya aku ngikut aja. Dia menungguku hingga sampai di depan pintu mushalla. Kami bersalaman dan dia menyebutkan namanya. Aku membalasnya dengan menyebutkan namaku. Ini kesempatan besar, jangan-jangan kakak ini anak teknik.
“ kakak, anak teknik juga?” aku langsung blak-blakan. Abizz aku butuh info tentang kegiatan minggu pertama di teknik. Kalau gak, bisa-bisa gak tahu kalau ada acara PKA & E-day dan lainnya. Kakaknya mengangguk dan mengajakku untuk masuk mushalla.
Dan ketika membuka pintu, terlihat beberapa perempuan duduk melingkar. Syock berat cz semua mata tertuju padaku. Relax ntan... akupun disuguhi minum dan kue. Ini acara apaan sih..? sudahlah aku sudah terlanjur ikut. Gak papa lah sambil nunggu waktu shalat zhuhur dan gak enak juga kalau mau keluar. aku duduk dibarisan sebelah kiri dan bersebelahan dengan mahasiswa baru lainnya. Aku tidak mengenalnya sama sekali dan aku juga tidak mengenal orang-orang di hadapanku. Ikut aja ntan, mungkin bisa jadi pahala di hari jumat. Hehe...
“nah adek-adek silahkan perkenalkan nama, asal sekolah dan jalur masuk UNRI nya ya. Dimulai dari sebelah kanan kakak ...” salah satu dari mereka memberi instruksi. Yaph, kesempatan besar supaya rasa penasaranku hilang. Satu persatu dari kami memperkenalkan diri. Wah, sepertinya orang yang disebelah kanan sana,aku pernah mengenalnya tapi dimana? Aku sungguh mengenal wajahnya.  Dan ketika sampai digiliranku, aku terbata...
“ Nama intan eh nama saya, intan fitra martin. Asal sekolah MST eh madrasah aliyah parabek bukittinggi, sumbar. Jalur masuk lewat SNMPTN” benar-benar grogi jadinya.

Inilah pertemuan pertamaku dengan mushalla Aljazari. Mushalla kebanggaan anak teknik euy...  dan mulai saat itu, aku tak pernah berhenti mengunjunginya. Ya setidaknya sekedar menyapa, “Morning, my favorite place in Faculty of Engineering”. Hingga satu persatu amanah itu datang, dia tetap disana, menunggu para pejuang dakwah menjalankan amanah di UKMI Daarul Hijrah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Pernah ketika aku membaca buletin yang diterbitkan dari BEM FT UR. Disana ada artikel tentang salah satu ilmuan Islam, yaitu Aljazari, ilmuan tentang robotik. Awalnya aku hanya membaca sekilas judulnya. But, tiba-tiba ada yang menyapaku dan langsung bertanya padaku.
 “Kenapa dinamakan mushalla teknik dengan Aljazari ?” salah satu petinggi BEM FT bertanya padaku. Dengan gugup aku menjawab asal,
“ ya karena nama ilmuan islam kan...”
“ iya, karena aljazari adalah ilmuan islam yang menemukan ilmu robotik. Dan kebetulan sekali dengan fakultas kita yang juga fakultas teknik. jadi kita harus bangga jadi anak teknik karena dalam islam sudah ada orang yang menghabiskan waktunya untuk menemukan teknologi...” jawabnya dengan mantap dan yakin.
So Amazing guys...!!
Sebegitu bangganya punya mushalla dengan nama ilmuan islam. Dan aku...?? apa yang membuatku bangga padanya.
Tentu aku bangga dengan mushalla aljazari. Apapaun itu. Menumpahkan segala perasaaanku disana. Kadang kesal karena amanah yang belum bisa kutunaikan dengan baik. Kadang menangis tersedu ketika aku belum bisa menjadi pejuang dakwah yang kuat. Marah saat emosiku mengalahkan kebenaran yang seharusnya ku patuhi. Dan banyak lagi perasaan tak menentu yang terjadi di mushalla kecil itu.
Aku takkan bercerita tentang bangunan mushalla aljazari. Bukan tentang bagaimana bangunan itu didirikan dan diresmikan. Tapi lebih dari itu semua. Karena aku adalah salah satu barisan panjang itu. Dan lihatlah mushalla aljazari, hanya dia yang menjadi saksi bisu keteguhan hati kami di jalan dakwah ini. Hanya dia yang mengerti saat kami terkadang tertusuk oleh duri perjuangan. Terperosok ke dalam lubang keputusasaan. Dan hari ini aku berjanji untuk tidak mengecewakannya dalam berjuang di jalan yang Allah ridhai ini.

 by : Ii-ef-eM
        Selasa, 22 april 2014
        Sambil menikmati makan malam sendirian di kamar ^_^