Cerita ini aku beri judul My Job My Adventure karena kami
terinspirasi dengan acara “My Trip My Adventure“. Kerena kami adalah para
pekerja, maka kata My Trip di tukar dengan My Job. Biar saat kerja, terasa pengalamannya dan bisa
bikin hati tambah seneng waktu membersihkan kamar. Ya selain itu, biar hati ini
selalu merasa ringan ketika mengerjakan segalanya alias rangkap jabatan.
Liburan
Idul Fitri tahun ini, aku pulang kampung ke Bukittinggi. Senang campur bahagia bro. iyaalah udah lama banget rasanya gak
pulang. Di hari pertama lebaran, kami sekeluarga shalat di Mesjid Jami‘ Ladang
Laweh. Mesjidnya masih dalam proses pembangunan jadinya kami berdesak-desakan
shalat dengan jamaah yang lain. Shalat ied seperti biasanya dan tentu mendengarkan
khutbah hari raya. Sepulang dari shalat, kami makan bersama di rumah. Ya
hal-hal biasa yang dilakukan. Setelah beberapa jam berleha-leha sambil menonton
TV, Ibupun memanggilku untuk membersihkan daun-daun busuk di pekarangan rumah.
Yaah, sedih memang mencabut daun-daun kering disaat orang-orang lewat tapi gak
masalahlah toh mereka tak mengenaliku dan aku juga tak kenal. Hehehe
Hari
kedua lebaran, aku tetap saja masih berleha-leha di rumah. Jam 10 pagi, tanteku
tiba-tiba bilang kalau kita akan ke panorama. Lah, ngapain? Lebih tepatnya
ngapain ntan juga diajak-ajak. Lagi seru-serunya nonton K-Drama di TV nih.
Akhirnya dengan tergesa-gesa aku memasukkan dua pasang baju,bawa laptop dan
peralatan mandi ke dalam tas. Sebenarnya gak tahu sama sekali mau ngapain di
Hotel panorama, tapi gak papalah. Mungkin bisa menikmati makan bakso setiap
sore, beli sandwich, es cendol dekat gerbang masuk ngarai sianok. Trus bisa ke
pasar bukittinggi. Itu pikiran konyol yang sama sekali gak pernah bisa terjadi.
Hari pertama di hotel, aku dipekerjakan
sebagai resepsionis. Istilah lain
dari tukang nyatat orang yang mau nginap, minta KTP nya plus uang pembayaran
penginapan. Gampang kaan. Ih, gampang banget malah. Beberapa jam setelah itu,
datanglah dua cewek, mahasiswa STAIN semester 5 yang katanya mau kerja di
hotel. Anes dan Miming namanya. Anes berasal dari payakumbuh dan miming dari
pangkalan dekat jalan kelok Sembilan. Wah, wah jauh banget kan kalo mau ke
bukittinggi ini. Sorenya adik bungsuku (husen) datang dan membawa lauk karena
kami pergi tergesa-gesa tanpa memikirkan makan. Beberapa saat setelah itu
datang juga dua orang cowok yang sama-sama mau kerja, Anoy dan Lutfi. Lutfi orang sariak dan anoy, eh lupa deh tempat tinggalnya. Maaph
ya
Hari kedua kerja, posisiku beralih
menjadi orang yang menemani calon penginap melihat-lihat kamar. Dua tiga kali
naik turun tangga ternyata melelahkan juga. Menjelang siang, penginap mulai check
out dan mulailah kami beralih profesi masing-masing. Bertiga awalnya, aku,
anes dan miming membersihkan kamar hotel. Mulai dari membersihkan kasur,
melipat selimut, menyapu, mengepel dan membersihkan kamar mandi serta membuang
sampahnya. Alamaak, aku benar-benar tidak menyangka kalo penginap-penginap
hotel terkadang sewenang-wenangnya saja membuang sampah di kamar. Mungkin
mereka berpikir akan ada yang membuang sampahnya. Ada juga yang tidak
membersihkan tempat tidurnya, iyaa sih itu mungkin karena anak-anak mereka tapi
aku terheran-heran saja awalnya. Apa mungkin di setiap hotel seperti ini?
Merepotkan juga yaa.
![]() |
| para Pekerja di Hotel Panorama |
Hari-hari berikutnya juga seperti
itu. membersihkan kasur, kadang menukar alas kasurnya dengan yang baru,
menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi dan membuang sampah.di pagi, selalu
rutinitas seperti itu. hingga beberapa kali kami tidur-tiduran dulu di kasurnya
karena capek bolak balik naik tangga. Ya pekerjaan macam ini kami lakukan
sambil bercanda jika penginap baru check out dan belum ada yang masuk
lagi. Seru kali boy, karena membersihkan kamar bersama-sama. Jadi punya tugas masing-masing
jadi membersihkan kamar tidak berat.
Jadi aku mulai bercanda dengan yang
lain karena mereka juga orangnya lucu-lucu. Anes yang selalu menyapu karena dia
memang suka bersih, aku menukar alas kasur jadi otomatis naik turun tangga,
miming yang entah kenapa suka sekali membersihkan kamar mandi, lutfi yang
mengepel lantai dan husen sebagai asistennya merangkap sebagai juru kunci
kamar. Hahaha. Setelah jam 12 siang, biasanya pekerjaan membersihkan kamar
selesai. Jadi husen balik ke rumah sambil membawa barang-barang yang kotor jadi
dia merangkap pekerjaan juga. Nah lutfi juga pulang dan mereka kembali sore
lagi. Nah tinggallah kami bertiga dengan tante ku juga. Jadi kami berganti
menjadi resepsionis. Masalah harga kamar, itu kami serahkan kepada tanteku
karena aku trauma menetapkan harga kamar. Kami jadinya hanya pekerja yang
membersihkan kamar dan menemani calon penginap melihat kamar.
![]() |
| Hotel Cendrawasih di Panorama, BKT |
Keseruan selalu terjadi ketika
membersihkan kamar hotel. Kami menemukan pepsodent di kamar mandi, kadang
menutup hidung ketika membuka kamar karena kamarnya bau rokok, kadang
tidur-tiduran dulu di kasur karena terlalu capek membersihkan kamar, kadang
berteriak menanyakan apakah kamar ini sudah disapu atau belum, kadang mengeluh
karena kamarnya terkunci dan kuncinya tertinggal di meja resepsionis. Ah
lucu-lucu laaah. Kadang aku sampai ngos-ngosan karena ngambil alas kasur yang
baru. Kadang anes
sampai termenung sendiri karena nyapu terus, miming yang selalu tertidur di
kasur saat membersihkannya. Lutfi yang terdiam karena menunggu anes menyapu,
supaya lantainya di pel. Husen yang hanya berdiri di pintu menunggu giliran
kerja untuk mengunci pintu. Ada juga kami bertiga membersihkan satu kamar
dimana kamarnya kena banjir. Iya banjir betulan karena air dari kamar mandi
keluar dan sampai ke bawah kasur. Untungnya kasur tidak basah akan tetapi kami
terpaksa mengangkat kasur springbed besar itu ke atas meja dan
mengeringkan lantainya segera. Sampai-sampai ke sudut belakang lemari aku
membuang airnya. Sungguh itu pekerjaan yang paling berat dan paling
menyenangkan. Berat karena kalau tidak hati-hati air akan membasahi kasur dan
lemari. Menyenangkan karena baru kali itu aku merasakan bagaimana membersihkan
kamar dari musibah kebanjiran lokal itu.
Dua
hari terakhir, segerombolan monyet datang mengunjugi hotel. Mereka masuk tanpa
izin melalui pagar belakang di lantai 2. Awalnya aku merasa ada yang aneh saat
tiba-tiba terdengar bunyi toples yang jatuh. Tapi sengaja aku diamkan karena
tak berani naik ke lantai 2. Akhirnya dengan penuh keberanian, miming pergi ke
lantai 2 dan terlihat jelas gula, teh celup dan kopi berserakan di lantai 2.
Cepat-cepatlah kami membersihkannya, kalau saja tanteku tau kejadian naas itu,
Innalillah segalanya. Di hari terakhir kerja, kami berlima asli kecapekan.
Karena hanya tiga kamar yang terisi jadi rutinitas pagi agak terlambat
memulainya. Menyapu teras depan lantai 2 santai-santai. Buang sampah juga berleha-leha. Dan yang
paling sebelnya lagi, para penginap juga sengaja berlama-lama di kamar hotel
sehingga menghambat kerja kami. Mungkin merasa hari itu pekerjaannya tidak
banyak, tanteku tidak mengajak kami sarapan. Mungkin dia juga sibuk dengan
urusannya di kamar. Jadi kami yang
diluar, sumpah asli kelaparan tingkat tinggi. Miming yang sedang membersihkan
dapur dan kulkas segera menyisihkan nasi dan lauk yang tersisa. Meletakkannya
diatas mangkok besar di atas meja. Tapi tak satupun kami berminat menyentuhnya.
Akhirnya dengan segala keterpaksaan, kami menyuapnya sesendok demi sendok. Dan
satu lagi, di hari terakhir kami di hotel, segalanya berubah. Tiba-tiba listrik
di hotel itu tidak berfungsi, sepertinya ada konslet tapi kami semua tidak tahu
penyebabnya dan akibatnya kami tidak bisa menonton TV, mengcharger hp dan
lainnya. akhirnya sambil menunggu tante balik dari urusannya kami seperti
patung selamat datang di hotel itu. berdiam diri tanpa tahu apa lagi yang harus
dikerjakan. Menyapu lantai sudah, mengepel juga sudah selesai. Membersihkan
kamar selesai, membereskan pakaian ke dalam tas juga sudah. Asli menit-menit
yang membosankan waktu itu. akhirnya sekitar jam 12 tanteku kembali ke hotel. Daaaan, kami duduk berenam di sofe depan meja
resepsionis. Tanteku memberikan petuah sebelum hotel ditutup. Daan yang paling
keren adalah kami diberi gaji yang sesuai lah selama 10 hari ini. Senaang kali
laaah,
Untuk
teman-teman sesama rekan kerja di hotel panorama,saya ucapkan terima kasih atas
kerja sama kita selama 10 hari itu. Tanpa kalian, saya pun tak sanggup
mengerjakan ini-itu sendirian. Terima kasih kepada anes yang orangnya selalu
mengingatkan saya. Kepada miming yang bisa diajak jalan-jalan. Lutfi yang
becandaanya gak pernah garing. Husen yang selalu bisa diandalkan. Kapan-kapan
kita akan berjumpa lagi yaaaa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar