Sore-sore gini, gue tetap nongkrong di lab tercinta.
Ya ngak ngapa-ngapain sih cuma nunggu hasil biodiesel nya di vakum sama kk ifa di lab kimfis. Hhm,
males ke lab sana soalnya jadilah berdiam diri di lab ini. Seharian tadi juga
nge-run biodiesel. Alhamdulillah hari ini gak terlalu
capek,hehe. Soalnya gak ada mengukur kadar asam dan kadar sabun. Eh, bayangin
aja tiap 30 menit nyampling, ambil sampel trus langsung mengukur kadar sabun
dan kadar asam. Udah buta warna parsial aja kami karena gak bisa lihat warna pink di campuran biodiesel dengan
pelarut. Tapi syukur deh hari ini free
itu dulu. Mata udah kunang-kunang rasanya.
Naah, itu tu pengalaman seminggu nge-lab. Dan
bakalan ada 10, 20 hari bahkan mungkin 30 hari lagi melakukan hal yang sama
setiap harinya. Menimbang CPO, katalis dan H2SO4. Buka H2SO4
aja rada-rada takut, sampai-sampai harus pakai sarung tangan lab. Yaa, gak
menjamin juga sih kalau cuma pakai sarung tangan aja. Tetap aja ngebayangin,
jangan-jangan botolnya tersenggol trus pecah kena rok dan dhuaar, terbakar deh. Bayangannya keterlaluan banget kaaan. Belum
lagi nuangin toluene yang bau nya
minta ampun. Udah ngerasa jadi menghisap lem cap kambing aja tau. Iyalah
baunya yang semerbak itu bikin kepala pusing dan berpikir untuk lebih baik
pingsan deh daripada mencium bau toluene.
Tapi Alhamdulillah deh sekali lagi,
gue gak pingsan beneran setiap nuangin toluene .
Gitu deh suasana seminggu terakhir ini. Ditanya
capek, yaaa iyaalah gue capek banget, pake banget tau. Belum pernah ngebayangin
penelitian sekomplek ini bro, mungkin teman-teman yang lain juga seperti yang
aku alami. Bolak-balik menyuci alat lab, nimbang bahan-bahannya, trus ngukur
kadar asam dan kadar sabun dan sebagainya. Ya lebih kurang gitu deh rasanya.
Tapi kalau gak gitu, ya kapan lagi coba penelitiannya. Namanya juga penelitian
tentang biodiesel, yang rumitnya minta ampun. Dari mempersiapkan katalisnya,
trus menvakumnya ke lab TBAM (istilahnya numpang dan minjam alat vakumnya)
selanjutnya men-ovennya ke lab TRK (ini numpang lagi) dan meng-kalsinasi dan
aktivasi ke lab FMIPA (ini benar-benar menumpang sama orang kami). Trus balik
lagi ke lab produk untuk proses esterifikasi-transesterifikasi CPO. Gampang
kok, Cuma tinggal tuang-tuangin aja bahan-bahannya. Yang sulit itu waktu mau
mengukur kadar asam-sabun dan sebagainya deh. Naah itu tu bikin perasaan campur
aduk antara capek, males, pusing dan ngasal. Hahaha. Dan terbayanglah gimana
untuk 36 kali run lagi. Alamak, ke
kasur aja deh, bobok.
Perjuangan ini sih belum seberapa kalau ditambahkan
dengan pembuatan proposalnya. Bayangin aja deh start buat proposal mulai bulan januari 2015 dan pertama kali
revisi tanggal 26 februari 2015. Yaa pas bulan januari sih bertepatan dengan
libur semester dan aku lebih memilih untuk liburan daripada revisi-an. Masih
gak percaya dengan kenyataan. Dan sejak revisi pertama, hati ini mulai
ditumbuhi bunga-bunga mawar tapi masih tumbuh doank, belum berbunga. Masih
galau-galaunya dengan dosen pembimbing. Hati ini masih gak percaya bahwa tidak
ada lagi mata kuliah yang menghalangi untuk menjadi alasan supaya tidak revisi. Dan loe tau akibatnya, setiap tiga
hari sekali, gue sengaja nongolin diri, berjamur nunggu dosen kesayangan di
depan ruangan prodi S.1. ya awalnya kasak-kusuk baca hasil revisi-an dan 5
menit setelah itu nge-googling deh. Hahaha. 2 jam berlalu, sang dosen datang
tergopoh-gopoh sama anaknya yang imut banget. Datang dengan wajah sumringah
karena beliau seneng banget kalau ada mahasiswa yang berwajah putus asa nunggu
beliau. Paling bahagia banget gitu. Trus, gue sebagai salah satu mahasiswa
korban kesewenangan dosen berdiri mematung seperti patung hiasan di museum.
Sedikit tersenyum, supaya sang dosen sadar kalo beliau yang ditunggu
berjam-jam. Sedih memang, mana perut lagi lapar-laparnya. Tapi daripada
kehilangan dosen, lebih baik kelaparan deh. Itu prinsip mahasiswa tingkat akhir
boy.
Akhirnya setelah sekian kali revisi-an sampai-sampai
revisi di ruangan prodi, proposal ini tidak perlu lagi ada perbaikan. Gitu sih
kata sang dosesn. Eh besoknya jumpa beliau di lab dan serta merta menyatakan
bahwa, “ya udahlah proposal intan itu. Saya rasa udah cukuplah kalo untuk
seminar proposal. Ntar, kalau ada beberapa hal yang salah atau perlu
ditambahkan, nanti saja waktu jadwal seminar udah keluar.” Saya syok berat
atuh, mana penelitian dijadiin pakai kinetika reaksi lagi. Sesuatu kali lah
Penelitian ini.
Tapi kalau dipikir ulang lagi, ternyata gini rasanya
jadi mahasiswa tingkat akhir yang kerjaannya di lab. Yang paling sensitif dan
risih kalo ditanya,”semester berapa dek?” paling malas dari sekian mahasiswa di
kampus dan paling suka mengalihkan skripsi ke game online. Hehehe. Tapi dibalik itu semua boy, kami adalah
mahasiswa yang hanya selangkah lagi menuju masa depan, menjadi calon-calon
intelektual yang berwibawa, menjadi orang-orang kepercayaan dikalangan junior,
ya iyalah semua tugas dan presentasi sebagian besar copy paste dari senior. Kan kami, senior gak pernah salah. Gak pernah
tau !!!
Tapi, sebagai mahasiswa tingkat akhir, penyakit
kegalauan mulai merajalela. Mengacaukan pikiran, yang awalnya semangat
mengerjakan skripsi, lama-lama buyar karena game
tampaknya lebih seru dikerjain. Mulai resah seiring sedikitnya lowongan kerja
yang dibuka. Dan mulai menggila dengan
bertambahnya usia tapi isi dompet gak pernah nambah. Tapi aku, salah satu dari
sekian banyak mahasiswa tingkat akhir akan terus mencoba menjaga hati untuk
tidak berpaling dari skripsi, penelitian dan ujian kompre. Meskipun dari
seminggu ada beberapa hari, lebih memilih untuk bermalas-malasan. Tetap semangat
untuk berjalan setiap pagi ke lab. Demi menyempurnakan isi dari laporan
penelitian. Dan pastinya demi menggapai gelar sarjana Teknik Kimia.
Buat teman-teman sesama mahasiswa tingkat akhir, saya
berpesan bahwa jangan sekali-kali kita kalah dengan waktu. Biarlah, biarlah
waktu mengikat kita setiap hari, memaksa kita di subuh hari untuk bergegas ke kampus tapi ingatlah teman sesama
mahasiswa tingkat akhir bahwa kita hanya tinggal selangkah lagi menuju masa
depan. Ingat itu teman, masa depan sedang tersenyum malu menanti kita.
Rabu 5 Agustus 2015 3.29 WIB
sambil nungguin Katalis di Oven serta mendinginkan biodiesel
di lab produk, FT UR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar