Pages

Selasa, 22 April 2014

Aljazari, I love you FULL



Aku tak begitu mengenalnya. Tapi hati ini tak henti untuk mengingatnya. Memandangnya dari kejauhan, sudah lebih dari cukup untuk membuat hati ini tenang. Hampir setiap hari, kami berjumpa. Bercengkrama dalam diam dan  menata hati yang selalu berubah.
Saat pertama mengenalnya, tepat saat hati ini sedang kecewa dan patah hati. Ia datang  dan mengubah segalanya. Mulai hari itu dan kapanpun, aku takkan pernah melupakan kejadiannya.
Saat itu sekitar jam 11 siang di hari jumat, aku datang terlambat ketika ada acara perkenalan jurusan teknik kimia di fakultas teknik yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia atau HIMATEKI. Sesampainya di kampus, acaranya sudah selesai dan tidak ada orang lagi.
Kecewa bangeet...!!!
Ini karena aku disuruh tetap di rumah sampai keluargaku berangkat ke Bukitinggi. Padahalkan acaranya hanya sampai jam 11 siang. Benar-benar menyesal kenapa baru nyampe jam 11 siang. Disaat yang bersamaan, aku bertemu seorang mahasiswi yang sama jurusannya denganku. Kami berkenalan tentunya. Saling bertukaran nomor hp dan berjanji untuk memberi info tentang jurusan teknik kimia. Setidaknya aku sudah punya teman yang satu jurusan. Kami berpisah karena teman baruku itu ingin segera pulang. Dan sekarang, tinggallah aku sendiri di lobby.
“yaaah, manga intan lai yow..? internetan, alah jumatan pasti warnet tutup..” Gerutu ku sendirian di lobby.
 “So, What should I do now..??” Aku benar-benar bingung plus frustasi saat itu.
Sejenak aku perhatikan fakultasku, fakultas teknik UR. Bangunan setengah lingkaran ini bakal jadi tempatku menuntut ilmu keteknikan. Semoga betah deh sama gedung ini...
Sayup-sayup terdengar khutbah jumat dari mesjid arfaunnas. Gak mungkin kalau aku ke mesjid jam segini, pasti masih jumatan. Kalo pulang ke rumahpun, mana bisa kan sopir angkotnya pergi jumatan. I really confuse. Masa’ baru nyampe kampus udah balik ke rumah lagi... Gak seru lah...
Lirik kiri kanan sejenak sambil kebingungan...


Di saat itu, aku melihat bangunan kecil di sudut fakultas teknik. Sekilas seperti bangunan mesjid tapi tidak ada yang jumatan disana. Owh, mungkin itu sejenis mushalla. Beberapa saat aku hanya memperhatikannya dari kejauhan. Ada beberapa perempuan yang mondar-mandir didepan bangunan itu. Ada perempuan dengan pakaian biasa dan ada juga perempuan dengan balutan jilbab panjang.
Ah, mungkin mahasiswi teknik tuu, tapi kenapa mereka terlihat begitu sibuk ? Jadi penasaran sama bangunan mushalla itu. Awalnya aku ragu mau kesana, tapi karena sudah jam 12 lewat dan aku belum shalat zhuhur jadinya yaa beranikan diri aja dulu. Ntar kan bisa shalat zhuhur dan sekalian nanya-nanya tentang kos-kosan dekat kampus. Maklumlah saat itu aku masih dalam misi mencari kos karena rumah keluargaku sangat jauh.
Semakin mendekat, terlihat jelas isi mushallanya. Waah, ada yang ngumpul-ngumpul. Acara apa pula tu? Mungkin lanjutan HIMATEKI gak yach..?? Tapi kok cewek-cewek aja ya isinya? Atau ini lanjutan acara himateki tapi khusus cewek karena sekarang lagi jumatan? Atau gak ini waktu break jadi yang ceweknya disuruh ke sini ntar baru nyambung acara himateki di lobby lagi..??
Kacau banget, isi kepala ku hanya terbayang acara HIMATEKI yang sudah selesai tadi. Yaa, mau gimana lagi aku masih kecewa karena tidak bisa ikut acara HIMATEKI itu. Sudahlah, aku hanya ingin shalat zhuhur tepat waktu disini. Setelah shalat baru balik ke rumah.
“So, lupakan segalanya dan mari tunaikan shalat tepat waktu....!!” kata-kata semangat itu tiba-tiba datang. Memberi sedikit ketenangan di hati meski masih kecewa berat.
Tapi rencana Allah memang sempurna. Aku tidak tau bahwa ini adalah pertemuanku yang pertama dengan mushalla ini. Tempat favoritku jika ke kampus teknik. Inilah mushalla, tempatku berjumpa dengan orang-orang luar biasa dalam pemahaman islam dan keteknikan. Disinilah awal aku mengenal segalanya. Yaph inilah awal dari segala aktifitasku di fakultas teknik. Pokoknya Is the Best deh....
Semakin aku mendekati bangunan mushalla tersebut, aku disapa oleh salah satu kakak-kakak disana.
 “ mau kemana dek..??” Degh, ada yang manggil dek. Siapa tu? orang itu menyapaku. Oke, tenang intan... sepertinya dia orang baik. Tapi, kenapa dia sok dekat sok kenal gitu..?? alamak, jangan-jangan dia memperhatikanku dari tadi di gedung C FT. Atau dia anak baru juga, tapi kenapa manggil adek segala. Atau karena wajahku masih seperti anak SMP yang imut-imut itu..? hati ini gak tenang bro, tapi sebisa mungkin aku mengatakan, Santai- santai ntan dan....
“ adek, mau kemana? Mau shalat zhuhur ya?” yaach, dia nanya lagi dan semakin mendekatiku. Dia berusaha tersenyum padaku. Aku yang hanya mengangguk. Dibawah terik panas matahari, aku benar-benar tak bisa tersenyum sumringah. Panas kota bertuah ini sungguh mengujiku untuk bisa tersenyum. Kembali ke sosok perempuan yang menyapaku tadi. Walah, dia bisa baca pikiranku tapi kenapa dia seperti kenal baik denganku. Pakaiannya mirip dengan pementorku di MST parabek dulu. Pakai rok dan jilbab panjang, jangan-jangan dia...Ah sudahlah, jangan pikiran yang aneh-aneh ntan. Pliiizzz....
“yuk dek, sambil nunggu waktu shalat zhuhur ikut acara keputrian dulu di dalam... “ weleh, dia ngajak aku, kakak ne siapa sich. Aneh banget tapi yang sialnya aku ngikut aja. Dia menungguku hingga sampai di depan pintu mushalla. Kami bersalaman dan dia menyebutkan namanya. Aku membalasnya dengan menyebutkan namaku. Ini kesempatan besar, jangan-jangan kakak ini anak teknik.
“ kakak, anak teknik juga?” aku langsung blak-blakan. Abizz aku butuh info tentang kegiatan minggu pertama di teknik. Kalau gak, bisa-bisa gak tahu kalau ada acara PKA & E-day dan lainnya. Kakaknya mengangguk dan mengajakku untuk masuk mushalla.
Dan ketika membuka pintu, terlihat beberapa perempuan duduk melingkar. Syock berat cz semua mata tertuju padaku. Relax ntan... akupun disuguhi minum dan kue. Ini acara apaan sih..? sudahlah aku sudah terlanjur ikut. Gak papa lah sambil nunggu waktu shalat zhuhur dan gak enak juga kalau mau keluar. aku duduk dibarisan sebelah kiri dan bersebelahan dengan mahasiswa baru lainnya. Aku tidak mengenalnya sama sekali dan aku juga tidak mengenal orang-orang di hadapanku. Ikut aja ntan, mungkin bisa jadi pahala di hari jumat. Hehe...
“nah adek-adek silahkan perkenalkan nama, asal sekolah dan jalur masuk UNRI nya ya. Dimulai dari sebelah kanan kakak ...” salah satu dari mereka memberi instruksi. Yaph, kesempatan besar supaya rasa penasaranku hilang. Satu persatu dari kami memperkenalkan diri. Wah, sepertinya orang yang disebelah kanan sana,aku pernah mengenalnya tapi dimana? Aku sungguh mengenal wajahnya.  Dan ketika sampai digiliranku, aku terbata...
“ Nama intan eh nama saya, intan fitra martin. Asal sekolah MST eh madrasah aliyah parabek bukittinggi, sumbar. Jalur masuk lewat SNMPTN” benar-benar grogi jadinya.

Inilah pertemuan pertamaku dengan mushalla Aljazari. Mushalla kebanggaan anak teknik euy...  dan mulai saat itu, aku tak pernah berhenti mengunjunginya. Ya setidaknya sekedar menyapa, “Morning, my favorite place in Faculty of Engineering”. Hingga satu persatu amanah itu datang, dia tetap disana, menunggu para pejuang dakwah menjalankan amanah di UKMI Daarul Hijrah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Pernah ketika aku membaca buletin yang diterbitkan dari BEM FT UR. Disana ada artikel tentang salah satu ilmuan Islam, yaitu Aljazari, ilmuan tentang robotik. Awalnya aku hanya membaca sekilas judulnya. But, tiba-tiba ada yang menyapaku dan langsung bertanya padaku.
 “Kenapa dinamakan mushalla teknik dengan Aljazari ?” salah satu petinggi BEM FT bertanya padaku. Dengan gugup aku menjawab asal,
“ ya karena nama ilmuan islam kan...”
“ iya, karena aljazari adalah ilmuan islam yang menemukan ilmu robotik. Dan kebetulan sekali dengan fakultas kita yang juga fakultas teknik. jadi kita harus bangga jadi anak teknik karena dalam islam sudah ada orang yang menghabiskan waktunya untuk menemukan teknologi...” jawabnya dengan mantap dan yakin.
So Amazing guys...!!
Sebegitu bangganya punya mushalla dengan nama ilmuan islam. Dan aku...?? apa yang membuatku bangga padanya.
Tentu aku bangga dengan mushalla aljazari. Apapaun itu. Menumpahkan segala perasaaanku disana. Kadang kesal karena amanah yang belum bisa kutunaikan dengan baik. Kadang menangis tersedu ketika aku belum bisa menjadi pejuang dakwah yang kuat. Marah saat emosiku mengalahkan kebenaran yang seharusnya ku patuhi. Dan banyak lagi perasaan tak menentu yang terjadi di mushalla kecil itu.
Aku takkan bercerita tentang bangunan mushalla aljazari. Bukan tentang bagaimana bangunan itu didirikan dan diresmikan. Tapi lebih dari itu semua. Karena aku adalah salah satu barisan panjang itu. Dan lihatlah mushalla aljazari, hanya dia yang menjadi saksi bisu keteguhan hati kami di jalan dakwah ini. Hanya dia yang mengerti saat kami terkadang tertusuk oleh duri perjuangan. Terperosok ke dalam lubang keputusasaan. Dan hari ini aku berjanji untuk tidak mengecewakannya dalam berjuang di jalan yang Allah ridhai ini.

 by : Ii-ef-eM
        Selasa, 22 april 2014
        Sambil menikmati makan malam sendirian di kamar ^_^

Senin, 14 April 2014

Hanya Potongan Puzzle

berdamailah dengan hati, kawan
saat segalanya pergi menjauhimu
meninggalkan bara api kemarahan
dan jejak-jejak emosi yang selalu mengintaimu

berdamailah dengan hati, kawan
saat semua orang mulai membencimu
membuang muka saat bertemu denganmu
mengumpat pelan saat mendengar langkah kedatanganmu

wahai kawan
kau takkan pernah sadar
akan perubahan-perubahan yang begitu jelas
tergambar di depan matamu yang buta
dan kau hanya termangu tak mengerti
dengan kedaan yang begitu kejam padamu
untuk sebuah kenyataan

berdamailah dengan hati, kawan
jujurlah pada perasaanmu yang terpendam itu
bicaralah baik-baik padanya dan ungkapkan apa yang sebenarnya terjadi
meskipun kau tahu
itu takkan pernah mengubah kenyataan
takkan pernah bisa

camkan ini kawan
saat semua orang menjadi gelap
dengan kisah-kisah pilu kehidupan
dan emosi yang selalu menguap tanpa henti
ingatlah selalu bahwa kau adalah potongan puzzle
dan harus mencari potongan lain
dan kau harus menyatukannya
member warna baru dalam perjalananmu
dan membentuk suatu kisah yang berarti

by : Ii-ef-eM

Amsak daurak...!! (Antrian donk...)

ketika banyak orang kehulu dan hilir
ketika banyak orang beramai-ramai membuang waktu
mereka terus menanti
nama-nama kecil terpanggil
bertahan dan mengharap
hingga waktunya datang

ia tak kunjung datang
keganjalan yang tiba-tiba
menyelinap di ribuan orang
merusak barisan panjang

urutan namapun terpecah belah
kau tebar ucapan tak berarti
dan kau ingin itu awal dari mereka

by : Ii-ef-eM

Selamat Pagi Dunia

Pagi telah datang membangunkanku
Menjemputku di ufuk timur matahari
Tuk menatap langit yang biru
Mencari suatu harga diujung daratan
Membawaku menempuh kiloan panjang perjuangan
Mengubah hidupku nan gelap gulita

Pada sang surya ku berkata
Mengucap janji suci yang terikat
Tentang kehidupan yang baru ku mulai lagi
Dibawah sinar keemasannya aku tangguhkan
Memohon agar slalu memberi pantulan
Cahaya nan indah tak menyilaukan bola mata

Ku ajak pula makhluk putih tiada bentuk
Yang terombang-ambing melayang kian kemari tak tentu arah
Untuk menjadi saksi bisu pertemuanku dengan penguasa langit
Serta menjadi pengiring langkah-langkahku
Menyelamaku dari sinar violet yang tak tahu diri

Lalu ku perlihatkan sebuah lukisan waktu pada dewa-dewi
Cairan penuh warna yang menggoda hati
Sambaan yang penuh dengan rasa kasih sayang serta cinta suci
Ditambah sedikit warna hitam kebencian
Dan inilah lukisan hidup dengan lika liku tiada henti
Tanpa ujung yang jelas dan pasti
Ku perintahkan pada angin yang berhembus
Agar memunculkan mata angin dari bawah kakiku
Yang menerbangkanku ke tempat yang ku tuju
Dan menangkap oksigen untuk nafasku
Agar ku bisa tetap nikmati hidup

Saatku bertemu dengan alam semesta
Ku sebarkan mimpi-mimpiku pada sang jantung bumi
Karena aku ingin mereka merasakan kebahagiaanku
Dan memuji kehebatan karya ilusiku
Tentang penyambutan diriku oleh segala macam makhluk
Di setiap pagi di akhir titik malam yang menakutkan.

Oleh :   Intan Fitra Martin 
16 januari 2009

"Be Smart Engineer and Greatest Moesleem" Yes,That's Me Guys...!!!

Untuk para pejuang Permata n Bingkai 2013 yg trz berjuang untuk agenda kita,refresh sebentaarrr yaa..
Yahaa, hanya sekedar mengisi waktu senggang disela-sela waktu shalat hari ini setelah tilawah alquran. Eheem, gimana kabarmu wahai pejuang PnB 2013…?? Masih kuatkah engkau saat ini, kawan ..?? Atau kekuatan IMAN tak lagi menyeimbangkan pikiran dan usaha mu..?? Atau engkau malah jatuh tersungkur dan tak ingin bangkit untk memegang panah-panah kebaikan..??
Walah..walah… jangan langsung DROP gitu donk..!! Sehingga usaha-usaha kebaikan mu untuk agenda ini menghilang ditiup angin begitu saja. Seakan seperti debu yang dihujani terus menerus. Tapi ingatlah kawan, apapun yang kau lakukan untuk acara ini hanyalah berujung kepada keikhalasan dan ketulusan jiwa mu kepada Allah, Sang Khalik yang menguasai segala sesuatunya.  Dan tentu saja apapun yang kau berikan walau hanya satu detik, kau telah berhak mendapatkan pahala di sisi Allah ‘Azza Wa Jalla. Allah SWT saja tahu kalo ada semut hitam berjalan di batu yang hitam dan di malam hari, apalagi semangat mu yang tak pernah hilang ini…
Tahu ini foto apa..?? Ingin mencoba menebaknya..?? Atau malah sangat dekat dengan gambar ini…?
Yaaphii, ini adalah spanduk kebanggaan kita, mahasiswa islam yang baru memulai kehidupannya di fakultas teknik tahun 2011. Spanduk Permata n Bingkai 2011 tertanggal 15-16 oktober 2011. Spanduk yang menghipnotis kami untuk bisa bergerak ikut acaranya meskipun…
Ya meskipun harus ada jam jadwal kuliah dengan dosen terkiller di Teknik Kimia saat itu, meski harus berkejar-kejaran dengan waktu supaya tak ketinggalan materi Permata n Bingkai. Meskipun awalnya berharap bisa dapat makan gratis selama dua hari ini. Dan banyak lagi alasan-alasan konyol yang terpikirkan. Tapi apa yang terjadi..??
Be Moesleem Engineer”. Simple sekali bukan. Andaikan kami belajar sastra, tentu saja kalimat singkat itu takkan bisa dibahas sehari itu saja, berbulan-bulan atau mungkin sampai bertahun-tahun takkan pernah tuntas. Because of that, foto ini masih tersimpan rapi di gallery foto. 
Bicara tentang Permata n Bingkai saat itu, of course punya kenangan indah yang takkan pernah terlupakan. Thank you very much untuk panitia PnB 2011 yaaa,jazakallah khairal jaza’…
Merekalah pemancing-pemancing kebaikan. Merekalah magnet-magnet yang menarik kami untuk mengikuti acara antah berantah ini. Dan saat menginjakkan kaki di Rektorat Lt. 4 hawa-hawa keimanan dan ukhuwah terasa begitu hangat. Seperti sinaran cahaya putih yang muncul dari jiwa-jiwa yang gelap. Mengisi kekosongan hati yang mulai kotor oleh butiran-butiran dosa. Sumpah deh gue jujur kalo masalah ini…!!! Tak ada bandingannya sama sekali untuk Permata n Bingkai 2011.
And Now, kenangan itu masih ada...
Masih tertancap kuat di hati ini,bahwa Permata n Bingkai tidak hanya mndapatkan hal-hal remeh itu tapi tentang persahabatan, perjuangan dan ketaqwaan hanya kepada allah..
Dan ini, kau tahu foto apa..?? Yaph, aku yakin semua mengetahuinya. Ya iyalah ini mah foto hari kedua Permata n Bingkai 2012. Tepat ketika pembukaan hiking PnB tanggal 21 oktober 2012. Kalau tak ingat juga, terlalu deh yaa…
Merekalah para penerus perjuangan Permata n Bingkai. Barisan islam yang akan bertafakur alam. Mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diberikan ketika hari pertama Permata n Bingkai 2012. Mencari ayat-ayat kauniyah tentang kebesaran allah swt.
“I’m Proud To Be Moesleem Enginer, How About You ?” By the way, sudah dapat menjawab tema Permata n Bingkai tahun ini..?? Bisa lah ya dikit-dikit..
Pasti berpikir, bagaimana panitia-panitia Permata n Bingkai tahun 2011 dan 2012 mampu mengadakan agenda besar ini. Hanya satu kuncinya guys yaitu KEIKHLASAN. Yaa, hanya butuh satu kata koq, kalo mau nambahin ya PENGORBANAN deh…. And then, kenapa..?? Kenapa kita harus ikhlas menjalaninya..? Sebagai panitia yang tentu terkadang hanya kita yang melakukan satu dua JOB yang bikin ribet minta ampun. Ya mungkin pernah berpikir kenapa hanya begini-begini saja..?? Kenapa ini kenapa itu..?? Yakinlah terkadang memang pernah berpikir seperti itu. Ya ngak..? Atau malah berpikir ya ampun JOBnya bikin pusing belum lagi tugas kuliah numpuk, laporan belum kelar n kejar target untuk ip 4.00. Ahaa.. Pernah berpikir kesana kah..?? Mudah-mudahan gak lah yaa… ya kalaupun pernah, silahkan buang segeraaa…..
Tentunya keikhlasan hanya milik Allah SWT dan hanya Allah lah yang mengetahui indikator keikhlasan kita. Tapi tak bisakah kita untuk mencoba meningkatkan si “ikhlas” ini..?? Menganggap semua JOB agenda adalah tanggung jawab kita. Mencoba untuk saling membantu dalam kebaikan untuk menyukseskan acara ukhuwah kita ini…?? Tolong yakinkan aku kawan, bahwa kau adalah salah satu dari beribu pejuang dakwah yang menjadi pancingan pada mereka yang masih bingung akan jati diri seorang MUSLIM SEJATI.
Bicara tentang pengorbanan. Aku takkan bicara banyak hal tentang ini. Kalau kata dosen Pancasila gini, “Pengorbanan itu kita mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi”. Ingat lagu padamu negeri. Naah ibarat itu deh…..
Ya gk harus pula kita absen kuliah demi ngeprint pamphlet atau sertifikat acara. Ya gk lah guys… tapi kita mencoba untuk sama-sama fokus menjalani job-job yang ada. Membuat inovasi baru tapi tetap nginjar IP 4.00. Mengorbankan sela-sela waktu istirahatnya untuk beramal lagi, beramal lagi dan lagi.
Pokoknya mari kita perbaiki niat kita lagi, untuk apa sih sebenarnya kita disini…?? Ubah niatnya lagi dan terus perbaharui niat kita lagi…
So,gimana kita hari ini...??
Yuuk jemput mereka yg kebingungan mencari jati diri sebagai muslim sejati ... !!
Mungkin kata ini sudah bossan didengar,tapi tetap saja punya kekuatan besar di hati para pejuang Permata n Bingkai 2013.
"Tetaaapp Semangaatt Ya Untuk Seluruh Panitia PnB 2013 TANPA TERKECUALI....!!
Allahu Akbar..Allahu Akbar..!!!semoga Allah SWT membukakan jalan-jalan terbaikNya untuk kita Para Pejuang Dakwah …
oleh : Alumni Permata n Bingkai 2011
03 okt 2013  jam 9.40 pm 
saat malam yang diiringi nyanyian hujan

Aktivis Kampus,Why Not..??

Pagi yang cerah guys, saat sang surya mulai menyinari dunia ini. Dan yang kulakukan kini mengisi waktu luang sebelum nanti siang berangkat kuliah di Semester Pendek ini. 

Yahuu, waktu yang sebenarnya untuk liburan semester tapi ku bantai untuk nuntut ilmu. But ini bukan sembarang ilmu bro, coz bukan ilmu System Utilitas Dan Ilmu Petrokimia Dan Oleokimia saja yang ku dapat tapi juga ilmu bertahan dan mengembang diri sebagai aktivis kampus. Ya tidak terlalu aktif juga sich organisasi tapi setidaknya aku tidak menyia-nyiakan waktu ku hanya untuk liburan saja.. dan inilah ajang untuk mengasah diri n berlatih untuk menjadi lebih baik lagi.

Upz lupa, System Utilitas Dan Ilmu Petrokimia Dan Oleokimia adalah mata kuliah yang kuambil di Semester Pendek ini. Padahal seharusnya matkul ini ada di semseter V nanti tapi tak masalah sih karena aku juga harus mengambil matkul yang lain yang belum kuambil smster lalu.
Sambil mendengarkan nasyid dikamarku, pagi ini ku kembali bernostalgia dari awal menjadi seorang mahasiswa…

Dua tahun lalu ….
Yaph, dua tahun lalu saat perpisahan Santriwan/Santriwati Kelas Akhir Ponpes Sumatera Thawalib Parabek. Saat tak lagi memakai baju bershiba + rok coklat pemda dengan balutan lilik putih. Baju kebangganku di Ponpes itu. meski disana sini sudah banyak sekali jahitannya tapi tetap saja it’s the best for me. Menjajaki bangku perkuliahan..?? ini terasa mimpi guys, aku bukan lagi anak sekolahan yang sering dmarahi guru. Bukan lagi anak pondok yang hidupnya diatur ini itunya. Dan bukan lagi kakak kelas yang beribu gaya dan sensasi. Tapi inilah aku, salah satu calon mahasiswa yang akan bebas di kampus perkuliahan nanti. Ya, setidaknya tidak ada lagi mendengar bunyi bel disetiap jam 7 pagi dan tak peduli lagi dengan keterlambatan yang biasanya dihukum tak boleh masuk ke kelas.

Inilah bayangan ku tentang mahasiswa. Sangat dangkal dan tak berilmu…hehehe




Aku masih ingat ketika belajar Kimia di kelas 2 Aliyah. Ketika itu, dua temanku tidak masuk pelajaran itu. sontak sang guru langsung marah-marah dan mengira mereka tidak menghargai guru baru itu. dan kami, tentu saja sangat syok. Apa guru itu tidak sadar dengan apa yang dia katakan…?? Hey, dua temanku itu menjalankan tugas organisasi di sekolah, lagian mereka adalah dua bintang kelas yang tentu saja bisa belajar tanpa harus dengan guru. Mereka adalah Albert Einstein di kelas ini yang hampir setiap hari mengacungkan tangan sebelum kami sempat berpikir tentang jawaban soal di papan tulis. Dan hari ini mereka sengaja membolos untuk mengantarkan proposal lomba HUT IPST yang sebentar lagi akan dilaksanakan di sekolah. mereka toh sudah meminta izin ke wali kelas. Kami seakan tak peduli dengan ucapan guru itu dan berusaha memahami pelajaran hari itu.


Kemudian sang guru mengatakan,” sudah seperti Aktivis Kampus saja mereka berdua, harus mengantarkan proposal sana sini, tapi ini belumlah seperti Aktivis Kampus di kuliah nanti. Ini belumlah seberapa. Ya kalau alasan mereka memang benar mengantarkan proposal tak masalah tapi kalau mereka bohong saya takkan memaafkan mereka “ dan kami tetap tak peduli lagi dengan ucapan guru itu. AKTIVIS KAMPUS apa…?? Hanya mengantarkan proposal saja sudah disebut-sebut aktivis. Dan hari itu aku belumlah paham dengan ucapan guru itu tapi yang kusadari adalah aku menemukan kosakata baru yaitu AKTIVIS. Memang sekolah ku lebih sering disebut dengan kata kampus daripada sekolah maupun pesantren. Entah kenapa, apa karena bangunannya yang tinggi atau karena bangunannya yang membentuk letter U atau apalah aku sendiri tak mengerti.


Kami terus saja mengolok-olok kata AKTIVIS itu. aku sendiri malah selalu memakai kata itu pada teman-teman yang sibuk mempersiapkan acara HUT IPST. Pada mereka yang setiap hari kembali ke kampus setelah pulang sekolah. sedang ku sendiri, ya aku tidak masuk ke dalam kepanitiaan inti. Hanya di bagian konsumsi dan pengawas lomba nanti. Dan itu bukanlah tugas berat, menyediakan makanan kepada juri dan peserta ketika hari H terlebih aku tak sendiri tapi juga dibantu dengan teman-teman yang juga bernasib sama dengan ku.

Sampai akhirnya disaat Perpisahan Santriwan/Santriwati Kelas Akhir Ponpes Sumatera Thawalib Parabek, sang guru itu mendekati kami terutama dua temanku yang membolos di jam guru itu. guru itu berkata,” selepas ini kalian bukan lagi menjadi siswa tapi sudah menjadi mahasiswa. Jadilah kalian menjadi Aktivis Kampus yang sering ibuk bilang. Jadilah kalian Aktivis Kampus yang tetap berprestasi di perkuliahan nanti. Jadilah Aktivis Kampus yang sebenarnya …” saat itu kami langsung tersenyum, terima kasih guruku. Kami pastikan buk, kami kan buktikan  bahwa kami akan menjadi Aktivis Kampus yang ibuk harapkan. Dan aku, mulai mengerti arti kata itu beberapa bulan setelah secara sah menjadi mahasiswa.


Aktivis Kampus, dua kata yang membuat ku kini bukan hanya menjadi seorang Mahasiswa Biasa tapi menjadi Mahasiswa Yang Luar Biasa. dan tentu saja Aktivis Kampus yang kujalani adalah Aktivis yang juga Berdakwah dijalanNya dan berusaha selalu memuhasabah diri...

So, Selamat berjuang wahai Aktivis Kampus …!!!
Kau kan selalu ada dari generasi ke generasi .... ^^

by : Ii-Ef-eM 
tgl 26 juli 2013 11.40 WIB di depan si compy yang selalu menemani...

Empat tahun atau Empat puluh tahun (Part 2)

Pertengahan 2012
Well, satu tahun sudah ku menjajaki dunia perkuliahan ini. Suka duka sudah kukunyah lumat-lumat. Dari mata kuliah yang membuatku pusing tak henti sampai dosennya yang PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Yaph, tentu saja disetiap universitas punya beberapa dosen yang luar biasa tersebut. Ya kalo kata lainnya gini deh, kita punya mata kuliah dengan sang dosen tapi ternyata sang dosen yang S3 (Super sangat sibuk) tiba-tiba membatalkan jam kuliah 20 menit setelah masuk atau tiba-tiba memberikan jadwal ganti tapi gak jadi masuk. Subhanallah sekali perjuangan si mahasiswa nya itu.  sudahlah rumah jauh, antrian masuk kampus sungguh panjang di tambah dosennya termasuk dosen killer eh ternyata gak jadi masuk. Dan inilah salah satu kejadian yang sudah umum terjadi di kampus ku terlebih dari kelas ku.

But lupakan itu, karena memang itulah kenyataannya. Kau tahu kawan tak hanya di SMA saja yang kita punya guru killer plus menegangkan kalau belajar. Disini di kelas ku sendiri kami punya beberapa dosen yang “gagah” seperti itu. dan inilah salah satu kejadian nyata yang dialami temanku.

Ketika itu kami masuk kelas jam 2 siang di kelas yang berada di lantai 3. Matakuliahnya sebenarnya tidak terlalu sulit karena itu adalah mata kuliah pengantar untuk jurusanku. Sebagian kami bahkan sudah menbooking kursi tepat sebelum adzan zhuhur. Yaph, kau pasti tahu alasannya kan, yak arena dosen pengampu mata kuliahnya adalah salah satu paling killer di jurusan ku. Bahkan dosen-dosen lain juga menyegani dosen satu ini. Saat itu, aku yang masih seorang mahasiswa baru hanya tahu gossip turun menurun dari senior. Ceritanya itu, sang dosen suka sekali menanyakan apapun terkait nama dan sekolah SMA kita. Dengan itu akan mudah untuk mengolok-olok mahasiswa. Beruntung aku tidak termasuk ke dalam kelompok mahasiswa yang menjadi sasaran empuk sang dosen.
Nah, setelah shalat zhuhur kami langsung berlarian ke kelas. Melakukan apapun sambil menunggu sang dosen. Ada yang buka laptop, main hp dan ada juga yang sengaja mengganggu teman lain. Semua menyatu dalam ruangan kelas yang panas dan pengap. Salah satu temanku yang duduk paling depan sibuk sekali mendengarkan music. Mungkin kalau dia tak sadar dia bisa saja berteriak sambil meniru lagu di hp nya. Tapi apa yang terjadi..?? 10 menit sebelum sang dosen datang, dia keluar sambil tetap menyandang tas. Aku tak tahu kenapa dia keluar kelas.

Mungkin kelas kami rebut sekali saat itu. tanpa sadar, ternyata sang dosen datang tepat jam 2 siang ke kelas dengan asistennya yang membawa laptop. Kami langsung diam dan mempersiapkan segalanya untuk kuliah siang itu. sedang temanku yang keluar tadi kembali masuk tetapi dia berada tepat di belakang sang dosen. Di saat sang dosen masuk, dosen itu berkata,” hei kamu di belakang saya tadi kan..?? tolong tutup pintu tapi dari luar saja…”
Apa..?? aku tak salah dengarkah..??? padahal dia sudah dari tadi berada di kelas. Hanya karena keluar 5 menit saja dia tidak boleh masuk. Dan saat itu kami semua terdiam. Diam seribu bahasa. Sang dosen tersenyum simpul seakan mengetahui pikiran-pikiran kami semua.
“kan sudah saya katakan dari awal masuk dulu. Kalian tidak boleh terlambat. Kalau telat ya silahkan tutup pintu dari luar meskipun tepat di belakang saya. Seperti teman kamu tadi itu…” . Sekali lagi kami hanya bisa diam. Sayang sekali temanku itu, sudah capek-capek lari masuk ke kelas eh ujung- ujungnya gak masuk. Padahal dia kan di belakang dosen tak mungkin jugalah dia menerobos dosen untuk masuk kelas. Tak sopan jugalah kan.. sungguh memprihatinkan nasib temanku satu itu. dan mulai saat itu kami semua stand by setengah jam sebelum kuliah dimulai. Dan siang itu kami belajar penuh dengan ketegangan. Sungguh menakutkan dosen satu ini.
Kisah-kisah seru pun dimulai. dari perkuliahan inilah ku mengenal berbagai istilah baru untuk mahasiswa. First, mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang- Kuliah Pulang). Nah mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang tak ingin jauh-jauh berpisah dengan rumahnya. And then mahasiswa Kura-Kura yaitu mahasiswa yang setelah Kuliah selalu mengadakan rapat ini itu. inilah mahasiswa yang akan menjadi cikal bakal seorang aktivis kampus. Dan banyak lagi yang lainnya.
Menjelang hari raya idul adha tahun ini, himpunan jurusanku membuka pendaftaran untuk tim jurnalistik. Yaph, aku ikut mendaftarkan diri bersama beberapa teman kelas ku. Ya sekedar mengisi waktu luang di kampus. Setelah diberi pengarahan oleh kakak senior kami pun ditugaskan untuk membuat mading yang bertemakan idul adha. Waw, amazing guys… kami sangat bersemangat mengerjakan segala persiapannya. Dan job pun dibagi-bagi oleh kakak senior dan aku di bagian wawancara tentang makna idul adha itu kebeberapa mahasiswa dan dosen. Cihuuy, asyik ne job nya. Inilah caraku untuk bisa lebih mengenal mahasiswa dan dosen.
Tugas pertama adalah aku harus mewawancari dosen di jurusan teknik kimia dan yang kupilih adalah Dekan fakultas teknik yang kebetulan juga dosen di jurusan teknik kimia. Dengan rasa gugup, aku dan teman ku ke ruangan beliau. Setelah basa-basi sebentar kami pun menanyakan beberapa hal terkait tema mading kami. Dan subhanallah sekali dosen satu ini. Beliau bukan hanya menjelaskan tentang makna idul adha itu tapi juga menggambarkan kenapa negeri Makkah yang menjadi lokasinya, kenapa nabi Ibrahim begitu rela menyembelih anaknya padahal nabi Ibrahim sangat merindukan seorang anak. Dan bagaimana keikhlasan siti hajar ketika ditinggalkan nabi Ibrahim.

Setelah mewanwancarai beberapa dosen ku juga mewawancarai mahasiswa dan yang ku pilih adalah gubernur mahasiswa fakultas teknik. Lain halnya dengan Bapak Dekanku, Abang ini punya arti sendiri dengan Moment Idul Adha. “Idul adha adalah sebuah totalitas yang artinya kepatuhan kita selaku umat islam melaksanakan perintah Allah SWT dan tidak membantahnya. Jika diaplikasikan ke dalam sikap sehari-hari seperti patuhnya kita kepada ketua organisasi. Idul adha juga salah satu waktu yang dicintai oleh Allah SWT”

Totalitas..?? ya kata itu yang terngiang dibenakku sampai hari ini. Ya, menfokuskan diri dalam suatu kegiatan atau organisasi. Awalnya aku sangat bingung mengartikannya tapi ketika ku mulai memasuki dunia organisasi aku mulai paham. Dengan modal kata totalitas, seseorang akan focus melakukan suatu hal yang dia inginkan meskipun sangat banyak rintangannya. Dan saat ini ku berusaha mengaplikasikan kata itu meski terkadang ada saja halangannya. Totalitas adalah modal utamanya. Ingat surat al-baqarah ayat  208 …??
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Albaqarah: 208)
Maka Bertotalitaslah kamu dalam amalannu karena Allah juga sudah memperintahkan untuk masuk Islam secara Kaffah…!!

Kali ini aku mendapat kata baru lagi yaitu TOTALITAS dalam berusaha menggapai sesuatu. Dan mulai hari ini ku mencoba untuk focus dan totalitas apapun yang ku kerjakan… ^_^


by : Ii-Ef-eM
tgl 29 juli 2013 5.33 pm
"Waktu luang menjelang Buka Puasa"