Pages

Selasa, 22 April 2014

Aljazari, I love you FULL



Aku tak begitu mengenalnya. Tapi hati ini tak henti untuk mengingatnya. Memandangnya dari kejauhan, sudah lebih dari cukup untuk membuat hati ini tenang. Hampir setiap hari, kami berjumpa. Bercengkrama dalam diam dan  menata hati yang selalu berubah.
Saat pertama mengenalnya, tepat saat hati ini sedang kecewa dan patah hati. Ia datang  dan mengubah segalanya. Mulai hari itu dan kapanpun, aku takkan pernah melupakan kejadiannya.
Saat itu sekitar jam 11 siang di hari jumat, aku datang terlambat ketika ada acara perkenalan jurusan teknik kimia di fakultas teknik yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia atau HIMATEKI. Sesampainya di kampus, acaranya sudah selesai dan tidak ada orang lagi.
Kecewa bangeet...!!!
Ini karena aku disuruh tetap di rumah sampai keluargaku berangkat ke Bukitinggi. Padahalkan acaranya hanya sampai jam 11 siang. Benar-benar menyesal kenapa baru nyampe jam 11 siang. Disaat yang bersamaan, aku bertemu seorang mahasiswi yang sama jurusannya denganku. Kami berkenalan tentunya. Saling bertukaran nomor hp dan berjanji untuk memberi info tentang jurusan teknik kimia. Setidaknya aku sudah punya teman yang satu jurusan. Kami berpisah karena teman baruku itu ingin segera pulang. Dan sekarang, tinggallah aku sendiri di lobby.
“yaaah, manga intan lai yow..? internetan, alah jumatan pasti warnet tutup..” Gerutu ku sendirian di lobby.
 “So, What should I do now..??” Aku benar-benar bingung plus frustasi saat itu.
Sejenak aku perhatikan fakultasku, fakultas teknik UR. Bangunan setengah lingkaran ini bakal jadi tempatku menuntut ilmu keteknikan. Semoga betah deh sama gedung ini...
Sayup-sayup terdengar khutbah jumat dari mesjid arfaunnas. Gak mungkin kalau aku ke mesjid jam segini, pasti masih jumatan. Kalo pulang ke rumahpun, mana bisa kan sopir angkotnya pergi jumatan. I really confuse. Masa’ baru nyampe kampus udah balik ke rumah lagi... Gak seru lah...
Lirik kiri kanan sejenak sambil kebingungan...


Di saat itu, aku melihat bangunan kecil di sudut fakultas teknik. Sekilas seperti bangunan mesjid tapi tidak ada yang jumatan disana. Owh, mungkin itu sejenis mushalla. Beberapa saat aku hanya memperhatikannya dari kejauhan. Ada beberapa perempuan yang mondar-mandir didepan bangunan itu. Ada perempuan dengan pakaian biasa dan ada juga perempuan dengan balutan jilbab panjang.
Ah, mungkin mahasiswi teknik tuu, tapi kenapa mereka terlihat begitu sibuk ? Jadi penasaran sama bangunan mushalla itu. Awalnya aku ragu mau kesana, tapi karena sudah jam 12 lewat dan aku belum shalat zhuhur jadinya yaa beranikan diri aja dulu. Ntar kan bisa shalat zhuhur dan sekalian nanya-nanya tentang kos-kosan dekat kampus. Maklumlah saat itu aku masih dalam misi mencari kos karena rumah keluargaku sangat jauh.
Semakin mendekat, terlihat jelas isi mushallanya. Waah, ada yang ngumpul-ngumpul. Acara apa pula tu? Mungkin lanjutan HIMATEKI gak yach..?? Tapi kok cewek-cewek aja ya isinya? Atau ini lanjutan acara himateki tapi khusus cewek karena sekarang lagi jumatan? Atau gak ini waktu break jadi yang ceweknya disuruh ke sini ntar baru nyambung acara himateki di lobby lagi..??
Kacau banget, isi kepala ku hanya terbayang acara HIMATEKI yang sudah selesai tadi. Yaa, mau gimana lagi aku masih kecewa karena tidak bisa ikut acara HIMATEKI itu. Sudahlah, aku hanya ingin shalat zhuhur tepat waktu disini. Setelah shalat baru balik ke rumah.
“So, lupakan segalanya dan mari tunaikan shalat tepat waktu....!!” kata-kata semangat itu tiba-tiba datang. Memberi sedikit ketenangan di hati meski masih kecewa berat.
Tapi rencana Allah memang sempurna. Aku tidak tau bahwa ini adalah pertemuanku yang pertama dengan mushalla ini. Tempat favoritku jika ke kampus teknik. Inilah mushalla, tempatku berjumpa dengan orang-orang luar biasa dalam pemahaman islam dan keteknikan. Disinilah awal aku mengenal segalanya. Yaph inilah awal dari segala aktifitasku di fakultas teknik. Pokoknya Is the Best deh....
Semakin aku mendekati bangunan mushalla tersebut, aku disapa oleh salah satu kakak-kakak disana.
 “ mau kemana dek..??” Degh, ada yang manggil dek. Siapa tu? orang itu menyapaku. Oke, tenang intan... sepertinya dia orang baik. Tapi, kenapa dia sok dekat sok kenal gitu..?? alamak, jangan-jangan dia memperhatikanku dari tadi di gedung C FT. Atau dia anak baru juga, tapi kenapa manggil adek segala. Atau karena wajahku masih seperti anak SMP yang imut-imut itu..? hati ini gak tenang bro, tapi sebisa mungkin aku mengatakan, Santai- santai ntan dan....
“ adek, mau kemana? Mau shalat zhuhur ya?” yaach, dia nanya lagi dan semakin mendekatiku. Dia berusaha tersenyum padaku. Aku yang hanya mengangguk. Dibawah terik panas matahari, aku benar-benar tak bisa tersenyum sumringah. Panas kota bertuah ini sungguh mengujiku untuk bisa tersenyum. Kembali ke sosok perempuan yang menyapaku tadi. Walah, dia bisa baca pikiranku tapi kenapa dia seperti kenal baik denganku. Pakaiannya mirip dengan pementorku di MST parabek dulu. Pakai rok dan jilbab panjang, jangan-jangan dia...Ah sudahlah, jangan pikiran yang aneh-aneh ntan. Pliiizzz....
“yuk dek, sambil nunggu waktu shalat zhuhur ikut acara keputrian dulu di dalam... “ weleh, dia ngajak aku, kakak ne siapa sich. Aneh banget tapi yang sialnya aku ngikut aja. Dia menungguku hingga sampai di depan pintu mushalla. Kami bersalaman dan dia menyebutkan namanya. Aku membalasnya dengan menyebutkan namaku. Ini kesempatan besar, jangan-jangan kakak ini anak teknik.
“ kakak, anak teknik juga?” aku langsung blak-blakan. Abizz aku butuh info tentang kegiatan minggu pertama di teknik. Kalau gak, bisa-bisa gak tahu kalau ada acara PKA & E-day dan lainnya. Kakaknya mengangguk dan mengajakku untuk masuk mushalla.
Dan ketika membuka pintu, terlihat beberapa perempuan duduk melingkar. Syock berat cz semua mata tertuju padaku. Relax ntan... akupun disuguhi minum dan kue. Ini acara apaan sih..? sudahlah aku sudah terlanjur ikut. Gak papa lah sambil nunggu waktu shalat zhuhur dan gak enak juga kalau mau keluar. aku duduk dibarisan sebelah kiri dan bersebelahan dengan mahasiswa baru lainnya. Aku tidak mengenalnya sama sekali dan aku juga tidak mengenal orang-orang di hadapanku. Ikut aja ntan, mungkin bisa jadi pahala di hari jumat. Hehe...
“nah adek-adek silahkan perkenalkan nama, asal sekolah dan jalur masuk UNRI nya ya. Dimulai dari sebelah kanan kakak ...” salah satu dari mereka memberi instruksi. Yaph, kesempatan besar supaya rasa penasaranku hilang. Satu persatu dari kami memperkenalkan diri. Wah, sepertinya orang yang disebelah kanan sana,aku pernah mengenalnya tapi dimana? Aku sungguh mengenal wajahnya.  Dan ketika sampai digiliranku, aku terbata...
“ Nama intan eh nama saya, intan fitra martin. Asal sekolah MST eh madrasah aliyah parabek bukittinggi, sumbar. Jalur masuk lewat SNMPTN” benar-benar grogi jadinya.

Inilah pertemuan pertamaku dengan mushalla Aljazari. Mushalla kebanggaan anak teknik euy...  dan mulai saat itu, aku tak pernah berhenti mengunjunginya. Ya setidaknya sekedar menyapa, “Morning, my favorite place in Faculty of Engineering”. Hingga satu persatu amanah itu datang, dia tetap disana, menunggu para pejuang dakwah menjalankan amanah di UKMI Daarul Hijrah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Pernah ketika aku membaca buletin yang diterbitkan dari BEM FT UR. Disana ada artikel tentang salah satu ilmuan Islam, yaitu Aljazari, ilmuan tentang robotik. Awalnya aku hanya membaca sekilas judulnya. But, tiba-tiba ada yang menyapaku dan langsung bertanya padaku.
 “Kenapa dinamakan mushalla teknik dengan Aljazari ?” salah satu petinggi BEM FT bertanya padaku. Dengan gugup aku menjawab asal,
“ ya karena nama ilmuan islam kan...”
“ iya, karena aljazari adalah ilmuan islam yang menemukan ilmu robotik. Dan kebetulan sekali dengan fakultas kita yang juga fakultas teknik. jadi kita harus bangga jadi anak teknik karena dalam islam sudah ada orang yang menghabiskan waktunya untuk menemukan teknologi...” jawabnya dengan mantap dan yakin.
So Amazing guys...!!
Sebegitu bangganya punya mushalla dengan nama ilmuan islam. Dan aku...?? apa yang membuatku bangga padanya.
Tentu aku bangga dengan mushalla aljazari. Apapaun itu. Menumpahkan segala perasaaanku disana. Kadang kesal karena amanah yang belum bisa kutunaikan dengan baik. Kadang menangis tersedu ketika aku belum bisa menjadi pejuang dakwah yang kuat. Marah saat emosiku mengalahkan kebenaran yang seharusnya ku patuhi. Dan banyak lagi perasaan tak menentu yang terjadi di mushalla kecil itu.
Aku takkan bercerita tentang bangunan mushalla aljazari. Bukan tentang bagaimana bangunan itu didirikan dan diresmikan. Tapi lebih dari itu semua. Karena aku adalah salah satu barisan panjang itu. Dan lihatlah mushalla aljazari, hanya dia yang menjadi saksi bisu keteguhan hati kami di jalan dakwah ini. Hanya dia yang mengerti saat kami terkadang tertusuk oleh duri perjuangan. Terperosok ke dalam lubang keputusasaan. Dan hari ini aku berjanji untuk tidak mengecewakannya dalam berjuang di jalan yang Allah ridhai ini.

 by : Ii-ef-eM
        Selasa, 22 april 2014
        Sambil menikmati makan malam sendirian di kamar ^_^

1 komentar: