Dua
hari ini aku menunggu si Kuning selesai dijilid. Yaha, si kuning Laporan Kerja
Praktek gue. Ah, sudah 3 bulan full aku melupakannya. Sorry ya yellowy, bukan
maksud hati ingin melupakan tapi pikiran ini sudah cinta pada yang lain. Upsz.
Sebenarnya bukan melupakan sepenuhnya tapi dosen pembimbing belum menaroh
perhatian pada si Kuning, mau gimana lagi coba. Masa’ gue harus nodong dosen
gue untuk pandangin laporan ini? Kan gak sopaan kali kaaan. Hihihi
Kerja
praktek ini adalah salah satu mata kuliah yang gue perjuangkan jiwa dan raga
gue. Gak percaya? Uuh, gue sampai nangis Bombay supaya bisa melaksanakan mata
kuliah ini. Tersedu-sedu di kursi panas di ruangan dosen. Meneteskan airmata
deras, deraaas bangeet. Masih gak percaya? Perlu gue harus mereka ulang adegan
baper-baperan gue? Udah kayak tersangka kasus pembunuhan aja ne. Right, mata
kuliah ini adalah sejenis magang di perusahaan atau industry. Nah kebetulan
karena gue anak Teknik Kimia. Eh bukan kebetulan deng. Karena gue ditakdirkan
untuk masuk ke dunia keteknikkimiaan oleh Allah jadi mau gak mau harus ngerjain
yang namanya kerja praktek ini. Ada beberapa tempat favorit industry yang
dijadikan tujuan KP yaitu Chevron Pasific Indonesia, Pertamina, RAPP, PTPN dan
industry yang berbasis proses lah. Pokoknya yang anak teknik kimia nyambung
masuk sana. Ya kalau magang di Rumah sakit kan gak ada kaitannya ke teknik
kimia kaan, makanya gak ada satupun anak teknik kimia yang magang disana. Gituu
tooh. Di angkatan gue tujuan KP udah lebih beragam. Emag sih masih favorit
Chevron, RAPP, IKPP, Pertamina tapi ada juga ke PT PUSRI-Palembang, PT Ecogreen
di Batam dan PT Halliburton di Duri dan itu termasuk gue. Kenapa gue lebih
memilih PT Halliburton? Sebenarnya gak butuh banyak alasan sih Cuma yaa gue
pengen lebih hemat aja selama KP 1 bulan. Ya pahamlah kaan yang sesame anak kos
gini. Hahaha
Oke,
gue pertegas lagi. PT Halliburton adalah perusahaan tempat kakak gue kerja.
Jadi secara de facto and injury, gue otomatis bisa melangsungkan hidup gue
secara baik disana alias makan gratis. Pergi-pulang pun gak ada masalah. Itulah
satu-satunya alasan gue memilih PT Halliburton sebagai tujuan KP. Tapi itu
semua gak berjalan mulus seperti jalan Tol Friends. Perjalanan gak selamanya
bagus kaaan. Nah itulah yang terjadi sama gue beberapa bulan menjelang
keberangkatan gue ke PT Halliburton itu. Awal yang panjang dan melelahkan.
Awalnya
kakak gue menyarankan untuk membuat proposal kerja praktek itu berbahasa
inggris. Laah, gue syok donk. Mana bahasa inggris gue cuma pahamnya setengah
dari grammar trus mau menerjemahkan satu proposal KP lagi. Alamak. Meskipun ada
translate google tapi itu gak membantu, gak membantu banyak. Disamping itu
dosen pembimbing adalah seorang ahli bahasa inggris yang fasih betuul, mana lah
mungkin gue buat proposal berbahasa asing itu sembarangan. Bikin maluu, gitu
kata kakakku. Akhirnya dengan sisa-sisa semangat yang ada aku menjumpai dosen
pembimbing KP. Bukan hanya untuk meminta tanda tangan beliau seperti kebanyakan
yang dilakukan oleh teman-temanku pada dosen pemimbing mereka. Aku menunggu
beliau untuk direvisi proposal KP. Walhasil, setelah keluar dari ruangan dosen,
aku termenung sendirian sambil memandang hasil coretan sana-sini dari ibuk. Melihat lagi hasil proposal yang berbahasa
inggris itu. Rasanya ingin teriak, “kenapa buk kenapaa? Intan sudah gunakan
teknologi canggih untuk mengubah bahasanya. Tapi kenapa buk?” tapi aku tak
mampu bersuara. Yaa, karena aku duduk di depan prodi Teknik kimia. Malu donk
gue teriak-teriak macam orang gila. Hahaha.
Berhari-hari
aku upayakan untuk memperbaiki isi proposalnya hingga waktu itu datang. Datang
dengan tergesa seakan aku tak mampu bernapas sangking senangnya. Proposal gue
disetujui oleh dosen pembimbing. Meskipun masih dengan berat hati, beliau
menandatangani lembar pengesahan itu. Ah dunia dan seisinya seakan ikut bahagia
melihat adegan penting itu. Teman-temanku tersenyum bahagia saat aku pamerkan
tanda tangan itu. Akan tetapi kehidupan tidak mulus seperti jalan tol bro.
Akhir
bulan april, kisah tentang KP ini belum selesai. Tiba-tiba dosenku tidak
mengizinkan aku pergi pada bulan Mei 2015. Hatiku remuk sekali, hancur dan ah
tak tahu lagi rasanya kecewa itu. Akhirnya setelah meminta bantuan dosen lain,
aku diizinkan meninggalkan kota pekanbaru menuju kota Duri untuk melaksanakan
KP. Yes, yes, yes.
Satu
bulan berlalu, saat nya kembali ke Pekanbaru dan kembali ke rutinitas
perkuliahan. Dan satu lagi, gue harus segera revisi-an laporan KP. Seminggu
awal aku di pekanbaru, aku malah disibukkan dengan penelitian di laboratorium.
Membantu teman se-tim untuk mempersiapkan katalis biodiesel. Dan seminggu
kemudian aku baru bisa menghadap dosen pembimbingku untuk revisi-an laporan KP.
![]() |
| kiri : Laporan gue dipajang di perpus FT kanan: ini cover Laporannya :) |
Revisi
awal, aku disuruh mempelajari youtube yang brkaitan dengan KP. Aku tercengang.
Ibuuk, ibuuk, ibuukk. Aku langsung patah semangat. Selang dua minggu aku memang
searching tentang KP di youtube tapi aku tidak segera revisi-an. Gak ada rasa
tentang itu lagi, itulah pikiranku sebulan pertama. Bulan kedua, aku kembali
menghadap dosen. Bukan apa-apa sih, aku iri melihat temanku yang sudah ACC.
Revisi ketiga aku beranikan diri menghadap dosen pembimbing dan apa yang
terjadi? Aku hanya memperlihatkan laporan itu dan disuruh perhatikan
penulisannya lagi. Aku mangut mangut tidak mengerti. Revisi ke empat aku
menjumpai beliau lagi dan beliau menyuruhku untuk memperbanyak lembar
persetujuan. Aku segera berlari ke foto copy teknik dan kembali ke ruangan
dosen. Beliau langsung menandatangani lembar itu dan menyerahkan laporan KP ke
tangan saya. Aku tidak percaya dengan apa yang terjadi. Laporan KP yang selama
3 bulan tertunda bisa diselesaikan dengan waktu kurang dari 10 menit. Apa-apaan
ini? Apa yang telah terjadi ya Allah. Tapi aku cepat-cepat sadar. This isn’t a
dream, Intan. Esoknya aku segera menjilid laporan KP untuk Perpustakaan FT UR,
Koordinator KP dan untuk dokumentasiku. Alhamdulillah Alhamdulillah ya Allah.
Ahad,
6 September 2015
Siang
hari sambil menunggu nilai KP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar