Pages

Senin, 14 April 2014

Aktivis Kampus,Why Not..??

Pagi yang cerah guys, saat sang surya mulai menyinari dunia ini. Dan yang kulakukan kini mengisi waktu luang sebelum nanti siang berangkat kuliah di Semester Pendek ini. 

Yahuu, waktu yang sebenarnya untuk liburan semester tapi ku bantai untuk nuntut ilmu. But ini bukan sembarang ilmu bro, coz bukan ilmu System Utilitas Dan Ilmu Petrokimia Dan Oleokimia saja yang ku dapat tapi juga ilmu bertahan dan mengembang diri sebagai aktivis kampus. Ya tidak terlalu aktif juga sich organisasi tapi setidaknya aku tidak menyia-nyiakan waktu ku hanya untuk liburan saja.. dan inilah ajang untuk mengasah diri n berlatih untuk menjadi lebih baik lagi.

Upz lupa, System Utilitas Dan Ilmu Petrokimia Dan Oleokimia adalah mata kuliah yang kuambil di Semester Pendek ini. Padahal seharusnya matkul ini ada di semseter V nanti tapi tak masalah sih karena aku juga harus mengambil matkul yang lain yang belum kuambil smster lalu.
Sambil mendengarkan nasyid dikamarku, pagi ini ku kembali bernostalgia dari awal menjadi seorang mahasiswa…

Dua tahun lalu ….
Yaph, dua tahun lalu saat perpisahan Santriwan/Santriwati Kelas Akhir Ponpes Sumatera Thawalib Parabek. Saat tak lagi memakai baju bershiba + rok coklat pemda dengan balutan lilik putih. Baju kebangganku di Ponpes itu. meski disana sini sudah banyak sekali jahitannya tapi tetap saja it’s the best for me. Menjajaki bangku perkuliahan..?? ini terasa mimpi guys, aku bukan lagi anak sekolahan yang sering dmarahi guru. Bukan lagi anak pondok yang hidupnya diatur ini itunya. Dan bukan lagi kakak kelas yang beribu gaya dan sensasi. Tapi inilah aku, salah satu calon mahasiswa yang akan bebas di kampus perkuliahan nanti. Ya, setidaknya tidak ada lagi mendengar bunyi bel disetiap jam 7 pagi dan tak peduli lagi dengan keterlambatan yang biasanya dihukum tak boleh masuk ke kelas.

Inilah bayangan ku tentang mahasiswa. Sangat dangkal dan tak berilmu…hehehe




Aku masih ingat ketika belajar Kimia di kelas 2 Aliyah. Ketika itu, dua temanku tidak masuk pelajaran itu. sontak sang guru langsung marah-marah dan mengira mereka tidak menghargai guru baru itu. dan kami, tentu saja sangat syok. Apa guru itu tidak sadar dengan apa yang dia katakan…?? Hey, dua temanku itu menjalankan tugas organisasi di sekolah, lagian mereka adalah dua bintang kelas yang tentu saja bisa belajar tanpa harus dengan guru. Mereka adalah Albert Einstein di kelas ini yang hampir setiap hari mengacungkan tangan sebelum kami sempat berpikir tentang jawaban soal di papan tulis. Dan hari ini mereka sengaja membolos untuk mengantarkan proposal lomba HUT IPST yang sebentar lagi akan dilaksanakan di sekolah. mereka toh sudah meminta izin ke wali kelas. Kami seakan tak peduli dengan ucapan guru itu dan berusaha memahami pelajaran hari itu.


Kemudian sang guru mengatakan,” sudah seperti Aktivis Kampus saja mereka berdua, harus mengantarkan proposal sana sini, tapi ini belumlah seperti Aktivis Kampus di kuliah nanti. Ini belumlah seberapa. Ya kalau alasan mereka memang benar mengantarkan proposal tak masalah tapi kalau mereka bohong saya takkan memaafkan mereka “ dan kami tetap tak peduli lagi dengan ucapan guru itu. AKTIVIS KAMPUS apa…?? Hanya mengantarkan proposal saja sudah disebut-sebut aktivis. Dan hari itu aku belumlah paham dengan ucapan guru itu tapi yang kusadari adalah aku menemukan kosakata baru yaitu AKTIVIS. Memang sekolah ku lebih sering disebut dengan kata kampus daripada sekolah maupun pesantren. Entah kenapa, apa karena bangunannya yang tinggi atau karena bangunannya yang membentuk letter U atau apalah aku sendiri tak mengerti.


Kami terus saja mengolok-olok kata AKTIVIS itu. aku sendiri malah selalu memakai kata itu pada teman-teman yang sibuk mempersiapkan acara HUT IPST. Pada mereka yang setiap hari kembali ke kampus setelah pulang sekolah. sedang ku sendiri, ya aku tidak masuk ke dalam kepanitiaan inti. Hanya di bagian konsumsi dan pengawas lomba nanti. Dan itu bukanlah tugas berat, menyediakan makanan kepada juri dan peserta ketika hari H terlebih aku tak sendiri tapi juga dibantu dengan teman-teman yang juga bernasib sama dengan ku.

Sampai akhirnya disaat Perpisahan Santriwan/Santriwati Kelas Akhir Ponpes Sumatera Thawalib Parabek, sang guru itu mendekati kami terutama dua temanku yang membolos di jam guru itu. guru itu berkata,” selepas ini kalian bukan lagi menjadi siswa tapi sudah menjadi mahasiswa. Jadilah kalian menjadi Aktivis Kampus yang sering ibuk bilang. Jadilah kalian Aktivis Kampus yang tetap berprestasi di perkuliahan nanti. Jadilah Aktivis Kampus yang sebenarnya …” saat itu kami langsung tersenyum, terima kasih guruku. Kami pastikan buk, kami kan buktikan  bahwa kami akan menjadi Aktivis Kampus yang ibuk harapkan. Dan aku, mulai mengerti arti kata itu beberapa bulan setelah secara sah menjadi mahasiswa.


Aktivis Kampus, dua kata yang membuat ku kini bukan hanya menjadi seorang Mahasiswa Biasa tapi menjadi Mahasiswa Yang Luar Biasa. dan tentu saja Aktivis Kampus yang kujalani adalah Aktivis yang juga Berdakwah dijalanNya dan berusaha selalu memuhasabah diri...

So, Selamat berjuang wahai Aktivis Kampus …!!!
Kau kan selalu ada dari generasi ke generasi .... ^^

by : Ii-Ef-eM 
tgl 26 juli 2013 11.40 WIB di depan si compy yang selalu menemani...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar