Pages

Jumat, 15 Januari 2016

Bidadari Tomboy dari FAPERTA



Lola Jenrifa, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau. Akhwat kece yang terkadang menjelma menjadi cewek tomboy dengan penampilan islaminya. Ya meskipun dia bisa masak, mencuci pakaian sendiri, pandai bersih-bersih rumah tapi tidak serta merta menghilangkan sifat tomboy nya :D. Actually, She has amazing personality since I was have known her.
Awal berkenalan dengannya adalah kisah yang membuatku merasa dibodohi olehnya. Perjumpaan dua tahun lalu itu adalah sepenggal kisah persahabatan kami. Ah, kadang aku merasa kenapa kita baru bertemu dua tahun lalu? Kenapa tidak sebelum itu? Pribadinya yang mempesona itu membuatku merasa sangat beruntung mengenalnya. Ok, right, I’ll tell you first our meeting. Suatu sore, aku yang saat itu menjabat sebagai ketua keputrian UKMI Daarul Hijrah FT mendapat undangan untuk Rakortri (Rapat Koordinasi Keputrian) dengan Ketua Keputrian UKMI Ar-Royyan UR yang saat itu diamanahkan kepada mba Iis Damayanti. Ada sekitar 10 ketua keputrian fakultas yang diundang oleh mba Iis termasuk aku sebagai perwakilan fakultas teknik. Karena masing-masing fakultas baru pergantian pengurus UKMI kami berkenalan satu sama lain. Setelah ta’aruf, mba Iis langsung menawarkan siapa yang ingin menjadi MC untuk Rapat. Kami terdiam karena malu. Tiba-tiba saja, ketua keputrian fakultas pertanian (Lola Jenrifa) menunjukku tanpa henti. Dia membujuk mba Iis agar menyuruhku menjadi MC. Aku terkejut dan langsung menolak. Tidak menyangka seperti ini Rakortri pertamaku disini. Setelah itu, aku lupa rentetan kejadiannya. Hahaha. Tapi yang sangat jelas tengiang, bahwa aku dikerjain oleh anak sains yang memang bandel banget. Aku shock berat, ternyata seorang ketua keputrian itu tidak harus keep calm dan duduk manis. Ada juga bahkan yang kerjaannya nunjuk-nunjuk orang lain dan memaksa orang lain bahkan lebih parah lagi, ngebully orang.
            Itulah Lola Jenrifa, ketua keputrian UKMI Nurul Fallah Faperta. Aku bahkan bisa tertawa terbahak-bahak dengannya dan beberapa ketua keputrian lainnya jika kami bertemu. Nge bully satu sama lain hingga akhwat lain mengkhawatirkan kewarasan kami. Hahaha. Hingga hari ini pun, aku tidak pernah bisa berhenti “menjatuhkan” dirinya sampai dia membalas kejahatanku. Itu mungkin caraku untuk menjaga ukhuwah kami. Iish, ish ini memang cara yang tidak lazim, but this is reality, guys. Dan yang lebih menyakitkan lagi, dia selalu menang dalam kompetisi bully yang kami ciptakan.
            Waktu terus berjalan sangat cepat. sengaja tidak sengaja aku mulai mengetahui kepribadiannya yang mengagumkan itu. Dimulai ketika dia menjadi Ketua keputrian disana, dia juga diangkat sebagai asisten praktikum. Aku heran dengan kesibukannya. Bukankah itu sangat merepotkan praktikum faperta itu yang hampir setiap hari dilakukan sementara agenda UKMI harus terus berjalan? Aku saja yang hanya menjadi anggota panitia SNTK Oleo and petro chemical saja sudah menyerah saat itu. Tapi dengan semangat yang menggebu, dia katakan,
“Inilah cara kita mengajak orang lain kepada kebaikan. Dengan keteladanan  yang baik itu orang-orang bisa percaya dengan kita. Malah karena menjadi asisten inilah, kami bisa mengajak mahasiswa. Ini sebagai kesempatan besar, hanya pandai-pandai mengatur waktu aja Ntan”. Aku hanya terdiam, aku mungkin belum bisa seperti dia, pikirku saat itu.
Semenjak itulah, kami semakin dekat. Dipertemukan Allah disuatu majlis ilmu yang sama. Aku tidak pernah menyangka sama sekali. “Yaah, kok kita ketemu lagi sih la. Bosan lihat wajah lola tuu”. Itulah ungkapan kerinduanku ketika kami bertemu. Setelah itu, dia akan selalu menertawakanku dengan segala property yang ada disekitar kami. Aku tidak pernah bisa marah padanya karena selalu ada pesan yang dia disampaikan melalui celaannya. Hingga akhirnya bulliying itu berganti saling menasihati. Semenjak kepengurusan UKMI Ar-Royyan UR diamanahkan kepada kami, kami lebih sering merasa rendah diri terhadap UKMI Ar-Royyan. Ketika dia sedang down, aku berupaya dengan berbagai kalimat untuk memberi pengertian padanya. Begitupun sebaliknya, dia juga memperlakukanku dengan cara yang sama. Bedanya, nasihat yang dia berikan lebih baik daripadaku. aku selalu tersudut ketika aku tidak bisa menghentikan keras kepala nya sedangkan dia selalu berhasil meluluhkan keegoisanku. Ah, ternyata kami sangat berbeda.
Hari ini adalah ulang tahunnya. Aku mengetahui nya dari info facebook yang update di hp ku. Parah kali kan sebagai teman. Dan terlebih lagi, aku belum memberikan hadiah padanya. Memikirkannya hadiah saja belum ada, hahaha. Ah, lola pasti kecewa padaku. Maafkanku teman, entahlah aku tidak bisa menjadi sosok romantis seperti kebanyakan orang. Batinku sangat menolak ketika aku harus membelikan kue ulang tahun dan memberikan surprise dengan balon-balon dan hiasan-hiasan kamar sebagai kado ulangtahun. Hahaha. Hanya ini yang bisa ku lakukan, mengenang perjalanan persahabatan kita, itupun kalau si dia menganggap ini sebuah ukhuwah :( Peace, la. Terima kasih atas apa yang telah kau berikan padaku. Terima kasih atas segala nasihat terbaikmu. Entah bagaimana aku bisa membalas ini semua. Semoga Allah selalu menjagamu. Semoga impian-impian yang kau susun rapi, satu persatu menjadi kenyataan. Semoga niat-niat kecil yang kau ucapkan bisa menjadi butiran pahala yang mengalir deras memberatkan buku kebaikanmu. Semoga kau tak pernah bosan memberikan uswah yang baik kepada siapapun yang mengenalmu. Ah, banyak lagi semoga-semoga lain yang hanya dia yang tau. But, the most important, semoga skripsimu cepat selesai dan segera memakai baju harry potter itu ya. Aku tak sabar ingin melihat akhwat tomboy berpakaian gamis ini muncul di acara wisuda Universitas Riau. Pastilah, dia akan menjadi bidadari tembem yang cantik sekali.

Jum'at, 15 Januari 2016
Barakallah fi ziyadah umrik, Lola Jenrifa.
Segala doa yang baik akan selalu menyertaimu
Dari seorang sahabat kecil yang tidak lebih sholelah daripadamu
 

4 komentar: