Duhai kasih,
Aku hanya
ingin bertemu dengan Mu
Kau tahu meski
telah banyak yang ku korbankan untukmu
Tetap saja
diri ini masih kotor berlumpur
Sisa-sisa
tinta hitam itu masih ada kasih
Di
dinding-diniding hati ini
Kasih, bantu
aku membersihkan semua ini
Kuatkan aku
saat semua mendorong diriku
Ke dalam
jurang-jurang kegelapan
Pegang
tanganku saat segalanya mencoba
Untuk
menenggelamkanku di samudera hitam itu
Diriku yang
lemah ini tetaplah insan yang tak kuasa berbuat apapun
Tanpa diriMu
Kasih, ini semua hanyalah lukisan dusta
Rumah-rumah
yang membisu, gedung-gedung yang tinggi tanpa ada arti
Duhai Kasih,
ternyata disini penuh duri dan paku
Yang menusuk
kakiku di sepanjang perjalanan ini
Yang
menghalangi pertemuan kita
Tapi tak masalah,
inilah sebuah kenikmatan
Duhai kasihKu,
ketika semua orang berhenti dan diam
Ku terus
berlari meninggalkan jejak-jejak berdarah
Saat mereka
semua diam membisu
Aku berteriak
kencang di lorong-lorong sepi
Ya meneriaki
namaMu hanya namaMu saja
Kau tahu Kasih,
meski suaraku serak tertahankan
Aku terus
mengukir namaMu dihati ini
Hingga semua
menghina perbuatanku
Menyumpahi
atas segala tindakanku
Tapi aku tak
peduli semua itu Kasih
Kasihku, ku
hanya bisa sebut namaMu
Ya hanya
namaMu disetiap langkah-langkah perjuanganku
Duhai Kasihku,
Allah yang Maha Kuasa
Biarkan ibir
ini menyebut namaMu
Mulai saat ini
dan untuk selamanya
Pekanbaru, 16
juni 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar