Semester tujuh adalah semester keluarga buat aku. Semester
yang penuh kebersamaan, kesibukan dan sedikit kelalaian. Setelah dua bulan KKN
di Rokan Hulu, aku harus balik ngampus lagi. Bawa ransel hijau “Season” tiap
hari, jalan 5 menit ke kampus, say Hello sama teman-teman di Lobby trus
blak-blakan nanyain tugas. Sok-sok nanya eh akhirnya ikut nimbrung lihat tugas
teman. Dan aku yakin 100% dosen pengampu itu mata kuliah udah geleng-geleng
kepala lihat kelakuan liar mahasiswanya, “ Percuma saya ngasih tugas di rumah
kalo kalian mengerjakannya 1 jam sebelum masuk kelas. Ditambah pula jawabannya
sama semua satu kelas”. Pasrah, satu-satunya jalan plus bermuka putus asa aja
deh akhirnya kami. Eh sang dosen malah ngasih soal untuk dikerjakan di kelas. Alamak,
muke gile lah kami…
Tapi dari lubuk hati nan paling dalam, kami termasuk
aku juga merasa prihatin bangeeet sama seluruh dosen pengajar terutama pengajar
di semester tujuh ini. Beliau sudah bersusah payah mengajar kami, mungkin
sebagian malah mencoba untuk menghibur kami dari Tugas Perancangan Pabrik nan
semakin hari semakin tak menentu nasibnya. Ah, apalah daya pak, jiwa ini juga
tak bisa pungkiri bahwa kami juga dilanda rasa stress yang tak terhingga
sampai-sampai tertidur di depan laptop, terkapar di atas tumpukan buku
berbahasa inggris itu. Ah peristiwa memalukan jikalau ada CCTV yang
merekamnya.
Oke baiklah, aku akan jelaskan kenapa kami bisa
terjebak dalam kondisi terparah di perkuliah teknik kimia itu. Yaaph, di
semester tujuh ini kami mengambil mata kuliah Tugas Perancangan Pabrik atau
kalo boleh disingkat jadi TRP. Yah, meskipun sebagian kecil ada teman yang
belum bisa mengambil matkul itu, bukan karena matkul TRP matkul pilihan tapi
mereka memilih untuk menundanya karena tak cukup IPK. Aku ikut prihatin teman,
semoga kalian lebih baik daripada kami dan Perancangannya lebih dimudahkan
Allah. Aamiin. TRP adalah mata kuliah yang tak 24 jam sehari mengerjakannya,
tak cukup 1 rim untuk ngeprint laporannya dan tak mungkin dikerjakan oleh 1
orang. Yaha, TRP adalah mata kuliah mematikan dengan dosen pembimbing yang
super hebat dengan range waktu mengerjakannya hanya satu minggu untuk setiap
laporan. Tapi untungnya TRP ini dibuat secara berkelompok. Syukur deh.
Aku berada di urutan kelompok 5 dengan teman
kelompok, Triyana Defi, Jhon Fery Marihot T dan Prasetyo Arva serta aku sendiri
Intan Fitra Martin. Aku bersyukur banget
bisa sekelompok dengan mereka. Seneeeng banget dah. Sampai-sampai aku malah
ngerasa minder dluan. Tapi kata teman yang lain,” intan asyik bisa sekelompok
dengan yana yang cepat paham, jhon yang rajin, pras yang mudah diajak, intan
juga rajinlah bantu-bantu.” Degh iya juga sih, oke siphlah aku mulai fokus dan konsentrasi
dengan TRP ini. Ohya kali ini, TRP kami adalah “Pra-rancangan Pabrik RBD Palm
Olein dari CPO dengan kapasitas 350.000 ton/tahun”. TRP ini terdiri dari 9
laporan plus laporan executive summary pabrik.
![]() |
| Chemical Engineering's Books |
Di laporan 3A sedikit terobati, karena Alhamdulillah
aku paham dengan perancangan alat Degumming dan Bleaching tapi pusing waktu
menghitung densitas dan viskositas RBDPO nya. Dan di laporan 3B dan 3C ini seru
guys. Seru banget untuk dikenang bersama ibuk Maria Pararenta. Kami terlantar
selama 1 minggu gara-gara ibuk Maria hanya ke kampus sekali seminggu. Kacau kali
lah dua laporan kami itu. Setelah laporan 3B dikumpul, kami dikasih arahan oleh
ibuk Maria. Sempat terjadi perdebatan dengan beliau karena kesalahpahaman. Aku tak
ikut karena terlambat datang ke studio. Awalnya sudah berniat masuk, tapi suara
ibuk sudah sampai ke luar kelas jadinya nyaliku ciut untuk masuk kelas. Ya sudahlah,
duduk di luar kelas aja sambil nungguin adzan zhuhur. Setelah itu, laporan kami
tertunda selama dua minggu,”Ya ngak papa lah terlambat 2 minggu. Toh kalian
juga ngerjainnya masih salah.” Waduuuh ibuuuk..
Gak mau ketinggalan dengan kelas lain, kami mengejar
laporan 3D dengan ibuk Zuchra. Di laporan 3D ini, kami harus menghitung 16
pompa dan 6 tangki penyimpanan. Harus teliti dan butuh konsentrasi penuh ne. Lanjut
ke laporan 3E tentang system utilitas. Di laporan ini ternyata banyak banget
pompa dan tangki yang dihitung dan semuanya harus dilampirkan ke dalam laporan.
Walah, walah. Terpaksa deh kami berempat bagi tugas, yana dan jhon bagian
pengolahan air, intan bagian pengolahan limbah dan pras bagian listrik. Dan sangking
banyaknya, kami tidur di studio. Lebih tepatnya nginap aja sich. Jam 8 malam
nyampe kampus lagi trus setibanya di studio, ada yang ngidupin film Marmut
Merah Jambu “nya Raditya Dika. Kami bukan nonton film sich tapi itu film yang
nonton kami. Haha
![]() |
| Belajar Flowsheet Overall Pabrik |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar