Pages

Selasa, 27 Januari 2015

Semester Tujuh, Semester Keluarga (Cerita tentang TRP) bag 2



Laporan 4 dan laporan 5. Dua laporan ini yang paling aku cemaskan coz aku tak mengerti tentang instrumentasi dan perpipaan dan analisa ekonomi. Di laporan 4 ini, kami berbagi dosen pembimbing dengan kelas B. Jadi harus booking waktu dengan mereka. Pengerjaan laporan ini selama 2 minggu karena minggu pertama bapak Bahruddin tidak di pekanbaru. Tiga hari pertama aku habiskan waktu dengan menonton film. Seneng banget rasanya bebas dari TRP. Baru setelah itu, kami semua mengerjakan laporan lagi. Sampai akhirnya kami revisi dengan Bapak Baron. Yach, hanya senyuman kepasrahan yang bisa kami persembahkan untuk bapak ketua jurusan Teknik Kimia tersebut. Sampai-sampai aku meninggalkan pena “Seminar DEN (Dewan Energi Nasional)” di meja beliau.
Laporan terakhir bersama bapak Hari Rionaldo. Dosen muda yang semangatnya melebihi semangat dosen-dosen yang lain. Kami harus benar-benar belajar karena di laporan inilah puncak dari rancangan pabrik. Ini tentang masalah uang yang menentukan masa depan pendirian pabrik. Ini benar-benar gila. Di minggu itu juga kami UAS PPTK bersama Bapak Hari. Emang gak ada tenggang waktu. Pasrah banget rasanya. Di laporan ini juga, tiba-tiba kami merasa muak dengan laporan, bosan menghitung angka-angka di Ms. Excell dan melihat huruf-huruf di Ms. Word. Di revisi pertama, laporan kelompok temanku sempurna untuk diperbaiki. Salah total. Untung aja gak dicoret-coret laporannya. Sambil menunggu giliran, kelompokku memperbaiki laporan di studio sampai jam 9 malam. Dan sampai akhirnya bapak hari sudah malas memeriksa satu-satu. Jadilah kami hanya menunggu hujan reda di kampus. Pekerjaan yang sia-sia. Dan di laporan 5 ini, aku semangat untuk bolos masuk kelas. Ya, ini yang kedua kalinya aku bolos di semester ini. Tapi sialnya, teman-teman aku yang sering bolos ternyata masuk kelas semua jadi aku ditanya dosen deh. Aku membolos karena mengerjakan layout Pabrik yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi tetap harus ada di laporan. Malu-maluin banget kan.
Selfie setelah Presentasi TRP
            Akhirnya setelah semua laporan selesai, kami ternyata harus membuat Executive Summary yang berisi Latar Belakang, Deskripsi Proses, Profil Pabrik Dan Analisa Ekonomi. Ini dibuat hanya semalaman guys pakai sistem kebut semalam. Haha. Tapi ini juga dipresentasikan tiga hari setelah dikumpulkan ke prodi teknik kimia S1 didepan tiga dosen pembimbing utama TRP yaitu ibuk Zuchra, bapak Rendy dan Bapak Hari. Dan waktu sesi diskusi, tetap aja bapak Hari bertanya tentang Analisa Ekonomi. Waduh, gak puas seminggu beliau membuat kami galau. Diakhir presentasi, akhirnya bapak Hari bilang,” dengan berakhirnya presentasi tadi, maka Tugas Perancangan Pabrik kelas A resmi selesai,” yeyeyeye, Alhamdulillah.
            Buat aku, TRP ini adalah tugas kelompok yang paling berat dan ngangenin. Ya, kangen dengan suasana sibuk-sibuknya, suasana nanya sana-sini, suasana menghitung di Mr.Excell nya. Kangeen deh semuanya. Dan waktu TRP inilah kelas kami kompak banget. Mengerjakan Flowsheet overall sama-sama di studio, karena kebetulan banget judul TRP kami sama satu angkatan. Sampai-sampai temanku udah ngerasa jadi Proccess Engineer aja.ckckck. trus disela-sela mengerjakan TRP ini, sebagian dari kami, ikut kunjungan industri minyak goreng ke PT SDS di Dumai. Di TRP ini, juga sempat terjadi salah paham dengan dua kelas lain. Kami dengan kelas B karena merebut dosen pembimbing laporan 4. Kami dengan kelas C salah paham karena kerancuan temanku membuat status di BBM. Dan kecemburuan satu sama lain terkait dosen pembimbing.
Chemical Engineering 2011, Yess!!
Tapi thanks banget buat TRP yang udah berusaha banget menyatukan kami dalam suka maupun duka nya teknik kimia. Membuat kami semua sadar, bahwa Teknik Kimia itu gampang-gampang sulit. Dan juga membuat buku-buku teknik kimia yang kami miliki berguna. Dan banyak lagi yang terjadi selama 4 bulan mengerjakan TRP. Dan nilai TRP pun tak membuat kami kecewa. Alhamdulillah kami bisa dapat A+, B+ dan B. Ya setidaknya terbayar sudah untuk malam-malam yang panjang dan waktu 4 bulan pengerjaaan TRP. Terima Kasih TRP, terima kasih banyak. But, perjuangan di teknik kimia belum selesai lho, kami harus melanjutkan perjuangan ke KP, penelitian dan ujian kompre di semester 8 ini. Semangaaat untuk seluruh teman-teman di Chemical Engineering, University of Riau.



Semester Tujuh, Semester Keluarga (Cerita tentang TRP) bag 1


       Semester tujuh adalah semester keluarga buat aku. Semester yang penuh kebersamaan, kesibukan dan sedikit kelalaian. Setelah dua bulan KKN di Rokan Hulu, aku harus balik ngampus lagi. Bawa ransel hijau “Season” tiap hari, jalan 5 menit ke kampus, say Hello sama teman-teman di Lobby trus blak-blakan nanyain tugas. Sok-sok nanya eh akhirnya ikut nimbrung lihat tugas teman. Dan aku yakin 100% dosen pengampu itu mata kuliah udah geleng-geleng kepala lihat kelakuan liar mahasiswanya, “ Percuma saya ngasih tugas di rumah kalo kalian mengerjakannya 1 jam sebelum masuk kelas. Ditambah pula jawabannya sama semua satu kelas”. Pasrah, satu-satunya jalan plus bermuka putus asa aja deh akhirnya kami. Eh sang dosen malah ngasih soal untuk dikerjakan di kelas. Alamak, muke gile lah kami…
       Tapi dari lubuk hati nan paling dalam, kami termasuk aku juga merasa prihatin bangeeet sama seluruh dosen pengajar terutama pengajar di semester tujuh ini. Beliau sudah bersusah payah mengajar kami, mungkin sebagian malah mencoba untuk menghibur kami dari Tugas Perancangan Pabrik nan semakin hari semakin tak menentu nasibnya. Ah, apalah daya pak, jiwa ini juga tak bisa pungkiri bahwa kami juga dilanda rasa stress yang tak terhingga sampai-sampai tertidur di depan laptop, terkapar di atas tumpukan buku berbahasa inggris itu. Ah peristiwa memalukan jikalau ada CCTV yang merekamnya.  
Oke baiklah, aku akan jelaskan kenapa kami bisa terjebak dalam kondisi terparah di perkuliah teknik kimia itu. Yaaph, di semester tujuh ini kami mengambil mata kuliah Tugas Perancangan Pabrik atau kalo boleh disingkat jadi TRP. Yah, meskipun sebagian kecil ada teman yang belum bisa mengambil matkul itu, bukan karena matkul TRP matkul pilihan tapi mereka memilih untuk menundanya karena tak cukup IPK. Aku ikut prihatin teman, semoga kalian lebih baik daripada kami dan Perancangannya lebih dimudahkan Allah. Aamiin. TRP adalah mata kuliah yang tak 24 jam sehari mengerjakannya, tak cukup 1 rim untuk ngeprint laporannya dan tak mungkin dikerjakan oleh 1 orang. Yaha, TRP adalah mata kuliah mematikan dengan dosen pembimbing yang super hebat dengan range waktu mengerjakannya hanya satu minggu untuk setiap laporan. Tapi untungnya TRP ini dibuat secara berkelompok. Syukur deh.
         Aku berada di urutan kelompok 5 dengan teman kelompok, Triyana Defi, Jhon Fery Marihot T dan Prasetyo Arva serta aku sendiri Intan Fitra Martin.  Aku bersyukur banget bisa sekelompok dengan mereka. Seneeeng banget dah. Sampai-sampai aku malah ngerasa minder dluan. Tapi kata teman yang lain,” intan asyik bisa sekelompok dengan yana yang cepat paham, jhon yang rajin, pras yang mudah diajak, intan juga rajinlah bantu-bantu.” Degh iya juga sih, oke siphlah aku mulai fokus dan konsentrasi dengan TRP ini. Ohya kali ini, TRP kami adalah “Pra-rancangan Pabrik RBD Palm Olein dari CPO dengan kapasitas 350.000 ton/tahun”. TRP ini terdiri dari 9 laporan plus laporan executive summary pabrik. 
Chemical Engineering's Books
       Setelah briefing akbar di studio, mulailah kami searching data-data yang diperlukan untuk laporan 1 dengan dosen Pembimbing ibuk Zuchra Helwani. Wuih, di laporan 1 aja, aku udah mulai stress karena gak ketemu data tentang lokasi pabrik dan prospek ekonomi pabrik. Waduuh, gimana ne? udah coba nanya ke kelompok lain, eh malah nambah pusing. Akhirnya yana bilang,” coba ntan pahami arti subbab nya dan  cari keyword yang mudah aja, gk usah yang sulit. Ntar ketemu tu”. Saat itu aku hanya mengangguk, mencoba untuk konsentrasi lagi nyari daaan akhirnya ketemu deh. Seneng bangeet. Tapi senengnya cuma sebentar karena kami sudah masuk ke laporan 2 tentang Neraca Massa dan Neraca Energi dengan bapak Ahmad Fadli. Karena laporan 2 ini dikerjakan selama 2 minggu jadi dua hari pertama kami nyantai. Ngerasa kalo laporan 2 itu bakal hampir sama sulit dengan laporan 1 tapi gak sama sekali guys. Laporan 2 jauh lebih sulit dari laporan 1. Di laporan 2 ini, Degree of Freedom nya harus seimbang pada rektan dan produk. Harus sama juga dengan neraca energinya. Aku sih paham tentang rumusnya tapi tetap saja grogi waktu revisi dengan pak Fadli. Jadilah aku seperti patung lilin yang hanya diam seribu bahasa. Memalukan sangaaaat.
       Di laporan 3A sedikit terobati, karena Alhamdulillah aku paham dengan perancangan alat Degumming dan Bleaching tapi pusing waktu menghitung densitas dan viskositas RBDPO nya. Dan di laporan 3B dan 3C ini seru guys. Seru banget untuk dikenang bersama ibuk Maria Pararenta. Kami terlantar selama 1 minggu gara-gara ibuk Maria hanya ke kampus sekali seminggu. Kacau kali lah dua laporan kami itu. Setelah laporan 3B dikumpul, kami dikasih arahan oleh ibuk Maria. Sempat terjadi perdebatan dengan beliau karena kesalahpahaman. Aku tak ikut karena terlambat datang ke studio. Awalnya sudah berniat masuk, tapi suara ibuk sudah sampai ke luar kelas jadinya nyaliku ciut untuk masuk kelas. Ya sudahlah, duduk di luar kelas aja sambil nungguin adzan zhuhur. Setelah itu, laporan kami tertunda selama dua minggu,”Ya ngak papa lah terlambat 2 minggu. Toh kalian juga ngerjainnya masih salah.” Waduuuh ibuuuk..
    Gak mau ketinggalan dengan kelas lain, kami mengejar laporan 3D dengan ibuk Zuchra. Di laporan 3D ini, kami harus menghitung 16 pompa dan 6 tangki penyimpanan. Harus teliti dan butuh konsentrasi penuh ne. Lanjut ke laporan 3E tentang system utilitas. Di laporan ini ternyata banyak banget pompa dan tangki yang dihitung dan semuanya harus dilampirkan ke dalam laporan. Walah, walah. Terpaksa deh kami berempat bagi tugas, yana dan jhon bagian pengolahan air, intan bagian pengolahan limbah dan pras bagian listrik. Dan sangking banyaknya, kami tidur di studio. Lebih tepatnya nginap aja sich. Jam 8 malam nyampe kampus lagi trus setibanya di studio, ada yang ngidupin film Marmut Merah Jambu “nya Raditya Dika. Kami  bukan nonton film sich tapi itu film yang nonton kami. Haha
Belajar Flowsheet Overall Pabrik
            Akhirnya jam 7 pagi baru selesai mengerjakan laporannya. Jam 10 pagi dikumpul dan jam 11.30 briefing laporan 4. Padat banget jadwalnya dan aku belum sempat tidur. Huhu. Besoknya revisi laporan 3E dengan ibuk Komalasari. Ternyata aku salah memasukkan data panjang sungai dan ibuk komala shock berat, “Panjang betul sungai nya ini. Ini melebihi panjang dari pulau sumatera padahal sungainya cuma sungai kecil di kecamatan ini,” jadinya hari minggu, aku habiskan waktu berjam-jam mencari ulang data tentang sungai itu. Susah banget nyari bahkan aku sempat nonton movie sangking bosannya searching di google. Dan akhirnya pengorbananku tak sia-sia. Sebelum fajar senin terbit, aku menemukannya. Seneeeng banget rasanya.