Hari ini aku merindukanmu teman, rindu bangeet..
Rindu ketika kita hidup berasrama di parabek. Satu kamar
yang punya keunikan masing-masing. Rindu dengan suasana kelas yang heboh. Rindu
shalat berjamaah di mesjid. Rindu dengan paper dan munaqashah nya. Rindu
menjadi guru kader di tsanawiyyah. Rindu dengan kenakalan kita sebagai senior.
Rindu membuat alasan tak masuk akal dengan dalil-dalil fiqh. Rinduu kali .....
Ya sebenarnya minggu-minggu ini, intan sedang
sibuk-sibuknya mengerjakan tugas akhir, Pra Rancangan Pabrik Minyak Goreng. One
step to be chemical engineer. Ah, mata kuliah yang butuh waktu lebih dari 24
jam sehari mengerjakannya. Mata kuliah 4 sks yang nilainya tak seberapa di mata
dosen. Menyenangkan memang, tapi tidak seenak makan coklat silverqueen sis.
Penuh perjuangan mengerjakan perhitungan-perhitungan di setiap alatnya.
Berlembar-lembar gagal ngeprintnya. Dan yang paling sesuatu banget adalah
ketika hasil pengerjaaan ditolak mentah-mentah oleh dosen pembimbing. Sakitnya
tu disini…huhu
Dan
kamu, sedang apa disana…?? Sama sepertiku yang “gila” dengan perhitungan
storage tank, heater, coller, pressure tank, pompa, neraca massa dan neraca
energy…? Atau sedang sibuk memikirkan baju toga yang mewah …? Ah anak kuliahan
seperti kita takkan sanggup memikirkan baju toga sebelum Skripsi selesai.
Sudahlah teman, kita hanya perlu waktu yang tepat untuk meraih gelar sarjana,
bukan tepat waktu. Tepatnya ini menurut sebagian dosen intan. Hehe
Di minggu-minggu sibuk ini, terlintas wajah kalian. Yaa
meski hanya terlintas tapi itu semua sudah cukup mewakili seluruh ingatan intan
dengan sekolah kita dulu. Madrasah Sumatera Thawalib Parabek. Sekolah berbasis
islam yang mengubah segala aspek kehidupan kita. Hidup bersarama membuat
persahabatan menjadi sebuah ikatan ukhuwah yang kuat. Bertemu dengan
teman-teman dari guguak tinggi dan guguak randah menjadikan tali ukhuwah itu
semakin indah. Sekali lagi kawan, aku sangat merindukanmu. Rindu akan berjumpa
disuatu saat nanti dengan kondisi iman terbaik kita.
Ayulia Rosa : Tetanggaan kamar waktu kelas satu
tsanawiyyah dulu. Teman dengan logat payakumbuh yang tak pernah hilang. Dan
selama di parabek, intan tak pernah bisa mengerti dengan logatmu, yu. Pernah
nguping pembicaraan ayu waktu nelpon, tapi tetap saja yang paham waktu ayu
ngomong, “dak obeh mo ayu doh ma ...“ just it. Hihi
Selalu takut untuk melanggar peraturan asrama sejak awal
masuk disana. Meskipun, kami sudah kompakan untuk tidak shalat ke mesjid, ne
anak tetap saja hilang waktu orang adzan dan udah nyampe duluan di mesjid. Tapi,
ayu adalah “jam weker“ intan untuk setiap jadwal shalat. Ini serius yu, makasih
banyak yu untuk selalu mengingatkan intan shalat tepat waktu. hehe
Desrina Rahmawati : temaaaan kelaaas gueee yang super
unik. Maaphin segala kesalahan gue yaa. Desrina lah orang paling sabar dengan
segala kejahilan intan. Meski intan marah-marah waktu belajar qawaid, meski
sering salah paham dengan intan. Meski patah hati setiap jatuh cinta, tapi dia
orang yang paling rajin menghafal ketika semua orang sudah tertidur. Desrina
adalah orang yang paling mengerti tentang masalah Falling in Love and broken
heart. Dan satu lagi, kita
sering banget berantem hanya karena hal-hal kecil yang sepele. Tapi aku suka
itu. Gue rindu dengan cerita cintamu hari ini, siapa lagi yang menjadi korban
hati loe hari ini ?
Bunga shiba : si“bunga“ indah yang muncul di
tengah-tengah perjalanan aliyah kami. Awal bertemu dengannya, intan merasa ada
sesuatu yang luar biasa yang akan mengubah kehidupan kami di Parabek, and it’s
right. Sampai hari ini intan tak mengerti kenapa ne anak harus pindah ke
sekolah kami yang biasa ini. Dan juga, intan selalu bingung saat bunga mengajak
intan dalam acara anak “agama“ padahal intan kan anak IPA. Dengan jilbab
panjangnya, intan mulai menyadari suatu hal. Yaa, hijab yang rapi dan tertutup.
Syukran jazilan, nga. Terima kasih untuk kehadiranmu di sekolah kami.
Ingin
bertanya segala hal padamu nga, tapi kita terpisah dengan kesibukan kelas agama
dan IPA. Dan sedikit demi sedikit pertanyaan itu terjawab hari ini. Terjawab
ketika kita sudah terpisah jauh nga. Bungaa, sebenarnya intan masih penasaran dengan bunga. Tapi ya sudahlaaah…
^_^
Iyya humaira : teman sejantung akuuuh…. Kita gk pernah
terpisahkan sejak 1 aliyah. Teman yang selalu mengajariku tentang IPA. Meski 3
tahun bersama, intan tidak pernah menanyakan masalah Percintaannya. Haha
Perempuan dengan “wajah kemerah-merahan“ ini selalu
memberikan semangat belajar intan. Anak guguak tinggi yang selalu bisa intan
andalkan ketika ibuk dhani, buk elya dan buk yanti masuk kelas. Iyya, sudah
mendahului kita dalam masalah fiqh tapi intan tahu pasti, dia takkan pernah
ragu dalam mengambil keputusan dalam kehidupannya. Intan yakin, hari ini naisya
takkan pernah menyesal punya Ibu setegar Iyya. Tetaplah kuat seperti dulu
yaa....
Sulastri ariana : kakak kita yang terkadang tidak seperti
kakak..hehe.
Kak las, teman
sekamar dari kelas satu sampai kelas enam di parabek. Mungkin ini bukan karena
nasib yang mempertemukan kita di Pekanbaru. Lebih dari itu, sebuah ukhuwah
islamiyyah yang terus mengikat kita. Satu persatu intan mulai menyadari bahwa
kak las selalu ada ketika masalah datang menghantui intan. Curhat tentang
apapun, pasti ada jawabannya.
Ingat cerita parabek, selalu ingat dengan kasur empuknya,
susah bangun dan paling rapi isi lemarinya. Yaphi, hari ini intan beruntung
bisa berkuliah satu kota dengannya. Meski setiap ke rumah, selalu lupa alamat
rumah kak las tapi kalo udaah kangeen banget, jarak pun tak jadi masalah. Loph
you.. loph you so much.
Shinta mustika : cewek jambi yang bersekolah di Parabek.
Paling jauh kampongnya. Intan paling suka dengan gaya cuek shinta. Paling
seneng lihat shinta makan eskrim connetto. Shin, ntan kangen sama peyek muaro
bungo shin..
Yaa, meskipun gak sempat dekat, intan yakin ibuk Bahasa
Inggris ini adalah gadis jambi yang cantiiik..ckck
Almuzaini : awal
berjumpa sudah deg-deg sekali. Intan ingat sekali waktu intan menjadi mursyidah
di sebelah kamar almuzaini. Sumpah, saat itu agak takut bergaul dengan zaini.
But setelah satu kamar di kelas 6. Semuanya sirna, ternyata almuzaini orangnya
lucu, bijak dan tegas. Ya sikap tegasnya lah yang membuatnya dihargai. I’m
proud to you.
Siti aisyah : nama sebenarnya adalah sayyidati Aisyah.
Anak guguak randah yang tahu segala dari sisi yang berbeda. Ketika kami hanya
tahu tentang artis-artis korea, dia
sudah paham tentang kota-kota di korea. Ketika kami hanya berangan-angan
tentang negara impian. Dia sudah mengerti tentang keadaan islam di kota-kota di
inggris. Ah, keinginan terbesarnya adalah inggris. Just Inggris, inggris dan
inggris. Kita janji untuk keliling eropa kan siti..? akan kita buktikan
bersama, tungguin gue di jerman yeee...
Biologist Unand ini tentu sudah banyak mengerti tentang
granada, sevillia, dan kota-kota islam di eropa. Bahkan dia lebih paham tentang
“negara impian“ kami daripada kami sendiri. Terakhir bercakap tentang Dream
Country, dia menyuruh kami mengirim Timeline perjalanan kehidupan kami. Ah,
maafkan temanmu ini siti, tugas-tugas kuliah ternyata lebih menguasai pikiran
ini.
Rahmi yunita : nitaa, I miss you so much. Terima kasih
banyak telah menerima intan sebagai teman yang merepotkan. Karena nita, ntan
bisa lebih dekat dengan guru-guru kita. Ngajak intan untuk berdiskusi dengan
ustadz irwan dan ustadz zakki. Kadang,
nita rela memenuhi keinginan intan untuk berbincang dengan ustadz ilham. Nita
lah yang paling paham dengan sisi lain kehidupan di asrama, yaa karena dia
ketua IPAP. Kisah cintanya sedikit rumit tapi tak masalah hari ini dia pasti
sudah menemukan cintanya lagi. Hehe
Nit, ingat kisah kita di depan perpustakaan MST (sekarang
: Shariah Mart) waktu kelas satu tsanawiyyah dulu? Kisah yang membuka mata
intan tentang hijab. Hahay, kisah itu membuat intan memilih beliau menjadi guru
favorit intan. Dan banyak lagi kisah-kisah unik yang membuat intan semakin
dikenal orang.
Rahmatul hafizah : ojeez, selalu ada kejutan dengan ojez.
Kata-kata bijaknya selalu memberikan inspirasi untuk intan. Kita memang tidak
sekelas, apalagi di aliyah. Tapi ntan tetap tidak bisa mengalahkan kedisiplinan
ojez dalam waktu. Ketetapan hati ojez untuk selalu mempertahankan pendapat yang
menuurut ojez benar. Ada juga, kerapian dan ketelitian ojez juga. Tapi kalo
ojez sudah ketawa, ngerasa dunia udah milik pribadi aja.
Dina hayati : yayat, uniang dari piaman. Yayat, yang
selalu mengenal orang-orang sekitar. Selalu memaksakan diri untuk menghafal
semua pelajaran. Yayat, orang yang tak segan-segan mengkritik teman untuk
kebaikan. Yayat yang paling tegar diantara kami. Punya segudang masalah tak
membuat dia berkeluh kesah. Yat, ntan salut banget dengan semangat yayat.
Terkadang, intan malu sendiri jika berjumpa dengan yayat. Yaa karena yayat,
ustadzah kami yang pandai nyanyi seperti gita gutawa.
Debbi yobe nanda : debbi yobe nanda, cewek si kacamata
yang tergila-gila dengan korea. Paling membenci boyband indonesia karena sudah
memplagiat karya korea. Paling suka drama korea dan apapun tentang korea.
Bercita-cita tinggal di korea. Semoga tercapai ya bi, gue dukung loe banget.
Gaya lebaynya selalu mengundang tawa tanpa sedikitpun menyinggung orang lain.
Dan lihatlah dia hari ini, debbi yang tergila-gila dengan korea sudah
penyandang gelar sarjana. Dan hari ini mari kita doakan debbi untuk mendapatkan
pekerjaan “apoteker“nya.
Ghina qudsi : ghina qudsi, cewek “Turki“ yang selalu
bersemangat belajar. Menumpuk buku-buku IPA di samping tempat tidur waktu musim
ujian. Dalam kesibukan sendirinya, intan ingin rasanya belajar IPA dengannya. Meminjam
buku-buku rumusnya dan meminta mengajari IPA yang membingungkan itu. Ghin,
masih sama kah cara belajar ghina sampai di kuliah sekarang? Intan selalu
terkagum-kagum dengan semangat ghina.
Ohya, satu lagi, ntan suka gaya cuek ghina. Meski kami
terkadang membicarakannya dari belakang, memarahi ghina dengan cara yang tidak
baik, mengucilkan ghina di kamar. Tapi sungguh ghin, intan kagum dengan cara
ghina menyikapi itu semua.
oke, tidak sedikit cerita kita di sekolah dulu. Mungkin
butuh berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mengenang kisah-kisah itu. Cerita
cinta desrina saja sudah butuh berjam-jam menganalisanya, mengaitkan satu
persatu kisahnya. Tambah lagi kalo kisahnya diceritakan dengan debbi dan siti
sang dewi“lebay“ sedunia. Dengan kehadiran iyya, yayat dan ojez yang bijaksana.
Kak las dan bunga yang selalu memberikan nasihat. Nita yang selalu berlawanan. almuzaini,
ghina dan shinta yang cuek. Dan adalah ayu yang selalu setia mendengarkan
curhatan desrina. Dan intan, jangan ditanya lagi. Kita selalu bertengkar untuk
masalah-msalah sepele sekalipun.
Teman, mungkin 2-3
tahun kita tak berjumpa. Tentu banyak kisah-kisah kampus yang ingin kita
ceritakan. Kisah cinta misalnya atau kisah mengejar-kejar dosen. 10-15 tahun
lagi kita berjumpa lagi ya. Dan janji, kita udah menunaikan ilmu fiqh inyiak.
Jangan biarkan iyya menunaikannya sendirian.
Jadi, Who’s else to be a wife? Undang aku teman ....
