Aku tak begitu
mengenalnya. Tapi hati ini tak henti untuk mengingatnya. Memandangnya dari
kejauhan, sudah lebih dari cukup untuk membuat hati ini tenang. Hampir setiap
hari, kami berjumpa. Bercengkrama dalam diam dan menata hati yang selalu berubah.
Saat pertama
mengenalnya, tepat saat hati ini sedang kecewa dan patah hati. Ia datang dan mengubah segalanya. Mulai hari itu dan
kapanpun, aku takkan pernah melupakan kejadiannya.
Saat
itu sekitar jam 11 siang di hari jumat, aku datang terlambat ketika ada acara
perkenalan jurusan teknik kimia di fakultas teknik yang diadakan oleh Himpunan
Mahasiswa Teknik Kimia atau HIMATEKI. Sesampainya di kampus, acaranya sudah
selesai dan tidak ada orang lagi.
Kecewa
bangeet...!!!
Ini
karena aku disuruh tetap di rumah sampai keluargaku berangkat ke Bukitinggi.
Padahalkan acaranya hanya sampai jam 11 siang. Benar-benar menyesal kenapa baru
nyampe jam 11 siang. Disaat yang bersamaan, aku bertemu seorang mahasiswi yang
sama jurusannya denganku. Kami berkenalan tentunya. Saling bertukaran nomor hp
dan berjanji untuk memberi info tentang jurusan teknik kimia. Setidaknya aku
sudah punya teman yang satu jurusan. Kami berpisah karena teman baruku itu
ingin segera pulang. Dan sekarang, tinggallah aku sendiri di lobby.
“yaaah, manga
intan lai yow..? internetan, alah jumatan pasti warnet tutup..” Gerutu ku
sendirian di lobby.
“So, What should I do now..??” Aku benar-benar
bingung plus frustasi saat itu.
Sejenak
aku perhatikan fakultasku, fakultas teknik UR. Bangunan setengah lingkaran ini
bakal jadi tempatku menuntut ilmu keteknikan. Semoga betah deh sama gedung
ini...
Sayup-sayup
terdengar khutbah jumat dari mesjid arfaunnas. Gak mungkin kalau aku ke mesjid
jam segini, pasti masih jumatan. Kalo pulang ke rumahpun, mana bisa kan sopir
angkotnya pergi jumatan. I really confuse. Masa’ baru nyampe kampus udah balik
ke rumah lagi... Gak seru lah...
Lirik
kiri kanan sejenak sambil kebingungan...
Di
saat itu, aku melihat bangunan kecil di sudut fakultas teknik. Sekilas seperti
bangunan mesjid tapi tidak ada yang jumatan disana. Owh, mungkin itu sejenis
mushalla. Beberapa saat aku hanya memperhatikannya dari kejauhan. Ada beberapa
perempuan yang mondar-mandir didepan bangunan itu. Ada perempuan dengan pakaian
biasa dan ada juga perempuan dengan balutan jilbab panjang.
Ah,
mungkin mahasiswi teknik tuu, tapi kenapa mereka terlihat begitu sibuk ? Jadi
penasaran sama bangunan mushalla itu. Awalnya aku ragu mau kesana, tapi karena
sudah jam 12 lewat dan aku belum shalat zhuhur jadinya yaa beranikan diri aja
dulu. Ntar kan bisa shalat zhuhur dan sekalian nanya-nanya tentang kos-kosan
dekat kampus. Maklumlah saat itu aku masih dalam misi mencari kos karena rumah
keluargaku sangat jauh.
Semakin
mendekat, terlihat jelas isi mushallanya. Waah, ada yang ngumpul-ngumpul. Acara
apa pula tu? Mungkin lanjutan HIMATEKI gak yach..?? Tapi kok cewek-cewek aja ya
isinya? Atau ini lanjutan acara himateki tapi khusus cewek karena sekarang lagi
jumatan? Atau gak ini waktu break jadi yang ceweknya disuruh ke sini ntar baru
nyambung acara himateki di lobby lagi..??
Kacau
banget, isi kepala ku hanya terbayang acara HIMATEKI yang sudah selesai tadi.
Yaa, mau gimana lagi aku masih kecewa karena tidak bisa ikut acara HIMATEKI itu.
Sudahlah, aku hanya ingin shalat zhuhur tepat waktu disini. Setelah shalat baru
balik ke rumah.
“So,
lupakan segalanya dan mari tunaikan shalat tepat waktu....!!” kata-kata
semangat itu tiba-tiba datang. Memberi sedikit ketenangan di hati meski masih
kecewa berat.
Tapi
rencana Allah memang sempurna. Aku tidak tau bahwa ini adalah pertemuanku yang pertama
dengan mushalla ini. Tempat favoritku jika ke kampus teknik. Inilah mushalla,
tempatku berjumpa dengan orang-orang luar biasa dalam pemahaman islam dan
keteknikan. Disinilah awal aku mengenal segalanya. Yaph inilah awal dari segala
aktifitasku di fakultas teknik. Pokoknya Is the Best deh....
Semakin
aku mendekati bangunan mushalla tersebut, aku disapa oleh salah satu
kakak-kakak disana.
“ mau kemana dek..??” Degh, ada yang manggil
dek. Siapa tu? orang itu menyapaku. Oke, tenang intan... sepertinya dia orang
baik. Tapi, kenapa dia sok dekat sok kenal gitu..?? alamak, jangan-jangan dia
memperhatikanku dari tadi di gedung C FT. Atau dia anak baru juga, tapi kenapa
manggil adek segala. Atau karena wajahku masih seperti anak SMP yang imut-imut
itu..? hati ini gak tenang bro, tapi sebisa mungkin aku mengatakan, Santai-
santai ntan dan....
“
adek, mau kemana? Mau shalat zhuhur ya?” yaach, dia nanya lagi dan semakin
mendekatiku. Dia berusaha tersenyum padaku. Aku yang hanya mengangguk. Dibawah
terik panas matahari, aku benar-benar tak bisa tersenyum sumringah. Panas kota
bertuah ini sungguh mengujiku untuk bisa tersenyum. Kembali ke sosok perempuan
yang menyapaku tadi. Walah, dia bisa baca pikiranku tapi kenapa dia seperti
kenal baik denganku. Pakaiannya mirip dengan pementorku di MST parabek dulu.
Pakai rok dan jilbab panjang, jangan-jangan dia...Ah sudahlah, jangan pikiran
yang aneh-aneh ntan. Pliiizzz....
“yuk
dek, sambil nunggu waktu shalat zhuhur ikut acara keputrian dulu di dalam... “
weleh, dia ngajak aku, kakak ne siapa sich. Aneh banget tapi yang sialnya aku
ngikut aja. Dia menungguku hingga sampai di depan pintu mushalla. Kami
bersalaman dan dia menyebutkan namanya. Aku membalasnya dengan menyebutkan
namaku. Ini kesempatan besar, jangan-jangan kakak ini anak teknik.
“
kakak, anak teknik juga?” aku langsung blak-blakan. Abizz aku butuh info
tentang kegiatan minggu pertama di teknik. Kalau gak, bisa-bisa gak tahu kalau
ada acara PKA & E-day dan lainnya. Kakaknya mengangguk dan mengajakku untuk
masuk mushalla.
Dan
ketika membuka pintu, terlihat beberapa perempuan duduk melingkar. Syock berat
cz semua mata tertuju padaku. Relax ntan... akupun disuguhi minum dan kue. Ini
acara apaan sih..? sudahlah aku sudah terlanjur ikut. Gak papa lah sambil
nunggu waktu shalat zhuhur dan gak enak juga kalau mau keluar. aku duduk
dibarisan sebelah kiri dan bersebelahan dengan mahasiswa baru lainnya. Aku
tidak mengenalnya sama sekali dan aku juga tidak mengenal orang-orang di
hadapanku. Ikut aja ntan, mungkin bisa jadi pahala di hari jumat. Hehe...
“nah
adek-adek silahkan perkenalkan nama, asal sekolah dan jalur masuk UNRI nya ya.
Dimulai dari sebelah kanan kakak ...” salah satu dari mereka memberi instruksi.
Yaph, kesempatan besar supaya rasa penasaranku hilang. Satu persatu dari kami
memperkenalkan diri. Wah, sepertinya orang yang disebelah kanan sana,aku pernah
mengenalnya tapi dimana? Aku sungguh mengenal wajahnya. Dan ketika sampai digiliranku, aku terbata...
“
Nama intan eh nama saya, intan fitra martin. Asal sekolah MST eh madrasah aliyah
parabek bukittinggi, sumbar. Jalur masuk lewat SNMPTN” benar-benar grogi
jadinya.
Inilah
pertemuan pertamaku dengan mushalla Aljazari. Mushalla kebanggaan anak teknik
euy... dan mulai saat itu, aku tak
pernah berhenti mengunjunginya. Ya setidaknya sekedar menyapa, “Morning, my
favorite place in Faculty of Engineering”. Hingga satu persatu amanah itu
datang, dia tetap disana, menunggu para pejuang dakwah menjalankan amanah di UKMI
Daarul Hijrah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Pernah
ketika aku membaca buletin yang diterbitkan dari BEM FT UR. Disana ada artikel
tentang salah satu ilmuan Islam, yaitu Aljazari, ilmuan tentang robotik.
Awalnya aku hanya membaca sekilas judulnya. But, tiba-tiba ada yang menyapaku
dan langsung bertanya padaku.
“Kenapa dinamakan mushalla teknik dengan
Aljazari ?” salah satu petinggi BEM FT bertanya padaku. Dengan gugup aku
menjawab asal,
“
ya karena nama ilmuan islam kan...”
“
iya, karena aljazari adalah ilmuan islam yang menemukan ilmu robotik. Dan
kebetulan sekali dengan fakultas kita yang juga fakultas teknik. jadi kita
harus bangga jadi anak teknik karena dalam islam sudah ada orang yang
menghabiskan waktunya untuk menemukan teknologi...” jawabnya dengan mantap dan
yakin.
So
Amazing guys...!!
Sebegitu
bangganya punya mushalla dengan nama ilmuan islam. Dan aku...?? apa yang
membuatku bangga padanya.
Tentu
aku bangga dengan mushalla aljazari. Apapaun itu. Menumpahkan segala
perasaaanku disana. Kadang kesal karena amanah yang belum bisa kutunaikan
dengan baik. Kadang menangis tersedu ketika aku belum bisa menjadi pejuang
dakwah yang kuat. Marah saat emosiku mengalahkan kebenaran yang seharusnya ku
patuhi. Dan banyak lagi perasaan tak menentu yang terjadi di mushalla kecil
itu.
Aku
takkan bercerita tentang bangunan mushalla aljazari. Bukan tentang bagaimana
bangunan itu didirikan dan diresmikan. Tapi lebih dari itu semua. Karena aku
adalah salah satu barisan panjang itu. Dan lihatlah mushalla aljazari, hanya
dia yang menjadi saksi bisu keteguhan hati kami di jalan dakwah ini. Hanya dia
yang mengerti saat kami terkadang tertusuk oleh duri perjuangan. Terperosok ke
dalam lubang keputusasaan. Dan hari ini aku berjanji untuk tidak mengecewakannya
dalam berjuang di jalan yang Allah ridhai ini.
by : Ii-ef-eM
Selasa, 22 april 2014
Sambil menikmati makan malam sendirian di kamar ^_^








