Entah
dari mana mulanya kebiasaan jelek kayak gini. Nge-stalking mahasiswa Indonesia
yang belajar di luar negeri. Awalnya cuma kepo tentang pendidikannya aja, trus
penasaran gimana bisa kuliah di universitas ternama disana eh berlanjut sampe
pengen tau kehidupan privasinya. Uupszz, emang kagak tau adat nee. Hahaha. But,
gue kepo nya hal-hal positif aja yaa, Remember, just Positive Things.
Orang pertama yang gue kepo-in
adalah Uda Ridwansyah Yusuf. Kenalnya ketika Uda Yusuf diundang menjadi
pemateri di Acara Musyawarah Wilayah FULDKT Sumbagut beberapa tahun yang lalu.
Jadi setelah usai acara, gue add facebook beliau. Sok-sok baca wall
nya dan mata gue terpana ketika membaca PPI Belanda. Yaph, ketika itu Uda Yusuf
sudah berada di Belanda untuk melanjutkan kuliahnya. Rasa penasaran gue terus
mengalir ketika membuka fanspage PPI Belanda dan ternyata itu adalah sebuah
organisasi Pelajar Indonesia yang berada di Belanda. Ya semacam organisasi pengikat
pelajar-pelajar yang berada di luar negeri. Rasa penasaran gue terhadap Belajar
di luar negeri semakin memuncak. setelah itu tanpa berpikir panjang, gue langsung
search PPI Inggris. Yaa, cuma itu yang terlintas di kepala soalnya gak tau
negara mana yang mau dicari. Alasan lain, yaaa karena negara Inggris adalah
impian teman gue yang Sarjana Biologi Unand, Sebut ajalah namanya Siti Aisyah
S.Si. Anak guguak randah yang bercita-cita ingin pergi ke Inggris. Hehehe
![]() |
| Uda Ridwansyah Yusuf Achmad (Uda Ucup) :) :) |
Sempat ragu sebenarnya ketika ngetik PPI
Inggris di search facebook, ditambah loading nya lama banget Tak
lama kemudian, keluarlah hasilnya fanspage PPI UK. Hah, kok PPI UK yang
ada? Gue termenung sesaat dan akhirnya senyum-senyum sendiri. ya iyalah UK, United
Kingdom. Bodoh kali lah, mentang-mentang belajar IPS cuma sampe 3
Tsanawiyah tapi kebangetan kalo nama negara aja kagak ingat. Dengan semangat yang
menggebu-gebu akhirnya PPI UK tuntas gue baca sampai akhir. Dari penelusuran
yang bagai detektif Sherlock Holmes itu, gue mendapat informasi penting
sepenting Kertas Ujian UN SMA. Dari situ, gue tau kalo PPI UK diketuai oleh
mahasiswa asal Indonesia yaitu Faldo Maldini yang belajar di Imperial College
London. Amazing guys. Apalagi setelah kepo beberapa hari, ketahuan kalo
di Abang adalah anak Rantau dari daerah Minangkabau. Ah sudahlah, urang awak
juo ruponyo mah.
Dari
Uda Faldo inilah aku mengenal nama-nama PPI di beberapa negara lain. Sebut
saja, Jerman dengan PPI Jerman, Amerika dengan Permias, Korea dengan Perpika,
Rusia dengan Permira, Mesir dengan PPMI Mesir dan berbegai negara yang memiliki
nama yang sama. Hampir semua negara sudah memiliki organisasi PPI nya. Puas
dengan mengacak-acak isi fb nya Uda Faldo, gue mulai ngegosip Uda Faldo dengan
Siti Aisyah S.Si. Awalnya dia mah lewat ajaa, pura-pura gak peduli and mengabaikan
Hot Issue dari gue. Tapi setelah seminggu kemudian, tiba-tiba dia
teriak-teriak histeris hingga tak sadarkan diri. Uda Faldo yang saat itu sudah
balik ke Indonesia meminang gadis pujaan hatinya, kak Vrina yg sekarang sudah
dikarunia seorang bidadari kecil, Dayna Fakhra Madrian. Ah, alah ramuak hati
denai, ooh hancua cano galeh pacah…
![]() | |
| Uda Faldo Maldini (Uda Faldo) :) :) |
Berlanjut kepada ketua PPI Dunia 2014-2015,
Bg Ahmad Almaududy Amri. Seorang pelajar Indonesia yang belajar di Australia.
Bg Dudy, panggilannya. Cowok imut, alim, berkaca mata dan yang mengejutkan
adalah umurnya baru sekitaran 26 tahun. Ah, gagah betuul. Lahir dari keluarga
diplomat yang semua keluarganya terpisa-pisah demi menempuh pendidikan. Pernah
menjadi narasumber di acara Muslim
Traveler sebagai aktivis muslim di komunitas muslim Australia. Gagah sangat
pokoknya. Aku kenal doi sih pas heboh-heboh acara Simposium Internasional PPI
Dunia, pergantian kepengurusan PPI Dunia gitu deh di Singapura. Berbagai blog
udah mengulas tuntas perjalanan pendidikan dan organisasi bg Dudy. Beliau udah
aktif sejak kuliah S1 di Universitas Sumatera Utara sebagai aktivis muslim dan
pernah menjadi ketua Badan Legislatif Mahasiswa. Jadi wajar banget kalo
sekarang jadi Diplomat Muda yang presentasinya aja udah ke berbagai negara. Trus
yaa, akademik gak pernah kebablasan. Buktinya aja S2 bisa di dua Universitas,
yaitu UI dan UGM truss lanjut ke University of Walonggong, Australia. Alamak,
perfect person deeeeh. Ya, cowok inilah yang kami ceritakan hingga
berbulan-bulan. Dari fb, instagram, blog sampai fb orang yang berkaitan dengan
bg Dudy udah terbongkar habis. Sampai pada akhirnya kejadian serupa terjadi
lagi. Bg Dudy yang suka senyum ini akan menyempurnakan separoh din-nya. Kak Ida namanya, mahasiswi S2 Faculty of Laws di Belanda
yang satu almamater dengan bg Dudy di USU. Ah sudahlah, kesempatan menjadi
keluarga diplomat sudah tinggal angan-angan belaka. Itulah yang digalaukan oleh
Siti Aisyah S.Si berminggu-minggu. Fb kak Ida pun sampai di add oleh
siti hanya untuk mengetahui tipe istri bg Dudy. Tak ketinggalan blog kak Ida
juga sudah dibaca semuanya dari awal kak Ida nge-blog sampai kak Ida cerita
tentang suami tercinta yang menemaninya di Belanda. Ah cemburu,cemburu,
cemburuuuu. Dan sebagai gantinya, siti nyuruh gue nge-stalk anak
Indonesia yang berprofesi diplomat muda seperti bg Dudy sebagai ganti kepatah
hatiannya. Oh my God, mau kemana dicari pangeran sekeren bg Dudy yaa??
![]() |
| bg Ahmad Almaududy Amri (bg Dudy) :) :) |
Next person yang bikin
kami tergila-gila selanjutnya adalah bg Muhammad Zulfikar. Mahasiswa Ph.D in
politics di University of Manchester, UK. Nah, yang bikin hati terbang
tinggi adalah Mas fikar adalah satu dari ribuan anak yang menderita sakit
difabel yang menyebabkan sulit menulis dengan pena. Masa kecilnya pun dipenuhi dengan bully-ing
dari teman-temannya. Tapi mas fikar tetap sabar dan semangat dengan
kekurangannya, hingga akhirnya suatu waktu keluarganya pindah ke Qatar. Di negara
berpadang pasir inilah, dia tidak lagi menjadi bahan cemooh, terbukti dengan
prediket camlaude ketika S1 di University of Qatar jurusan hubungan
Internasional. Ah, kekurangannya hilang sudah dan berganti menjadi prestasi
yang luar biasa. Sumpah saluuut banget dengan perjuangan hidup Mas fikar.
Dengan kelebihan yang dia punya, mas fikar bisa menjadi journalist di Huffington
Post di UK. Sebagai muslim yang baik, mas fikar selalu mengulas tentang apapun
yang terkait dengan kehidupan muslim dan politik di negara-negara islam. Ah,
kereeen euuy, artikelnya hampir setiap hari terbit di Huffington bersama dua
rekannya, Uda Mediaa (Mahasiswa Ph.D asal Sumatera Barat) dan Bg Beni
(mahasiswa Ph.D asal jambi). Selain menjadi journalist, mas fikar
diamanahi menjadi wakil presiden PPI UK dan sering menjadi pengisi acara di
KIBAR (Komunitas Islam di Inggris) sebagai ustadz. Mungkin gegara pernah
mengenyam S1 di Qatar jadi ilmu agamanya kuat banget. Nah fortunately,
mas fikar ini masih jomblo lho, jadi senang aja nge-stalking nya karena
kagak ada yang cemburu. kwkkwkwk
![]() |
| Bg Muhammad Zulfikar (Mas fikar) :) :) |
Nah, ini sebagian pelajar Indonesia yang kami
kupas kehidupannya. Masih banyak sebenarnya mahasiswa luar negeri yang sesekali
nyantool di hati. Ada bg Yasni di Belfast, kak Fadhilah Muslim yang pernah
kuliah di Perancis dan sekarang Ph.D di London, teteh Dewi yang kuliah di
Inggris bersama suaminya ustadz Revy, bg Zaky Amrullah di Korea Selatan, bg
Steven Guntur di Rusia, mas Emen di Turki, bg Imam di Arab Saudi, bg Rikza di
Jerman, bg Ferry di Swedia yang istrinya gadis Minang dan banyak lagi yang
nongol di Beranda facebook. Keseringan iri lihat status mereka yang cerita
tentang perjuangan kuliah di negeri orang, perjalanan keliling eropa, berjumpa
dengan pejabat-pejabat Indonesia yang berkunjung ke luar negeri dan foto-foto
mereka. ah, kapan ya bisa seperti mereka??? Itulah kalimat terakhir yang selalu
kami ucapkan setelah puas membedah isi fb setiap orang yang kami stalking.
hehehe



