Ini sudah masuk minggu ketiga, aku tidak berjumpa dengan mereka,
para anggota geng Niña Mühendis. Sedih memang harus berpisah jauh dengan mereka
apalagi tak tau sampai kapan akan bertemu lagi. But surely, aku yakin
rindu yang terus memuncak ini juga dirasakan oleh para anggota geng yang lain.
Bukannya lebay ya, ITU FAKTA DAN ITU ADALAH MASALAHNYA (bacanya pake intonasi Chelsea
Islan di film Rudy Habibie yaa..) krik krik krik krik krik... Oke, mari
lupakan adegan sok sedih barusan karena gue kagak mau Jumat Malam yang syahdu
dan berkah ini rusak gegara kesedihan yang tak terelakkan ini (air mata
tiba-tiba menetes membanjiri kasur spring bed yang empuk). Ah, kan udah
dibilang jangan cengeng macam balita, tetap aja hati tak bisa dibohongi. (nangis
meraung-raung sambil cakar-cakar dinding yang baru dicat).
Hari ini adalah Jumat (04 November
2016) yang sangat bersejarah untuk Indonesia. Pasalnya hari ini, Umat Islam
Indonesia menyuarakan Kebenaran Haqiqi di Ibukota Jakarta, meminta
Presiden Republik Indonesia untuk mengusut tuntas si Penista Agama yang telah
menodai ayat Alquran. Berani sekali menghina Pedoman Agama padahal dia hanya
segelintir dari penduduk agama yang minoritas di Indonesia. Mari kita lihat
saja nasib kehidupannya, apa akan berakhir di bui atau diusir dari tanah air ?
*Headline News* Habis terkagum-kagum dengan kedasyatan dari berkah hari
jumat.
Aargh, sebenarnya bukan bahas
tentang si Penista Agama Islam yang sok keren sok pintar itu, tapi kok larinya
kesana ya? Kan lagi adegan isak tangis kerinduan dengan geng Niña Mühendis,
memang lah ya. Dari tadi ngomongin geng Niña Mühendis, sebenarnya mereka siapa
sih sampai baper mikirinnya. Ah bukan siapa-siapa sebetulnya. Mereka hanyalah
sahabat yang selalu memberikan perhatian lebih kepada satu sama lain, sahabat
yang selalu terjaga untuk menolong di saat sulit, sahabat yang tak peduli akan
kemarahan yang lain asalkan bisa mengingatkan tentang kebenaran Ilahi, sahabat
yang dengan suka rela memberikan pundaknya ketika kesedihan datang, sahabat
yang tak segan memarahi saat melakukan kesalahan, sahabat yang sabar mendengar
celoteh kosong ketika bercanda dan banyak lagi yang tak mampu lidah ini untuk
berucap. (nah lue kan lagi nulis)
Di malam yang selalu dingin ini
*ceritanya lagi di Kota Bukittinggi*, aku membuka folder Niña Mühendis yang
berisi foto-foto kece para gadis belia hahahahaha. Aku tersenyum
mengingat adegan berlari-lari ke lab nya Uci ketika Ultahnya gara-gara
kepanikan Asia, keisengan untuk ngerjain ciwid saat ultah di dekat jembatan
kupu-kupu UR, kecemburuan Aku dan Siti karena ngerayain Ultah yang dibuat sengaja
telat, keunikan hadiah Ultahnya Vina dan Ina yang isinya Buku tentang menikah,
buka bareng di Sewuroso sambil ngasih kado Ultahnya Nila, jalan-jalan ke taman
Kota Pekanbaru dan ke Bangkinang hanya untuk foto-foto, foto bibir merah
sehabis makan ayam penyet ketika Ultahnya Asia, kealayan foto di wedding
kakaknya Uci serta foto-foto lain yang membongkar kisah lama. Terima kasih Dian
yang oke banget jadi pemandu foto selfie kita-kita. muach muach muach muaaach
:*
![]() |
| Niña Mühendis Gallery |
Berawal dari takdir yang
mempertemukan kita di UKMI Daarul Hijrah (except Vina yang menjadi teman
di dua kelas berbeda), aku merasa menjadi orang yang paling beruntung hari ini.
Yayaya, pada awalnya kita tidak bisa akur satu sama lain, selalu berbeda
pendapat dan salah paham sampai tak saling menyapa dua tiga hari, kadang saling
menjauh untuk menjaga hati yang terbakar emosi dan sikap kekanak-kanakan
lainnya. Tapi percayalah teman, di saat-saat seperti itulah, Allah ‘Azza wa
Jalla memberikan nikmat terbesarnya yaitu persahabatan yang tak lekang oleh
waktu. Aku yakin 100% bahwa saat kita tak sepaham tentang satu hal,
kerinduan berukuhuwah datang memenuhi
relung hati hingga kesalahan itu sirna seketika.
Teringat jelas waktu tahun-tahun awal
kuliah, Ina sering memarahiku kalau sikapku sudah melewati batas bercanda dengan
teman laki-laki di kelas. Begitu banyak kepeduliannya padaku, tapi aku tetap
saja menjahilinya dengan menyorakinya dengan teman yang lain. Ingat betul, ada
orang yang sampai stress karena sikap cool nya Ina dan pada akhirnya aku
mengakui bahwa akulah yang menyebabkan itu peace Na J J. Aku
juga pernah bertengkar hebat dengan Siti hingga dia menjauhiku untuk beberapa
waktu. Benar-benar kenyataan yang pahit waktu menjabat sebagai Ketua Keputrian
UKMI. But, aku sadar bahwa kesalahan harus diakui dan bersegera meminta
maaf. I’m so sorry about all of my mistakes and I promise to not do it any
more. Karena ku tahu tanpa kehadiran siti disini, takkan ada yang
mengingatkan untuk saling menjaga hati saat berselisih. Berbeda dengan Uci,
teman paling pintar diantara kami yang ku kenal ketika selesai acara HIMATEKI
pada bulan juli 2011 dulu. Awalnya aku hanya kenal sebatas nama saja sampai aku
tahu dia lah yang paling banyak memenuhi album foto kami. I mean she is a woman most narcissistic when
photographed. hahahaha. Aku tahu, dia lah yang paling tidak ambil pusing ketika kami bertengkar.
Dia malah langsung diam dan pegang hp daripada cas cis cus ikutan berpendapat
yang kagak jelas. Dia mah gitu orangnya, nyantai aja broh. Tapi dibalik
sikap cueknya, kami selalu mengiyakan apa yang dia katakan dan segera
mematuhinya tanpa banyak bicara. Aku belajar banyak darinya bagaimana cara
berfoto eeh bukan maksudnya cara menghadapi suatu masalah bahwa kita tak
harus tergesa-gesa mengambil keputusan meskipun di waktu yang terdesak. Thanks
a lot Uci.
Berteman satu kelas di tahun pertama
dengan Vina adalah keberuntungan yang tak terhingga. Keteguhannya akan satu hal
membuatku selalu iri padanya. Vina selalu memberikan pembelajaran padaku bahwa
apa yang kita percaya harus diperjuangkan, bagaimanapun kondisi kita. Aku yang
selalu membayangkan hal-hal terburuk akan suatu masalah selalu kalah dengan
pemikiran baiknya, selaluuu. Selain itu, dia yang paling rajin diantara kami.
Hal sekecil apapun yang dikatakan dosen selalu tercatat di buku binder nya
termasuk out of topic ketika di kelas. Kebayang kan waktu lihat
catatannya, ada kotak-kotak kecil berisi motto dari Dosen. kwkwkwkwk.
Berjumpa dengan Dian membuatku tersadar bahwa kita juga harus mandiri meskipun
kita seorang perempuan. Selalu ada ide di setiap kesulitan yang kami hadapi,
termasuk mengatasi hal rempong yang aku ciptakan. Ketegasan yang dia miliki
membuat kami banyak belajar bagaimana menghadapi Dunia yang Keras ini. yeeeeaaa.
Hal-hal kreatif juga menjadi andalannya, bayangkan saja dian sangat-sangat
bersemangat membuat bouket Bunga Wisuda sampai-sampai tak sempat tidur. Pengen
nyuri-nyuri ide kreatifnya tapi apa daya tangan ini tak selembut tangan dian
merangkai bunga. ckckkckckck. Tak jauh beda dengan Nur Asia yang
sama-sama penuh kreatifitas. Dia mah jago nya photoshop CS 3 dan CS 4
sampai-sampai banjir orderan waktu wisuda kemarin. “Kadang kita tak harus
selalu memikirkan hal-hal remeh tentang orang lain”. Nah itulah yang diajarkan
Asia kepada kami. Tak mestilah dipikirkan semua, tak penting jugaa. Kini aku
memegang teguh prinsip itu dan terbukti ampuh waktu aku mengalami kondisi yang
buruk. Syukran jazilan Asia.
Bertemu dengan gadis minang seperti
ciwid membuatku bangga akan budaya Minangkabau. Ya, meskipun kami tidak pernah
sekelas (entahlah kalo ada, berarti waktu itu ntan belum sadarkan diri, ckckckck)
kami bersahabat dari UKMI DH. Ciwid mengajarkan banyak hal termasuk menyadarkan
kami tentang pentingnya memasak. Walaupun kami adalah para gadis teknik yang
kerjanya membuat laporan ini itu, tapi seorang perempuan tetaplah perempuan
apapun kesibukannya. Jika dia sudah mencatat apa yang harus dibeli ke pasar,
maka siap-siaplah menyantap makanan enak di sore harinya. Ada-ada saja yang
ciwid masak hingga terakhir yang ku coba adalah masakan berbau Durian. Wuih,
tak tertandingi masakannya dikalangan kami ini. Best of the best lah. Nah
terakhir adalah Nila, yang suka mengalah dan rendah hati suit suit suit suit.
Paling jarang membantah jika kami berbagi nasihat walau pada akhirnya suka
bersikukuh dengan pendapatnya. hehehehe. Meskipun pendiam, kami tak
lantas meninggalkannya dalam kesepian tapi mengajaknya untuk menggila
bersama. Kesibukan yang selalu ada membuat dia tak lantas melupakan sang
Pencipta. Aku selalu memperhatikannya setiap kali setelah shalat, selalu lama
untuk berdoa. Pernah sekali, kami langsung pergi saja dan meninggalkannya
setelah shalat eh tau nya Nila masih berdoa di mushalla. Alamak, rasanya malu
sekali diri ini dihadapanNya. Aku mencoba untuk menyainginya dalam soal ibadah
tapi tetap saja kalah jauh dari padanya. Ah sudahlah, dia mah sudah ahlinya
atuuuh.
Upps, satu
lagi terlupa. Niña Mühendis hanyalah sebutan biasa diantara kita-kita. Ya pada
awalnya cuma untuk buat nama grup Line doang biar keren dikit. Nah, niña itu
berasal dari bahasa Spanyol yang artinya gadis sedangkan mühendis berasal dari
bahasa Turki yang artinya insinyur. So simple, right ^_^
by : Ii-eF-eM
Bukittinggi, 4-8 Nov 2016
Mumpung lagi gak ada kerjaan dan gak ada yang mau dimakan :p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar