Pages

Senin, 14 Desember 2015

Menunggu Si Kuning Kelar



          Dua hari ini aku menunggu si Kuning selesai dijilid. Yaha, si kuning Laporan Kerja Praktek gue. Ah, sudah 3 bulan full aku melupakannya. Sorry ya yellowy, bukan maksud hati ingin melupakan tapi pikiran ini sudah cinta pada yang lain. Upsz. Sebenarnya bukan melupakan sepenuhnya tapi dosen pembimbing belum menaroh perhatian pada si Kuning, mau gimana lagi coba. Masa’ gue harus nodong dosen gue untuk pandangin laporan ini? Kan gak sopaan kali kaaan. Hihihi
Kerja praktek ini adalah salah satu mata kuliah yang gue perjuangkan jiwa dan raga gue. Gak percaya? Uuh, gue sampai nangis Bombay supaya bisa melaksanakan mata kuliah ini. Tersedu-sedu di kursi panas di ruangan dosen. Meneteskan airmata deras, deraaas bangeet. Masih gak percaya? Perlu gue harus mereka ulang adegan baper-baperan gue? Udah kayak tersangka kasus pembunuhan aja ne. Right, mata kuliah ini adalah sejenis magang di perusahaan atau industry. Nah kebetulan karena gue anak Teknik Kimia. Eh bukan kebetulan deng. Karena gue ditakdirkan untuk masuk ke dunia keteknikkimiaan oleh Allah jadi mau gak mau harus ngerjain yang namanya kerja praktek ini. Ada beberapa tempat favorit industry yang dijadikan tujuan KP yaitu Chevron Pasific Indonesia, Pertamina, RAPP, PTPN dan industry yang berbasis proses lah. Pokoknya yang anak teknik kimia nyambung masuk sana. Ya kalau magang di Rumah sakit kan gak ada kaitannya ke teknik kimia kaan, makanya gak ada satupun anak teknik kimia yang magang disana. Gituu tooh. Di angkatan gue tujuan KP udah lebih beragam. Emag sih masih favorit Chevron, RAPP, IKPP, Pertamina tapi ada juga ke PT PUSRI-Palembang, PT Ecogreen di Batam dan PT Halliburton di Duri dan itu termasuk gue. Kenapa gue lebih memilih PT Halliburton? Sebenarnya gak butuh banyak alasan sih Cuma yaa gue pengen lebih hemat aja selama KP 1 bulan. Ya pahamlah kaan yang sesame anak kos gini. Hahaha
Oke, gue pertegas lagi. PT Halliburton adalah perusahaan tempat kakak gue kerja. Jadi secara de facto and injury, gue otomatis bisa melangsungkan hidup gue secara baik disana alias makan gratis. Pergi-pulang pun gak ada masalah. Itulah satu-satunya alasan gue memilih PT Halliburton sebagai tujuan KP. Tapi itu semua gak berjalan mulus seperti jalan Tol Friends. Perjalanan gak selamanya bagus kaaan. Nah itulah yang terjadi sama gue beberapa bulan menjelang keberangkatan gue ke PT Halliburton itu. Awal yang panjang dan melelahkan.
Awalnya kakak gue menyarankan untuk membuat proposal kerja praktek itu berbahasa inggris. Laah, gue syok donk. Mana bahasa inggris gue cuma pahamnya setengah dari grammar trus mau menerjemahkan satu proposal KP lagi. Alamak. Meskipun ada translate google tapi itu gak membantu, gak membantu banyak. Disamping itu dosen pembimbing adalah seorang ahli bahasa inggris yang fasih betuul, mana lah mungkin gue buat proposal berbahasa asing itu sembarangan. Bikin maluu, gitu kata kakakku. Akhirnya dengan sisa-sisa semangat yang ada aku menjumpai dosen pembimbing KP. Bukan hanya untuk meminta tanda tangan beliau seperti kebanyakan yang dilakukan oleh teman-temanku pada dosen pemimbing mereka. Aku menunggu beliau untuk direvisi proposal KP. Walhasil, setelah keluar dari ruangan dosen, aku termenung sendirian sambil memandang hasil coretan sana-sini dari ibuk.  Melihat lagi hasil proposal yang berbahasa inggris itu. Rasanya ingin teriak, “kenapa buk kenapaa? Intan sudah gunakan teknologi canggih untuk mengubah bahasanya. Tapi kenapa buk?” tapi aku tak mampu bersuara. Yaa, karena aku duduk di depan prodi Teknik kimia. Malu donk gue teriak-teriak macam orang gila. Hahaha.
Berhari-hari aku upayakan untuk memperbaiki isi proposalnya hingga waktu itu datang. Datang dengan tergesa seakan aku tak mampu bernapas sangking senangnya. Proposal gue disetujui oleh dosen pembimbing. Meskipun masih dengan berat hati, beliau menandatangani lembar pengesahan itu. Ah dunia dan seisinya seakan ikut bahagia melihat adegan penting itu. Teman-temanku tersenyum bahagia saat aku pamerkan tanda tangan itu. Akan tetapi kehidupan tidak mulus seperti jalan tol bro.
Akhir bulan april, kisah tentang KP ini belum selesai. Tiba-tiba dosenku tidak mengizinkan aku pergi pada bulan Mei 2015. Hatiku remuk sekali, hancur dan ah tak tahu lagi rasanya kecewa itu. Akhirnya setelah meminta bantuan dosen lain, aku diizinkan meninggalkan kota pekanbaru menuju kota Duri untuk melaksanakan KP. Yes, yes, yes.
Satu bulan berlalu, saat nya kembali ke Pekanbaru dan kembali ke rutinitas perkuliahan. Dan satu lagi, gue harus segera revisi-an laporan KP. Seminggu awal aku di pekanbaru, aku malah disibukkan dengan penelitian di laboratorium. Membantu teman se-tim untuk mempersiapkan katalis biodiesel. Dan seminggu kemudian aku baru bisa menghadap dosen pembimbingku untuk revisi-an laporan KP.
kiri : Laporan gue dipajang di perpus FT
kanan: ini cover Laporannya :)
Revisi awal, aku disuruh mempelajari youtube yang brkaitan dengan KP. Aku tercengang. Ibuuk, ibuuk, ibuukk. Aku langsung patah semangat. Selang dua minggu aku memang searching tentang KP di youtube tapi aku tidak segera revisi-an. Gak ada rasa tentang itu lagi, itulah pikiranku sebulan pertama. Bulan kedua, aku kembali menghadap dosen. Bukan apa-apa sih, aku iri melihat temanku yang sudah ACC. Revisi ketiga aku beranikan diri menghadap dosen pembimbing dan apa yang terjadi? Aku hanya memperlihatkan laporan itu dan disuruh perhatikan penulisannya lagi. Aku mangut mangut tidak mengerti. Revisi ke empat aku menjumpai beliau lagi dan beliau menyuruhku untuk memperbanyak lembar persetujuan. Aku segera berlari ke foto copy teknik dan kembali ke ruangan dosen. Beliau langsung menandatangani lembar itu dan menyerahkan laporan KP ke tangan saya. Aku tidak percaya dengan apa yang terjadi. Laporan KP yang selama 3 bulan tertunda bisa diselesaikan dengan waktu kurang dari 10 menit. Apa-apaan ini? Apa yang telah terjadi ya Allah. Tapi aku cepat-cepat sadar. This isn’t a dream, Intan. Esoknya aku segera menjilid laporan KP untuk Perpustakaan FT UR, Koordinator KP dan untuk dokumentasiku. Alhamdulillah Alhamdulillah ya Allah.

Ahad, 6 September 2015
Siang hari sambil menunggu nilai KP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar