Pages

Kamis, 14 Juli 2016

International Stalkers



           Entah dari mana mulanya kebiasaan jelek kayak gini. Nge-stalking mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri. Awalnya cuma kepo tentang pendidikannya aja, trus penasaran gimana bisa kuliah di universitas ternama disana eh berlanjut sampe pengen tau kehidupan privasinya. Uupszz, emang kagak tau adat nee. Hahaha. But, gue kepo nya hal-hal positif aja yaa, Remember, just Positive Things.
            Orang pertama yang gue kepo-in adalah Uda Ridwansyah Yusuf. Kenalnya ketika Uda Yusuf diundang menjadi pemateri di Acara Musyawarah Wilayah FULDKT Sumbagut beberapa tahun yang lalu. Jadi setelah usai acara, gue add facebook beliau. Sok-sok baca wall nya dan mata gue terpana ketika membaca PPI Belanda. Yaph, ketika itu Uda Yusuf sudah berada di Belanda untuk melanjutkan kuliahnya. Rasa penasaran gue terus mengalir ketika membuka fanspage PPI Belanda dan ternyata itu adalah sebuah organisasi Pelajar Indonesia yang berada di Belanda. Ya semacam organisasi pengikat pelajar-pelajar yang berada di luar negeri. Rasa penasaran gue terhadap Belajar di luar negeri semakin memuncak. setelah itu tanpa berpikir panjang, gue langsung search PPI Inggris. Yaa, cuma itu yang terlintas di kepala soalnya gak tau negara mana yang mau dicari. Alasan lain, yaaa karena negara Inggris adalah impian teman gue yang Sarjana Biologi Unand, Sebut ajalah namanya Siti Aisyah S.Si. Anak guguak randah yang bercita-cita ingin pergi ke Inggris. Hehehe
Uda Ridwansyah Yusuf Achmad (Uda Ucup) :) :)
             Sempat ragu sebenarnya ketika ngetik PPI Inggris di search facebook, ditambah loading nya lama banget Tak lama kemudian, keluarlah hasilnya fanspage PPI UK. Hah, kok PPI UK yang ada? Gue termenung sesaat dan akhirnya senyum-senyum sendiri. ya iyalah UK, United Kingdom. Bodoh kali lah, mentang-mentang belajar IPS cuma sampe 3 Tsanawiyah tapi kebangetan kalo nama negara aja kagak ingat. Dengan semangat yang menggebu-gebu akhirnya PPI UK tuntas gue baca sampai akhir. Dari penelusuran yang bagai detektif Sherlock Holmes itu, gue mendapat informasi penting sepenting Kertas Ujian UN SMA. Dari situ, gue tau kalo PPI UK diketuai oleh mahasiswa asal Indonesia yaitu Faldo Maldini yang belajar di Imperial College London. Amazing guys. Apalagi setelah kepo beberapa hari, ketahuan kalo di Abang adalah anak Rantau dari daerah Minangkabau. Ah sudahlah, urang awak juo ruponyo mah.
            Dari Uda Faldo inilah aku mengenal nama-nama PPI di beberapa negara lain. Sebut saja, Jerman dengan PPI Jerman, Amerika dengan Permias, Korea dengan Perpika, Rusia dengan Permira, Mesir dengan PPMI Mesir dan berbegai negara yang memiliki nama yang sama. Hampir semua negara sudah memiliki organisasi PPI nya. Puas dengan mengacak-acak isi fb nya Uda Faldo, gue mulai ngegosip Uda Faldo dengan Siti Aisyah S.Si. Awalnya dia mah lewat ajaa, pura-pura gak peduli and mengabaikan Hot Issue dari gue. Tapi setelah seminggu kemudian, tiba-tiba dia teriak-teriak histeris hingga tak sadarkan diri. Uda Faldo yang saat itu sudah balik ke Indonesia meminang gadis pujaan hatinya, kak Vrina yg sekarang sudah dikarunia seorang bidadari kecil, Dayna Fakhra Madrian. Ah, alah ramuak hati denai, ooh hancua cano galeh pacah…

Uda Faldo Maldini (Uda Faldo) :) :)


          Berlanjut kepada ketua PPI Dunia 2014-2015, Bg Ahmad Almaududy Amri. Seorang pelajar Indonesia yang belajar di Australia. Bg Dudy, panggilannya. Cowok imut, alim, berkaca mata dan yang mengejutkan adalah umurnya baru sekitaran 26 tahun. Ah, gagah betuul. Lahir dari keluarga diplomat yang semua keluarganya terpisa-pisah demi menempuh pendidikan. Pernah menjadi narasumber  di acara Muslim Traveler sebagai aktivis muslim di komunitas muslim Australia. Gagah sangat pokoknya. Aku kenal doi sih pas heboh-heboh acara Simposium Internasional PPI Dunia, pergantian kepengurusan PPI Dunia gitu deh di Singapura. Berbagai blog udah mengulas tuntas perjalanan pendidikan dan organisasi bg Dudy. Beliau udah aktif sejak kuliah S1 di Universitas Sumatera Utara sebagai aktivis muslim dan pernah menjadi ketua Badan Legislatif Mahasiswa. Jadi wajar banget kalo sekarang jadi Diplomat Muda yang presentasinya aja udah ke berbagai negara. Trus yaa, akademik gak pernah kebablasan. Buktinya aja S2 bisa di dua Universitas, yaitu UI dan UGM truss lanjut ke University of Walonggong, Australia. Alamak, perfect person deeeeh. Ya, cowok inilah yang kami ceritakan hingga berbulan-bulan. Dari fb, instagram, blog sampai fb orang yang berkaitan dengan bg Dudy udah terbongkar habis. Sampai pada akhirnya kejadian serupa terjadi lagi. Bg Dudy yang suka senyum ini akan menyempurnakan separoh din-nya. Kak Ida namanya, mahasiswi S2 Faculty of Laws di Belanda yang satu almamater dengan bg Dudy di USU. Ah sudahlah, kesempatan menjadi keluarga diplomat sudah tinggal angan-angan belaka. Itulah yang digalaukan oleh Siti Aisyah S.Si berminggu-minggu. Fb kak Ida pun sampai di add oleh siti hanya untuk mengetahui tipe istri bg Dudy. Tak ketinggalan blog kak Ida juga sudah dibaca semuanya dari awal kak Ida nge-blog sampai kak Ida cerita tentang suami tercinta yang menemaninya di Belanda. Ah cemburu,cemburu, cemburuuuu. Dan sebagai gantinya, siti nyuruh gue nge-stalk anak Indonesia yang berprofesi diplomat muda seperti bg Dudy sebagai ganti kepatah hatiannya. Oh my God, mau kemana dicari pangeran sekeren bg Dudy yaa??
 
bg Ahmad Almaududy Amri (bg Dudy) :) :)
            Next person yang bikin kami tergila-gila selanjutnya adalah bg Muhammad Zulfikar. Mahasiswa Ph.D in politics di University of Manchester, UK. Nah, yang bikin hati terbang tinggi adalah Mas fikar adalah satu dari ribuan anak yang menderita sakit difabel yang menyebabkan sulit menulis dengan pena. Masa kecilnya pun dipenuhi dengan bully-ing dari teman-temannya. Tapi mas fikar tetap sabar dan semangat dengan kekurangannya, hingga akhirnya suatu waktu  keluarganya pindah ke Qatar. Di negara berpadang pasir inilah, dia tidak lagi menjadi bahan cemooh, terbukti dengan prediket camlaude ketika S1 di University of Qatar jurusan hubungan Internasional. Ah, kekurangannya hilang sudah dan berganti menjadi prestasi yang luar biasa. Sumpah saluuut banget dengan perjuangan hidup Mas fikar. Dengan kelebihan yang dia punya, mas fikar bisa menjadi journalist di Huffington Post di UK. Sebagai muslim yang baik, mas fikar selalu mengulas tentang apapun yang terkait dengan kehidupan muslim dan politik di negara-negara islam. Ah, kereeen euuy, artikelnya hampir setiap hari terbit di Huffington bersama dua rekannya, Uda Mediaa (Mahasiswa Ph.D asal Sumatera Barat) dan Bg Beni (mahasiswa Ph.D asal jambi). Selain menjadi journalist, mas fikar diamanahi menjadi wakil presiden PPI UK dan sering menjadi pengisi acara di KIBAR (Komunitas Islam di Inggris) sebagai ustadz. Mungkin gegara pernah mengenyam S1 di Qatar jadi ilmu agamanya kuat banget. Nah fortunately, mas fikar ini masih jomblo lho, jadi senang aja nge-stalking nya karena kagak ada yang cemburu. kwkkwkwk
Bg Muhammad Zulfikar (Mas fikar) :) :)


            Nah, ini sebagian pelajar Indonesia yang kami kupas kehidupannya. Masih banyak sebenarnya mahasiswa luar negeri yang sesekali nyantool di hati. Ada bg Yasni di Belfast, kak Fadhilah Muslim yang pernah kuliah di Perancis dan sekarang Ph.D di London, teteh Dewi yang kuliah di Inggris bersama suaminya ustadz Revy, bg Zaky Amrullah di Korea Selatan, bg Steven Guntur di Rusia, mas Emen di Turki, bg Imam di Arab Saudi, bg Rikza di Jerman, bg Ferry di Swedia yang istrinya gadis Minang dan banyak lagi yang nongol di Beranda facebook. Keseringan iri lihat status mereka yang cerita tentang perjuangan kuliah di negeri orang, perjalanan keliling eropa, berjumpa dengan pejabat-pejabat Indonesia yang berkunjung ke luar negeri dan foto-foto mereka. ah, kapan ya bisa seperti mereka??? Itulah kalimat terakhir yang selalu kami ucapkan setelah puas membedah isi fb setiap orang yang kami stalking. hehehe