Pages

Rabu, 16 Maret 2016

The Green Light For SKRIPSI

Seminggu yang lalu, aku kembali ke rutinitas sebagai mahasiswa (padahal emang masih jadi mahasiswa sih…). Yupph, buru-buru ke kampus dari jam 8 pagi layaknya mahasiswa yang takut terlambat masuk kelas. Untuk apa coba? Hanya untuk menemui dosen pembimbing Penelitian doank, pemirsaaaah. Yaaha, demi kesempatan emas itulah, gue terpaksa menjadi mahasiswa teladan macam dulu lagi. Bersiap-siap jam 7 untuk mandi, nyetrika baju, beres-beres isi tas dan jalan ke kampus buru-buru. Ah, jadi keinget masa-masa hidup jadi mahasiswa tahun pertama. Menikmati suasana pagi kota Pekanbaru yang syahdu. Berjalan menelusuri sederetan bangunan kos, mini market, laundry dan fotokopi-an. Ah, masa-masa damai tanpa beban. I miss this moments but I can’t return that times. Hikzzzz
Gk tau lagi yang mana jurnal, yang mana skripsi
dan kertas reject :p

        Nah, pagi ini yang masih jam setengah 7, aku udah langsung mandi, menyetrika baju dan segala macamnya gitu. Bayangkan, telat 10 menit aja untuk jumpa pembimbing, dosennya udah gk mood untuk revisi-an dan akibatnya bakal fatal. Itu berarti gue udah nunda satu hari kesuksesan Skripsi gue trus artinya gue juga menunda satu hari kelulusan gue trus gue menunda satu hari masa depan gue. How poor am I. huhuhu. Nah oleh sebab itulah teman-teman yang budiman, aku merelakan waktu pagiku untuk pergi ke kampus. 


Jalan ke kampus hanya butuh waktu 5 menit but I’m really getting hot. Subhanallah, kota Pekanbaru semakin panas. Baru jam 8 pagi, panas matahari udah melebihi panas jam 12 siang lho. Apa gegara efek gerhana matahari ya? Kagak jelas deeeh. Sampai di kampus, aku sengaja lewat parkiran. Pura-pura lirik mobil bagus buat jadi referensi beli mobil besok ini. Eh, jangan salah yaa, mahasiswa teknik hari ini mah udah kaya semuaa. Buktinya parkiran motor dan mobil yang ada aja gak cukup menampung kendaraan yang masuk. Ditambah pula, jenis mobil yang parkir adalah jenis mobil yang mengkilap dengan tanggal habis pajak nya tahun 2020. Amazing, gue aja yang sampai hari ini masih belum bisa naik motor. Sumpah parah kali !! Lirik sana-sini sambil merhatiin mobil baru, gue ngerasa udah kayak pelaku curanmor yang sedang investigasi untuk mencuri. Untung aja satpam fakultas gak ngerasa risih lihat gue. Apa mungkin karena wajahku yang childish and chubby, mereka menganggap angin lalu aja. Tapi karena niat aku cuma untuk memastiin mobil dosen, jadinya gk ada mobil yang hilang. Aaarggh, apaa sih gaje-gaje gajeeee.
 Nah, setelah aksi nekat itu, gue lari-lari ke prodi. Naik tangga sambil ngos-ngosan sembari berdoa, ya Allah semoga hari ini bisa nambah ilmu tentang biodiesel lagi, trus semoga revisi skripsi ini lancar, semoga hamba bisa cepat paham sama apa yang dibilang dosen nanti, semoga belum buka daftar seminar trus bukanya setelah skripsi hamba di acc sama dosen, trus semoga dosennya lebih banyak senyum lagi. Semoga hamba bisa lulus ketika ujian kompre besok. Aamiin. Subhanallah panjaaaaang sangat doa saye padahal cuma naik 15 anak tangga. Hahahaha. Tiba di depan prodi, ternyata dosennya masih ngajar di kelas 318. Ya sudahlah, sudaaaaaah. Tapi ngak papa deh, daripada dosennya udah duluan kabur pulang kaan.
Akhirnya setelah menunggu satu jam lebih 30 menit,  sang dosen keluar kelas dan langsung ke prodi. Dengan rasa gugup yang tiba-tiba datang entah darimana, aku membuka hasil perbaikan 3 hari sebelumnya dan memperlihatkannya kepada beliau.
“Nah seperti ini kan bagus pembahasan kamu Intan. Jadi ini dipahami lagi untuk presentasinya nanti ya. Ohya ini ada kurang bagus kalimatnya, kamu tukar ya. Dan untuk kesimpulan bukan seperti ini kalimatnya. Kan saya sudah bilang, yang kemarin itu aja ya.”
Perfecto, cuma salah dikit aja. Ah, betapa bahagiaaanya di menit-menit itu. Rasanya pengorbanan selama berbulan-bulan revisi tak terasa sama sekali. Lega bangeeet.
“Kamu daftar aja dulu ke prodi, kan minggu depan udah minggu ke tiga maret kan. Ohya kamu cari jurnal tentang supercritical methanol itu ya. Ada yang perlu dibahas tentang itu” beliau mengembalikan kertas revisi skripsiku.
“Iya buk, dicari dulu jurnalnya buk. Kemarin lupa di folder mana tersimpan buk” Tanpa sadar, aku menjawab kata-kata beliau. Aduuuh emang gk punya sopan santun. Beberapa saat setelah itu, aku keluar prodi dan cuuuusss langsung pergi ke lab kawan. Sambil jalan, aku senyum-senyum sendiri kayak orang gila yang diledek sama anak-anak kecil. Ah, I don’t care, yang penting aku sudah di kasih lampu hijau untuk daftar seminar hasil. Alhamdulillah. Semoga seminar hasil penelitianku lancar dan aku bisa menjawab semua pertanyaan penguji dengan baik dan benar. Aamiin.
Semoga tahun ini, Skripsi gue udah dipajang disini
Perpustakaan Universitas Riau cabang F. Teknik

Do'a from A place we called HOME - Parabek. So sweeet :) :)

Makasih kawan-kawan yang masih setia
menunggu Kelulusan sayee

 Catatan kecil dari Mahasiswa yang gak layak lagi disebut mahasiwa Akhir
Entah apalagi sebutannnya, tapi yang jelas bukan The Legend Student

Tidak ada komentar:

Posting Komentar