Pages

Selasa, 06 Oktober 2015

Renungan Pahit Calon Sarjana

 Bulan ini aku kembali pulang ke kota Bukittinggi. Sebenarnya tidak begitu penting tapi entahlah aku terlalu bersemangat untuk mengunjungi kota kelahiranku. Ini berawal dari kakakku yang mengatakan bahwa di kampung mengadakan acara pulang kampung bersama yaitu “KotoBaru Pulang Basamo”. Sejenak aku merasa ragu tapi aku kuatkan hati untuk beranjak meninggalkan kota Pekanbaru. Lagi pula di kota pekanbaru ini begitu sesak karena asap jadinya aku tak betah lagi. Haha, bukan, bukan itu alasannya. Aku sedang bosan. Hanya bosan dengan keadaanku yang sekarang ini. Hhm, bukan bosan juga sebenarnya. Aku hanya merasa terasing diantara kegiatan-kegiatan yang aku lakukan di bulan September ini. Padahal rasanya bulan September ini adalah kegiatan yang paling banyak aku ikuti. Dari persiapan konsep agenda Muharram Fair Ar-Royyan, GOM Keputrian Ar-Royyan, KUPAS fakultas teknik, Permata dan Bingkai UKMI DH, Running Penelitian dan analisa hasil Running. Tapi semuanya terasa hampa. Begitu hampa tanpa ada sedikitpun rasa tanggung jawabku pada kegiatan itu.
Running Penelitian yang belum kuselesaikan
            Di negeri di atas Awan ini, aku merenung sendirian. Memikirkan tentang apa yang telah dan akan kulakukan. Konsep penelitian yang tak kunjung siap ku pelajari. Ah, penelitian tentang biodiesel itu sangat sangat menyita perhatian. Akan tetapi aku tidak juga menyelesaikannya. Before that, pasti udah tau lah ya tentang penelitianku. Judulnya tentang Pembentukan Biodiesel dari CPO ber FFA tinggi dengan Katalis ZnO Sintesa. Dilihat dari judulnya memang tidak sulit tetapi aku merasakan hal yang begitu mengacaukan diri. It was so messed up y mind, friends. Tentang penelitian, aku memang sudah selesai Running transesterifikasi hanya saja running untuk kinetika nya yang terkendala.
            Semestinya aku harus memaksakan diri dan pikiranku untuk fokus mengerjakan penelitian. Temanku juga sudah berkali-kali menanyakan kapan seminar penelitian. Teman, mendaftarkan proposal penelitian saja aku tak punya nyali apalagi berhadapan dengan dosen-dosen ahli. Rasanya aku malu sekali dengan penelitianku. Terbayang nantinya aku diam seribu bahasa atau aku membual entah kemana-mana. Aku membayangkan dosen pembimbingku ikut malu gara-garaku. Kemudian dosen-dosen penguji malah menganggap remeh penelitianku atau lebih parahnya penelitianku ditolak mentah-mentah. Ah, bayangan buruk itu semakin menciutkan keberanianku untuk maju selangkah demi Sarjana.
            Dan kau tahu, gara-gara pikiran konyol itu, aku membuang waktuku. Aku merasa bodoh sekali telah melakukan itu tapi entah kenapa aku masih saja bergelut dengan pikiran itu. Semakin sering ku mendengar orang menanyakan tentang penelitianku, aku semakin terpuruk dengan pikiranku. Semakin sering ku mendengar mereka sibuk membicarakan tentang penelitian, semakin ku berdiam diri di kamar. Melupakan urusan penting yang mestinya ku kerjakan segera. Semakin ku melihat orang sibuk di lab semakin ku lupakan penelitianku. Apapun ku kerjakan demi melupakan penelitianku. Menonton film, main game, main medsos, tidur dan apapun hal lain ku kerjakan demi melupakan penelitianku. I’m so sorry my Researching. Bukan maksud untuk melupakanmu sebenarnya tapi aku merasa bukan peneliti yang baik. Aku bahkan tak paham dengan dasar-dasar penelitianku. Apalagi penelitianku ditambah materi Kinetika Reaksi. Mungkin, mungkin dua kata itu yang membuatku frustasi.
Yaha, baiklah aku akan jujur pada diriku sendiri. aku frustasi dengan dua kata itu. Dua kata yang mestinya telah ku kuasai dengan baik beberapa tahun lalu. Kinetika Reaksi adalah salah satu subject pelajaran di teknik kimia. Subject yang harus wajib dipahami oleh mahasiswa teknik kimia karena itu adalah salah satu ilmu yang membedakan jurusan teknik kimia dengan yang lainnya. Dan aku terjebak disana. Pelajaran kinetika reaksi tidak bisa kupahami seluruhnya, nilai mata kuliah itu pun hanya mendapat nilai C. Apalagi yang membuat ku bertahan di posisi ini? Sejujurnya ini semua tergantung dengan kemauanku. Tergantung dengan apa yang kupikirkankan ini. Ah, Intan ubahlah sikapmu dan hilangkanlah sikap konyol yang ingin lari atas kenyataan. Takkan berubah barang sedetikpun apa yang telah terjadi. Yang harus kau lakukan kini adalah memantapkan hati bahwa kau bisa memahami tentang Kinetika Reaksi itu dan segera menyelesaikan Proposal Penelitian. 
Poster ini yang membuatku harus BANGKIT kembali
Bukankah semua orang menanti kelulusanmu? Dan bukankah kau ingin membuktikan bahwa kau mampu di jurusan ini dan ingin melanjutkan study di luar negeri? Negera Malaysia dengan UTM nya, Australia dengan Curtin University nya, Amerika serikat dengan Harvard University dan Stanford University nya, Inggris dengan Cambridge University nya, Jerman dengan Technische Universität München dan Technical University of Munich, Swiss dengan ETH Zürich – Swiss Federal Institute of  Technology Zürich dan di negara-negara lain yang memiliki universitas ternama di Dunia? Apalagi yang harus kau tunggu, Intan? Tunjukkan bahwa dunia, Seorang Perempuan yang berasal dari desa kecil itu bisa membuat dunia tercengang. Dan bukankah kau ingin menunjukkan bahwa seorang Muslimah mampu menjadi seorang ahli di bidang Teknik Kimia yang hanya didominasi oleh kaum laki-laki. Semoga Ya Allah, semoga Engkau menjawab doaku ini. Aamin, aamin ya Rabbal ‘alamin.

اللَّـــهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْحَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ   
 مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ وَاَعُوْذُبِكَ

Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud 4/353)