Lola Jenrifa, Mahasiswa Fakultas Pertanian
Universitas Riau. Akhwat kece yang terkadang menjelma menjadi cewek tomboy
dengan penampilan islaminya. Ya meskipun dia bisa masak, mencuci pakaian
sendiri, pandai bersih-bersih rumah tapi tidak serta merta menghilangkan sifat
tomboy nya :D. Actually, She has amazing
personality since I was have known her.
Awal berkenalan dengannya adalah kisah yang
membuatku merasa dibodohi olehnya. Perjumpaan dua tahun lalu itu adalah
sepenggal kisah persahabatan kami. Ah, kadang aku merasa kenapa kita baru
bertemu dua tahun lalu? Kenapa tidak sebelum itu? Pribadinya yang mempesona itu
membuatku merasa sangat beruntung mengenalnya. Ok, right, I’ll tell you first our meeting. Suatu sore, aku yang
saat itu menjabat sebagai ketua keputrian UKMI Daarul Hijrah FT mendapat
undangan untuk Rakortri (Rapat Koordinasi Keputrian) dengan Ketua Keputrian
UKMI Ar-Royyan UR yang saat itu diamanahkan kepada mba Iis Damayanti. Ada
sekitar 10 ketua keputrian fakultas yang diundang oleh mba Iis termasuk aku
sebagai perwakilan fakultas teknik. Karena masing-masing fakultas baru pergantian
pengurus UKMI kami berkenalan satu sama lain. Setelah ta’aruf, mba Iis langsung
menawarkan siapa yang ingin menjadi MC untuk Rapat. Kami terdiam karena malu.
Tiba-tiba saja, ketua keputrian fakultas pertanian (Lola Jenrifa) menunjukku
tanpa henti. Dia membujuk mba Iis agar menyuruhku menjadi MC. Aku terkejut dan
langsung menolak. Tidak menyangka seperti ini Rakortri pertamaku disini. Setelah
itu, aku lupa rentetan kejadiannya. Hahaha. Tapi yang sangat jelas tengiang,
bahwa aku dikerjain oleh anak sains yang memang bandel banget. Aku shock berat,
ternyata seorang ketua keputrian itu tidak harus keep calm dan duduk manis. Ada juga bahkan yang kerjaannya
nunjuk-nunjuk orang lain dan memaksa orang lain bahkan lebih parah lagi, ngebully orang.
Itulah Lola Jenrifa, ketua keputrian
UKMI Nurul Fallah Faperta. Aku bahkan bisa tertawa terbahak-bahak dengannya dan
beberapa ketua keputrian lainnya jika kami bertemu. Nge bully satu sama lain hingga akhwat lain mengkhawatirkan kewarasan
kami. Hahaha. Hingga hari ini pun, aku tidak pernah bisa berhenti “menjatuhkan”
dirinya sampai dia membalas kejahatanku. Itu mungkin caraku untuk menjaga
ukhuwah kami. Iish, ish ini memang cara yang tidak lazim, but this is reality, guys. Dan yang lebih
menyakitkan lagi, dia selalu menang dalam kompetisi bully yang kami ciptakan.
Waktu terus berjalan sangat cepat.
sengaja tidak sengaja aku mulai mengetahui kepribadiannya yang mengagumkan itu.
Dimulai ketika dia menjadi Ketua keputrian disana, dia juga diangkat sebagai
asisten praktikum. Aku heran dengan kesibukannya. Bukankah itu sangat
merepotkan praktikum faperta itu yang hampir setiap hari dilakukan sementara
agenda UKMI harus terus berjalan? Aku saja yang hanya menjadi anggota panitia
SNTK Oleo and petro chemical saja sudah menyerah saat itu. Tapi dengan semangat
yang menggebu, dia katakan,
“Inilah
cara kita mengajak orang lain kepada kebaikan. Dengan keteladanan yang baik itu orang-orang bisa percaya dengan
kita. Malah karena menjadi asisten inilah, kami bisa mengajak mahasiswa. Ini sebagai
kesempatan besar, hanya pandai-pandai mengatur waktu aja Ntan”. Aku hanya
terdiam, aku mungkin belum bisa seperti dia, pikirku saat itu.
Semenjak itulah, kami semakin dekat. Dipertemukan
Allah disuatu majlis ilmu yang sama. Aku tidak pernah menyangka sama sekali.
“Yaah, kok kita ketemu lagi sih la. Bosan lihat wajah lola tuu”. Itulah
ungkapan kerinduanku ketika kami bertemu. Setelah itu, dia akan selalu
menertawakanku dengan segala property
yang ada disekitar kami. Aku tidak pernah bisa marah padanya karena selalu ada pesan
yang dia disampaikan melalui celaannya. Hingga akhirnya bulliying itu berganti saling menasihati. Semenjak kepengurusan UKMI
Ar-Royyan UR diamanahkan kepada kami, kami lebih sering merasa rendah diri
terhadap UKMI Ar-Royyan. Ketika dia sedang down,
aku berupaya dengan berbagai kalimat untuk memberi pengertian padanya.
Begitupun sebaliknya, dia juga memperlakukanku dengan cara yang sama. Bedanya,
nasihat yang dia berikan lebih baik daripadaku. aku selalu tersudut ketika aku
tidak bisa menghentikan keras kepala nya sedangkan dia selalu berhasil
meluluhkan keegoisanku. Ah, ternyata kami sangat berbeda.
Hari ini adalah ulang tahunnya. Aku mengetahui nya
dari info facebook yang update di hp ku. Parah kali kan sebagai
teman. Dan terlebih lagi, aku belum memberikan hadiah padanya. Memikirkannya
hadiah saja belum ada, hahaha. Ah, lola pasti kecewa padaku. Maafkanku teman,
entahlah aku tidak bisa menjadi sosok romantis seperti kebanyakan orang.
Batinku sangat menolak ketika aku harus membelikan kue ulang tahun dan
memberikan surprise dengan
balon-balon dan hiasan-hiasan kamar sebagai kado ulangtahun. Hahaha. Hanya ini
yang bisa ku lakukan, mengenang perjalanan persahabatan kita, itupun kalau si
dia menganggap ini sebuah ukhuwah :( Peace,
la. Terima kasih atas apa yang telah kau berikan padaku. Terima kasih atas
segala nasihat terbaikmu. Entah bagaimana aku bisa membalas ini semua. Semoga
Allah selalu menjagamu. Semoga impian-impian yang kau susun rapi, satu persatu
menjadi kenyataan. Semoga niat-niat kecil yang kau ucapkan bisa menjadi butiran
pahala yang mengalir deras memberatkan buku kebaikanmu. Semoga kau tak pernah
bosan memberikan uswah yang baik kepada siapapun yang mengenalmu. Ah, banyak
lagi semoga-semoga lain yang hanya dia yang tau. But, the most important,
semoga skripsimu cepat selesai dan segera memakai baju harry potter itu ya. Aku
tak sabar ingin melihat akhwat tomboy berpakaian gamis ini muncul di acara
wisuda Universitas Riau. Pastilah, dia akan menjadi bidadari tembem yang cantik
sekali.
Jum'at, 15 Januari 2016
Barakallah fi ziyadah umrik, Lola Jenrifa.
Barakallah fi ziyadah umrik, Lola Jenrifa.
Segala doa yang baik akan selalu menyertaimu
Dari seorang sahabat kecil yang tidak lebih sholelah
daripadamu
intaaan.love u
BalasHapuskenapa atuuh nji? :D
BalasHapusih el riffa itu lola la ntan,, hahah
BalasHapuseh iyaaa.intan gk tau, pakai nama pena soalnya
BalasHapus