Pages

Rabu, 05 Agustus 2015

Empat tahun atau Empat puluh tahun (Part 3)

Malam ini setelah berhari-hari nge-lab di kampus, akhirnya bisa bermalam minggu bahagia. Yahaa, bayangin aja coba gue harus nyampling per tiga puluh menit gara-gara sang pembimbing tercinta memberikan ide cemerlangnya untuk meng-kinetika proses transesterifikasi biodiesel. sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam ini, saya merasa bahwa menyedot hasil proses transesterifikasi per 30 menit itu gampang banget tapi ternyata menguras tenaga juga boy. Tapi apalah daya, waktu telah mengubah segalanya meeen.
Empat tahun sebenarnya sudah terlewati 1 hari kemarin tepatnya diakhir bulan juli 2015 ini. Loe gk percaya, oke cek aja KTM gue yang validasinya cuma sampe bulan juli 2015. Dan gue baru tersadarkan setelah masuk 1 agustus ini. Alamak, udah jadi anak illegal gue di kampus teknik ini. Eh ngomong-ngomongin 4 tahun sebenarnya memang udah waktunya saya get out dari kampus ini tapi apalah daya boy. 1 tahun terakhir ini telah menjadi saksi bahwa keinginan tidak selalu berjalan dengan mulus. 4 tahun ini telah membuktikan bahwa calon-calon sarjana teknik tidak selamanya mengakhiri masa “senang-senang”nya dengan baik. Loe gk percaya ? buktinya di 4 tahun ini, hanya 2 teman kami yang berhasil lolos menjadi sarjana teknik, yaitu Fydel setiadi, ST dan Ella Awaltanova, ST. I’m proud of them as Chemical Engineer. Kami akan segera menyusulmu, teman. Sesegera mungkin seperti tayangan film terbaru di TV.
Empat tahun sudah berlalu teman, dan aku masih saja bangga menjadi mahasiswa teknik. Sebenarnya tidak sebangga ketika pertama kali menginjak tanah fakultas teknik tapi bangga mengejar-ngejar dosen pembimbing penelitian, mengantri alat-alat lab, memegang gelas piala, reactor, erlemenyer dan bahan-bahan kimia yang sangat mudah menguap dan paling bangga melihat hasil-hasil kerja di lab. Meski disisi lain merasa bahwa penelitian ini butuh waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikannya. Tapi demi sebutan “sarjana” apapun harus dilalui dengan senyuman. Ya gaaaak ???
Kesibukan hari-hari ini adalah bangun pagi, bergegas mandi tanpa sarapan, berjalan cepat menuju lab tanpa singgah ke tempat lain. Langsung menimbang-nimbang bahan, pasang reactor dan tunggulah hingga berjam-jam. Berhari-hari melakukan rutinitas seperti itu hingga akupun hafal prosedurnya dengan cepat. Hehehe. Hingga tidak ada lagi kesempatan bertengger di lantai 2 untuk wifi-an dan makan siang di ampera-an. Sedih memang tapi kesedihan itu berlahan hilang ketika mata ini memandang CPO yang tercampur dengan katalis ZnO itu. Semuanya sirna ketika mencuci peralatan penelitian. Semuanya hilang seperti tidak terjadi apa-apa. Lebay kali laah
Tapi empat tahun sudah berakhir teman, berakhir dengan memalingkan wajahnya dariku. Diri ini menyedihkan sekali ditinggalkan empat tahun itu. Empat tahun adalah target kuliah setiap orang, empat tahun adalah masa untuk menunjukkan bahwa kita bisa melewati masa perkuliahan dengan baik. Ah, ini bukanlah sebuah penyesalan boy, hanya saja menjadi perbandingan bahwa dengan masa empat tahun segalanya bisa terjadi. Kukuatkan hati yang mulai goyah.
Setelah empat tahun ini berakhir, aku harus menata masa depan. Menyusun strategi kehidupan. Memulai untuk merencakan apa saja yang harus aku lakukan setelah mendapatkan gelar sarjana. Apakah aku harus meneruskan studiku ke jenjang S.2? lalu mau mengambil jurusan apa lagi? Teknik kimia lagi? Entahlah. Kata senior, kalau mau mengambil jurusan yang sama, itu tujuannya kalau mau menjadi dosen. Alamak, jadi pengajar. Emang sih salah satu tujuan belajar di teknik kimia adalah menjadi seorang dosen tapi itu bukan tujuan utama. Masih banyak industri proses yang menunggu sarjana-sarjana teknik. Tapi memasuki dunia kerja macam itu apakah aku sanggup dengan kondisi seperti ini. Entahlah, apakah aku saja yang pesimis dengan nasibku? Disisi lain dunia kerja industri memiliki peluang yang besar. Iya sih tidak sebesar ketika laki-laki melamar kerja di industri-industri proses tapi pastilah ada lowongan kerja untuk perempuan. Kan mereka juga tau kalau anak teknik gak cuma anak laki-laki.
Tapi dibalik keresahan mahasiswa akhir seperti aku ini tidak akan berlangsung lama, Insya Allah. Karena akan selalu ada Allah SWT yang menuntun kita ke jalan yang benar selama kita juga berpegang teguh, beriman kepadaNya. Apapun rencana yang kita buat pastilah Allah punya rencana yang jauh lebih baik dan sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita. Selama perbuatan itu bermanfaat, apa salahnya kan. Tapi yang paling penting kita harus berusaha menjadi yang terbaik. Ok. Salam perjuangan dariku untuk mu teman-teman seperjuangan yang memperjuangkan hak sarjananya, dimanapun berada.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar