Pages

Rabu, 19 November 2014

The Princess in Parabek (14 bersaudari)

 

Hari ini aku merindukanmu teman, rindu bangeet..
Rindu ketika kita hidup berasrama di parabek. Satu kamar yang punya keunikan masing-masing. Rindu dengan suasana kelas yang heboh. Rindu shalat berjamaah di mesjid. Rindu dengan paper dan munaqashah nya. Rindu menjadi guru kader di tsanawiyyah. Rindu dengan kenakalan kita sebagai senior. Rindu membuat alasan tak masuk akal dengan dalil-dalil fiqh. Rinduu kali .....
Ya sebenarnya minggu-minggu ini, intan sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas akhir, Pra Rancangan Pabrik Minyak Goreng. One step to be chemical engineer. Ah, mata kuliah yang butuh waktu lebih dari 24 jam sehari mengerjakannya. Mata kuliah 4 sks yang nilainya tak seberapa di mata dosen. Menyenangkan memang, tapi tidak seenak makan coklat silverqueen sis. Penuh perjuangan mengerjakan perhitungan-perhitungan di setiap alatnya. Berlembar-lembar gagal ngeprintnya. Dan yang paling sesuatu banget adalah ketika hasil pengerjaaan ditolak mentah-mentah oleh dosen pembimbing. Sakitnya tu disini…huhu
Dan kamu, sedang apa disana…?? Sama sepertiku yang “gila” dengan perhitungan storage tank, heater, coller, pressure tank, pompa, neraca massa dan neraca energy…? Atau sedang sibuk memikirkan baju toga yang mewah …? Ah anak kuliahan seperti kita takkan sanggup memikirkan baju toga sebelum Skripsi selesai. Sudahlah teman, kita hanya perlu waktu yang tepat untuk meraih gelar sarjana, bukan tepat waktu. Tepatnya ini menurut sebagian dosen intan. Hehe
Di minggu-minggu sibuk ini, terlintas wajah kalian. Yaa meski hanya terlintas tapi itu semua sudah cukup mewakili seluruh ingatan intan dengan sekolah kita dulu. Madrasah Sumatera Thawalib Parabek. Sekolah berbasis islam yang mengubah segala aspek kehidupan kita. Hidup bersarama membuat persahabatan menjadi sebuah ikatan ukhuwah yang kuat. Bertemu dengan teman-teman dari guguak tinggi dan guguak randah menjadikan tali ukhuwah itu semakin indah. Sekali lagi kawan, aku sangat merindukanmu. Rindu akan berjumpa disuatu saat nanti dengan kondisi iman terbaik kita.
Ayulia Rosa : Tetanggaan kamar waktu kelas satu tsanawiyyah dulu. Teman dengan logat payakumbuh yang tak pernah hilang. Dan selama di parabek, intan tak pernah bisa mengerti dengan logatmu, yu. Pernah nguping pembicaraan ayu waktu nelpon, tapi tetap saja yang paham waktu ayu ngomong, “dak obeh mo ayu doh ma ...“ just it. Hihi
Selalu takut untuk melanggar peraturan asrama sejak awal masuk disana. Meskipun, kami sudah kompakan untuk tidak shalat ke mesjid, ne anak tetap saja hilang waktu orang adzan dan udah nyampe duluan di mesjid. Tapi, ayu adalah “jam weker“ intan untuk setiap jadwal shalat. Ini serius yu, makasih banyak yu untuk selalu mengingatkan intan shalat tepat waktu. hehe
Desrina Rahmawati : temaaaan kelaaas gueee yang super unik. Maaphin segala kesalahan gue yaa. Desrina lah orang paling sabar dengan segala kejahilan intan. Meski intan marah-marah waktu belajar qawaid, meski sering salah paham dengan intan. Meski patah hati setiap jatuh cinta, tapi dia orang yang paling rajin menghafal ketika semua orang sudah tertidur. Desrina adalah orang yang paling mengerti tentang masalah Falling in Love and broken heart. Dan satu lagi, kita sering banget berantem hanya karena hal-hal kecil yang sepele. Tapi aku suka itu. Gue rindu dengan cerita cintamu hari ini, siapa lagi yang menjadi korban hati loe hari ini ?
Bunga shiba : si“bunga“ indah yang muncul di tengah-tengah perjalanan aliyah kami. Awal bertemu dengannya, intan merasa ada sesuatu yang luar biasa yang akan mengubah kehidupan kami di Parabek, and it’s right. Sampai hari ini intan tak mengerti kenapa ne anak harus pindah ke sekolah kami yang biasa ini. Dan juga, intan selalu bingung saat bunga mengajak intan dalam acara anak “agama“ padahal intan kan anak IPA. Dengan jilbab panjangnya, intan mulai menyadari suatu hal. Yaa, hijab yang rapi dan tertutup. Syukran jazilan, nga. Terima kasih untuk kehadiranmu di sekolah kami.
Ingin bertanya segala hal padamu nga, tapi kita terpisah dengan kesibukan kelas agama dan IPA. Dan sedikit demi sedikit pertanyaan itu terjawab hari ini. Terjawab ketika kita sudah terpisah jauh nga. Bungaa, sebenarnya intan masih penasaran dengan bunga. Tapi ya sudahlaaah… ^_^
Iyya humaira : teman sejantung akuuuh…. Kita gk pernah terpisahkan sejak 1 aliyah. Teman yang selalu mengajariku tentang IPA. Meski 3 tahun bersama, intan tidak pernah menanyakan masalah Percintaannya. Haha
Perempuan dengan “wajah kemerah-merahan“ ini selalu memberikan semangat belajar intan. Anak guguak tinggi yang selalu bisa intan andalkan ketika ibuk dhani, buk elya dan buk yanti masuk kelas. Iyya, sudah mendahului kita dalam masalah fiqh tapi intan tahu pasti, dia takkan pernah ragu dalam mengambil keputusan dalam kehidupannya. Intan yakin, hari ini naisya takkan pernah menyesal punya Ibu setegar Iyya. Tetaplah kuat seperti dulu yaa....
Sulastri ariana : kakak kita yang terkadang tidak seperti kakak..hehe.  Kak las, teman sekamar dari kelas satu sampai kelas enam di parabek. Mungkin ini bukan karena nasib yang mempertemukan kita di Pekanbaru. Lebih dari itu, sebuah ukhuwah islamiyyah yang terus mengikat kita. Satu persatu intan mulai menyadari bahwa kak las selalu ada ketika masalah datang menghantui intan. Curhat tentang apapun, pasti ada jawabannya.
Ingat cerita parabek, selalu ingat dengan kasur empuknya, susah bangun dan paling rapi isi lemarinya. Yaphi, hari ini intan beruntung bisa berkuliah satu kota dengannya. Meski setiap ke rumah, selalu lupa alamat rumah kak las tapi kalo udaah kangeen banget, jarak pun tak jadi masalah. Loph you.. loph you so much.
Shinta mustika : cewek jambi yang bersekolah di Parabek. Paling jauh kampongnya. Intan paling suka dengan gaya cuek shinta. Paling seneng lihat shinta makan eskrim connetto. Shin, ntan kangen sama peyek muaro bungo shin..
Yaa, meskipun gak sempat dekat, intan yakin ibuk Bahasa Inggris ini adalah gadis jambi yang cantiiik..ckck
Almuzaini  : awal berjumpa sudah deg-deg sekali. Intan ingat sekali waktu intan menjadi mursyidah di sebelah kamar almuzaini. Sumpah, saat itu agak takut bergaul dengan zaini. But setelah satu kamar di kelas 6. Semuanya sirna, ternyata almuzaini orangnya lucu, bijak dan tegas. Ya sikap tegasnya lah yang membuatnya dihargai. I’m proud to you.
Siti aisyah : nama sebenarnya adalah sayyidati Aisyah. Anak guguak randah yang tahu segala dari sisi yang berbeda. Ketika kami hanya tahu tentang artis-artis korea,  dia sudah paham tentang kota-kota di korea. Ketika kami hanya berangan-angan tentang negara impian. Dia sudah mengerti tentang keadaan islam di kota-kota di inggris. Ah, keinginan terbesarnya adalah inggris. Just Inggris, inggris dan inggris. Kita janji untuk keliling eropa kan siti..? akan kita buktikan bersama, tungguin gue di jerman yeee...
Biologist Unand ini tentu sudah banyak mengerti tentang granada, sevillia, dan kota-kota islam di eropa. Bahkan dia lebih paham tentang “negara impian“ kami daripada kami sendiri. Terakhir bercakap tentang Dream Country, dia menyuruh kami mengirim Timeline perjalanan kehidupan kami. Ah, maafkan temanmu ini siti, tugas-tugas kuliah ternyata lebih menguasai pikiran ini.
Rahmi yunita : nitaa, I miss you so much. Terima kasih banyak telah menerima intan sebagai teman yang merepotkan. Karena nita, ntan bisa lebih dekat dengan guru-guru kita. Ngajak intan untuk berdiskusi dengan ustadz irwan dan ustadz  zakki. Kadang, nita rela memenuhi keinginan intan untuk berbincang dengan ustadz ilham. Nita lah yang paling paham dengan sisi lain kehidupan di asrama, yaa karena dia ketua IPAP. Kisah cintanya sedikit rumit tapi tak masalah hari ini dia pasti sudah menemukan cintanya lagi. Hehe
Nit, ingat kisah kita di depan perpustakaan MST (sekarang : Shariah Mart) waktu kelas satu tsanawiyyah dulu? Kisah yang membuka mata intan tentang hijab. Hahay, kisah itu membuat intan memilih beliau menjadi guru favorit intan. Dan banyak lagi kisah-kisah unik yang membuat intan semakin dikenal orang.
Rahmatul hafizah : ojeez, selalu ada kejutan dengan ojez. Kata-kata bijaknya selalu memberikan inspirasi untuk intan. Kita memang tidak sekelas, apalagi di aliyah. Tapi ntan tetap tidak bisa mengalahkan kedisiplinan ojez dalam waktu. Ketetapan hati ojez untuk selalu mempertahankan pendapat yang menuurut ojez benar. Ada juga, kerapian dan ketelitian ojez juga. Tapi kalo ojez sudah ketawa, ngerasa dunia udah milik pribadi aja.
Dina hayati : yayat, uniang dari piaman. Yayat, yang selalu mengenal orang-orang sekitar. Selalu memaksakan diri untuk menghafal semua pelajaran. Yayat, orang yang tak segan-segan mengkritik teman untuk kebaikan. Yayat yang paling tegar diantara kami. Punya segudang masalah tak membuat dia berkeluh kesah. Yat, ntan salut banget dengan semangat yayat. Terkadang, intan malu sendiri jika berjumpa dengan yayat. Yaa karena yayat, ustadzah kami yang pandai nyanyi seperti gita gutawa.
Debbi yobe nanda : debbi yobe nanda, cewek si kacamata yang tergila-gila dengan korea. Paling membenci boyband indonesia karena sudah memplagiat karya korea. Paling suka drama korea dan apapun tentang korea. Bercita-cita tinggal di korea. Semoga tercapai ya bi, gue dukung loe banget. Gaya lebaynya selalu mengundang tawa tanpa sedikitpun menyinggung orang lain. Dan lihatlah dia hari ini, debbi yang tergila-gila dengan korea sudah penyandang gelar sarjana. Dan hari ini mari kita doakan debbi untuk mendapatkan pekerjaan “apoteker“nya.
Ghina qudsi : ghina qudsi, cewek “Turki“ yang selalu bersemangat belajar. Menumpuk buku-buku IPA di samping tempat tidur waktu musim ujian. Dalam kesibukan sendirinya, intan ingin rasanya belajar IPA dengannya. Meminjam buku-buku rumusnya dan meminta mengajari IPA yang membingungkan itu. Ghin, masih sama kah cara belajar ghina sampai di kuliah sekarang? Intan selalu terkagum-kagum dengan semangat ghina.
Ohya, satu lagi, ntan suka gaya cuek ghina. Meski kami terkadang membicarakannya dari belakang, memarahi ghina dengan cara yang tidak baik, mengucilkan ghina di kamar. Tapi sungguh ghin, intan kagum dengan cara ghina menyikapi itu semua.
oke, tidak sedikit cerita kita di sekolah dulu. Mungkin butuh berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mengenang kisah-kisah itu. Cerita cinta desrina saja sudah butuh berjam-jam menganalisanya, mengaitkan satu persatu kisahnya. Tambah lagi kalo kisahnya diceritakan dengan debbi dan siti sang dewi“lebay“ sedunia. Dengan kehadiran iyya, yayat dan ojez yang bijaksana. Kak las dan bunga yang selalu memberikan nasihat. Nita yang selalu berlawanan. almuzaini, ghina dan shinta yang cuek. Dan adalah ayu yang selalu setia mendengarkan curhatan desrina. Dan intan, jangan ditanya lagi. Kita selalu bertengkar untuk masalah-msalah sepele sekalipun.
 Teman, mungkin 2-3 tahun kita tak berjumpa. Tentu banyak kisah-kisah kampus yang ingin kita ceritakan. Kisah cinta misalnya atau kisah mengejar-kejar dosen. 10-15 tahun lagi kita berjumpa lagi ya. Dan janji, kita udah menunaikan ilmu fiqh inyiak. Jangan biarkan iyya menunaikannya sendirian.
Jadi, Who’s else to be a wife? Undang aku teman ....