Nama saya Intan Fitra
Martin. Sekarang saya berada dideretan mahasiswa tingkat akhir di jurusan
Teknik Kimia Universitas Riau. Saya adalah alumni dari sebuah pondok pesantren
di Sumatera barat. Sebuah sekolah berbasis Islam dengan tidak melupakan mata
pelajaran umum. Sekolah ini bernama Pondok Pesantren Sumatera thawalib parabek.
Terletak di desa Parabek kenagarian Ladang laweh kab Agam. Selama enam tahun,
saya menimba ilmu agama dan ilmu umum di sekolah ini. Di kelas 2 aliyah, saya
memilih jurusan IPA dengan tetap mempelajari ilmu-ilmu agama seperti bahasa
arab, fiqh, ushul fiqh, tafsir, hadist, balaghah, tasawuf, qawaid dan mathiq.
Hingga juli 2011, kami akhirnya menamatkan sekolah tingkat aliyah dengan
diadakannya acara perpisahan santriwan/wati kelas VI di lapangan sekolah Ponpes
Parabek. Tangis kesedihan bercampur bahagia saat mengetahui bahwa akngkatan
kami yang terdiri dari 43 orang lulus 100%. Beberapa bulan setelah itu, kami
harus harus mengikuti SNMPTN sesuai keinginan dan kemampuan kami yang
disesuaikan dengan basic ilmu yang kami miliki. Sebulan kemudian, saya diterima
di jurusan teknik kimia universitas riau. Jurusan yang memiliki masa depan seorang engineer yang
peluang kerjanya adalah di industri proses/manufaktur.
Teknik kimia adalah salah
satu jurusan yang sebenarnya didominasi oleh laki-laki karena prospek kerjanya
banyak di lapangan. Akan tetapi beberapa tahun terakhir, teknik kimia sudah
banyak diminati oleh perempuan karena pekerjaannya tidak terlalu memberatkan.
Sebagai seorang santriwati lulusan pondok pesantren, saya sangat sulit untuk
beradaptasi dengan keadaan yang dikelilingi oleh laki-laki. Lebih 60% dari satu
angkatan dipenuhi oleh laki-laki yang artinya setiap satu kelompok belajar
hanya ada 2-3 orang perempuan sementara terdapat 4-5 orang laki-laki. Untuk
minggu-minggu pertama perkuliahan, saya selalu salah tingkah karena masih
terkejut dengan kondisi fakultas saya. Dengan pakaian yang sudah rapi yaitu
memakai rok dan jilbab yang sudah lebar, tidak menghalangi teman laki-laki
untuk sekedar menyapa dengan jabat tangan. Dengan memakai alasan saya adalah
alumni sebuah pondok pesantren ternyata malah membuat teman-teman dan senior
tidak dapat mempercayai bahwa saya memilih jurusan yang sangat dipenuhi oleh
laki-laki. Meskipun demikian, itu tidak menyurutkan niat saya untuk menuntut
ilmu di jurusan ini.
Tahun pertama kuliah
adalah tahun tersulit bagi saya karena ditahun itu kami sebagai mahasiswa baru
harus mengikuti semua agenda yang dibuat oleh himpunan ataupun BEM fakultas.
Ada beberapa kali saya pernah ditegur oleh senior karena memakai rok di acara
Engineering Day. Akan tetapi, saya memberanikan diri untuk mengatakan bahwa
saya sudah terbiasa memakai rok dan tetap memakai celana panjang untuk kuliah
dan kegiatan lainnya. Selain itu, juga terdapat beberapa senior perempuan yang
juga seperti saya yang memakai rok dan jilbab lebar sehingga bisa membantu saya
ketika menghadapi masalah seperti itu. Selain senior yang merasa ingin tahu
dengan kebiasaan saya, ada satu dosen dimata kuliah saya yang juga merasa aneh
ketika melihat mahasiswa teknik kimia memakai rok. Padahal setahu saya, dosen
tersebut juga memiliki mahasiwi bimbingan yang memakai rok dan jilbab lebar. Hingga
pada satu kali pertemuan belajar dengan beliau, beliau dengan sangat sengaja
menyuruh saya untuk menyentuh lengan beliau dengan alasan untuk membuktikan
bahwa beliau tidak perlu ditakuti oleh mahasiswa. Padahal di kelas itu, ada
banyak mahasiwa/i yang berpakaian biasa saja yang telah terbiasa dengan hal
tersebut. Dengan rasa cemas dan tidak ingin dianggap menyepelekan dosen, saya
terpaksa menyentuh tangan beliau dengan pena. Semula teman-teman sekelas
bingung bagaimana saya yang sangat menjaga diri untuk tidak berpegangan tangan
dan menjaga hijab harus melakukan ide konyol tersebut. Selain itu, saya juga
hanya tersenyum ketika harus berjabat tangan dengan dosen selingkungan teknik
kimia ketika acara Buka Puasa bulan ramadhan. Setelah kejadian tersebut, teman-teman
dan senior sayapun menyadari bahwa saya memang berkonsisten untuk tidak
berpegangan tangan dengan non-muhrim. Meskipun ada beberapa kali pernah tidak
sengaja teman atau senior memanggil saya dengan menepuk bahu atau lainnya, saya
langsung tegaskan bahwa cukup memanggil saya dengan suara atau pakai alat lain.
Selain berjabat tangan
yang saya hindari, terkadang saya juga sulit mengatur waktu belajar ketika
adzan berkumandang. Ada beberapa mata kuliah yang waktunya malah bertabrakan
dengan waktu shalat. Ini sangat menganggu saya karena di sekolah pondok dulu, karena
kami benar-benar diajarkan untuk shalat tepat waktu. Ada beberapa dosen yang
mengizinkan saya keluar kelas disaat waktu shalat telah masuk tetapi tidak
sedikit juga teman-teman saya yang malah pergi ke kantin terlebih dahulu hingga
kadang saya juga terbawa-bawa. Akan tetapi saya dan beberapa teman yang berniat
shalat tepat waktu tetap mendahulukan sahalat daripada hal lain. hingga niat
untuk mengerjakan shalat diawal waktu tetap bisa saya lakukan.
Di awal saya memasuki
dunia perkuliahan, saya diajak untuk mengikuti perlombaan Karya tulis Ilmiah di
fakultas Teknik. Akan tetapi, saya merasa ragu-ragu karena masih menganggap
bahwa saya masih perlu banyak belajar. Diakhir tahun 2011, saya memberanikan
diri untuk membuat Karya tulis ilmiah akan tetapi saya tidak dapat mengikuti
perlombaan karena keterlambatan mengumpulkan paper. Pada tahun 2012, saya
kembali memberanikan diri untuk mengikuti Call 4 Paper Mahasiswa yang ditaja
oleh BEM FMIPA Universitas Riau. Dimana peserta akan mengumpulkan essay dan
mempresentasikan hasil essay nya di depan 3 orang juri. Ketika saya mengikuti
lomba ini, ternyata lomba ini juga diikuti oleh senior saya yang telah banyak
mendapatkan penghargaan di berbagai perlombaan. Disaat itu juga saya minder
untuk mengikuti perlombaan karya ilmiah. Pada awal tahun 2013. Saya diajak dua
orang senior untuk mengikuti Kontes Inovasi Nasional di ITB oleh Himpunan
mahasiswa Mesin ITB. Awalnya saya menolak karena saya merasa bukan mahasiswa
yang memiliki inovasi di bidang teknik kimia. Akan tetapi karena lomba ini
bersifat nasional, saya akhirnya mau menerima ajakan senior dan alhamdulillah
kami menjadi 5 besar yang lulus setelah diseleksi dari panitia acara. Dua
minggu setelah pengumuman, kami bertiga diikutkan dalam pameran inovasi di
penutupan acara M-Fest di ITB.
Semangat saya untuk mengikuti
perlombaan kembali datang setelah berjumpa dengan teman-teman se-Indonesia yang
juga lulus di Kontes Inovasi Nasional. Berbagai situs perlombaan saya ikuti
untuk mendapatkan info-info terbaru tentang perlombaan tingkat nasional.
Dipertengahan 2013, saya mendapatkan info tentang Lomba Essay Teknologi Nasional
yang ditaja oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITS. Lomba ini yang bersifat
online dengan mengirimkan tulisan essay yang sesuai dengan tema yang diberikan.
Karena basic saya adalah teknik kimia, saya memberanikan diri mengirimkan essay
saya yang berjudul “Pengembangan Bio-Oil Dari Kulit Durian Dengan Metode
Pyrolisis Dalam Mengatasi Masalah Lingkungan Dan Krisis Energi“. Di essay ini,
saya menjelaskan tentang kulit durian yang hanya dimanfaatkan sebagai briket
padahal kulit durian memiliki potensi yang sangat besar untuk digunakan sebagai
bahan baku bio-oil. selain itu, kulit durian yang dimanfaatkan dengan baik akan
mengurangi masalah lingkungan dan dapat membantu pengembangan energi.
Beberapa hari saya hanya berkutat
dengan penulisan essay ini hingga saya lupa bahwa batas pengirimannya telah
lewat satu hari. Dengan meminta dispensasi dengan panitia, akhirnya essay saya
diterima dan langsung diseleksi oleh panitia. Beberapa minggu setelah itu,
diumumkan juara I, II dan III dan
alhamdulillah saya mendapatkan juara I untuk lomba ini. Tiga hari setelah itu,
saya mendapatkan hadiah dan sertifikat yang dikirimkan melalui email. Dari situ
saya terus berusaha mencari tahu info-info perlombaan terutama yang bersifat
sains dan teknologi. Akan tetapi karena kesibukan kuliah dan tugas yang
menumpuk, saya tidak berkonsentrasi lagi untuk mengikuti perlombaan baik yang
diadakan di fakultas maupun secara nasional.
waaah hadiahnyo apo se ntan?? hebaaattt yooooo
BalasHapusmantaaappp ntaaann