Pagi yang cerah guys, saat sang surya mulai
menyinari dunia ini. Dan yang kulakukan kini mengisi waktu luang sebelum nanti
siang berangkat kuliah di Semester Pendek ini.
Yahuu, waktu yang sebenarnya
untuk liburan semester tapi ku bantai untuk nuntut ilmu. But ini bukan sembarang ilmu bro,
coz bukan ilmu System Utilitas Dan Ilmu Petrokimia Dan Oleokimia saja yang
ku dapat tapi juga ilmu bertahan dan mengembang diri sebagai aktivis kampus. Ya
tidak terlalu aktif juga sich organisasi tapi setidaknya aku tidak
menyia-nyiakan waktu ku hanya untuk liburan saja.. dan inilah ajang untuk
mengasah diri n berlatih untuk menjadi lebih baik lagi.
Upz lupa, System Utilitas Dan Ilmu Petrokimia Dan
Oleokimia adalah mata kuliah yang kuambil di Semester Pendek ini. Padahal seharusnya
matkul ini ada di semseter V nanti tapi tak masalah sih karena aku juga harus
mengambil matkul yang lain yang belum kuambil smster lalu.
Sambil mendengarkan nasyid dikamarku, pagi ini ku
kembali bernostalgia dari awal menjadi seorang mahasiswa…
Dua tahun lalu ….
Yaph, dua tahun lalu saat perpisahan Santriwan/Santriwati Kelas Akhir Ponpes
Sumatera Thawalib Parabek. Saat tak lagi memakai baju bershiba + rok coklat pemda dengan balutan lilik putih. Baju kebangganku di Ponpes
itu. meski disana sini sudah banyak sekali jahitannya tapi tetap saja it’s the best for me. Menjajaki bangku
perkuliahan..?? ini terasa mimpi guys, aku bukan lagi anak sekolahan yang
sering dmarahi guru. Bukan lagi anak pondok yang hidupnya diatur ini itunya. Dan
bukan lagi kakak kelas yang beribu gaya dan sensasi. Tapi inilah aku, salah
satu calon mahasiswa yang akan bebas di kampus perkuliahan nanti. Ya,
setidaknya tidak ada lagi mendengar bunyi bel disetiap jam 7 pagi dan tak
peduli lagi dengan keterlambatan yang biasanya dihukum tak boleh masuk ke
kelas.
Inilah bayangan ku tentang mahasiswa. Sangat dangkal
dan tak berilmu…hehehe
Aku masih ingat ketika belajar Kimia di kelas 2
Aliyah. Ketika itu, dua temanku tidak masuk pelajaran itu. sontak sang guru
langsung marah-marah dan mengira mereka tidak menghargai guru baru itu. dan
kami, tentu saja sangat syok. Apa guru
itu tidak sadar dengan apa yang dia katakan…?? Hey, dua temanku itu menjalankan
tugas organisasi di sekolah, lagian mereka adalah dua bintang kelas yang tentu
saja bisa belajar tanpa harus dengan guru. Mereka adalah Albert Einstein di kelas ini yang hampir setiap hari mengacungkan
tangan sebelum kami sempat berpikir tentang jawaban soal di papan tulis. Dan hari
ini mereka sengaja membolos untuk mengantarkan proposal lomba HUT IPST yang sebentar lagi akan
dilaksanakan di sekolah. mereka toh sudah meminta izin ke wali kelas. Kami seakan
tak peduli dengan ucapan guru itu dan berusaha memahami pelajaran hari itu.
Kemudian sang guru mengatakan,” sudah seperti Aktivis
Kampus saja mereka berdua, harus mengantarkan proposal sana sini, tapi ini
belumlah seperti Aktivis Kampus di kuliah nanti. Ini belumlah seberapa. Ya kalau
alasan mereka memang benar mengantarkan proposal tak masalah tapi kalau mereka
bohong saya takkan memaafkan mereka “ dan kami tetap tak peduli lagi dengan
ucapan guru itu. AKTIVIS KAMPUS apa…??
Hanya mengantarkan proposal saja sudah disebut-sebut aktivis. Dan hari itu aku
belumlah paham dengan ucapan guru itu tapi yang kusadari adalah aku menemukan
kosakata baru yaitu AKTIVIS. Memang sekolah
ku lebih sering disebut dengan kata kampus daripada sekolah maupun pesantren. Entah
kenapa, apa karena bangunannya yang tinggi atau karena bangunannya yang
membentuk letter U atau apalah aku sendiri tak mengerti.
Kami terus saja mengolok-olok kata AKTIVIS itu. aku sendiri malah selalu
memakai kata itu pada teman-teman yang sibuk mempersiapkan acara HUT IPST. Pada mereka yang setiap hari
kembali ke kampus setelah pulang sekolah. sedang ku sendiri, ya aku tidak masuk
ke dalam kepanitiaan inti. Hanya di bagian konsumsi dan pengawas lomba nanti. Dan
itu bukanlah tugas berat, menyediakan makanan kepada juri dan peserta ketika
hari H terlebih aku tak sendiri tapi juga dibantu dengan teman-teman yang juga
bernasib sama dengan ku.
Sampai akhirnya disaat Perpisahan
Santriwan/Santriwati Kelas Akhir Ponpes Sumatera Thawalib Parabek, sang guru
itu mendekati kami terutama dua temanku yang membolos di jam guru itu. guru itu
berkata,” selepas ini kalian bukan lagi menjadi siswa tapi sudah menjadi
mahasiswa. Jadilah kalian menjadi Aktivis Kampus yang sering ibuk bilang. Jadilah
kalian Aktivis Kampus yang tetap berprestasi di perkuliahan nanti. Jadilah Aktivis
Kampus yang sebenarnya …” saat itu kami langsung tersenyum, terima kasih
guruku. Kami pastikan buk, kami kan buktikan bahwa kami akan menjadi Aktivis Kampus yang ibuk
harapkan. Dan aku, mulai mengerti arti kata itu beberapa bulan setelah secara
sah menjadi mahasiswa.
Aktivis Kampus,
dua kata yang membuat ku kini bukan hanya menjadi seorang
Mahasiswa Biasa tapi menjadi Mahasiswa Yang Luar Biasa. dan tentu saja
Aktivis Kampus yang kujalani adalah Aktivis yang juga Berdakwah
dijalanNya dan berusaha selalu memuhasabah diri...
So, Selamat
berjuang wahai Aktivis Kampus …!!!
Kau kan selalu ada dari generasi ke generasi .... ^^
by : Ii-Ef-eM
tgl 26 juli 2013 11.40 WIB di depan si compy yang selalu menemani...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar