Pertengahan 2012
Well, satu tahun sudah ku menjajaki dunia
perkuliahan ini. Suka duka sudah kukunyah lumat-lumat. Dari mata kuliah yang
membuatku pusing tak henti sampai dosennya yang PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Yaph, tentu saja disetiap universitas punya
beberapa dosen yang luar biasa tersebut. Ya kalo kata lainnya gini deh, kita
punya mata kuliah dengan sang dosen tapi ternyata sang dosen yang S3 (Super
sangat sibuk) tiba-tiba membatalkan jam kuliah 20 menit setelah masuk atau
tiba-tiba memberikan jadwal ganti tapi gak jadi masuk. Subhanallah sekali
perjuangan si mahasiswa nya itu.
sudahlah rumah jauh, antrian masuk kampus sungguh panjang di tambah
dosennya termasuk dosen killer eh
ternyata gak jadi masuk. Dan inilah salah satu kejadian yang sudah umum terjadi
di kampus ku terlebih dari kelas ku.
But lupakan itu, karena memang itulah kenyataannya.
Kau tahu kawan tak hanya di SMA saja yang kita punya guru killer plus menegangkan kalau belajar. Disini di kelas ku sendiri
kami punya beberapa dosen yang “gagah” seperti itu. dan inilah salah satu
kejadian nyata yang dialami temanku.
Ketika itu kami masuk kelas jam 2 siang di kelas
yang berada di lantai 3. Matakuliahnya sebenarnya tidak terlalu sulit karena
itu adalah mata kuliah pengantar untuk jurusanku. Sebagian kami bahkan sudah
menbooking kursi tepat sebelum adzan zhuhur. Yaph, kau pasti tahu alasannya
kan, yak arena dosen pengampu mata kuliahnya adalah salah satu paling killer di
jurusan ku. Bahkan dosen-dosen lain juga menyegani dosen satu ini. Saat itu,
aku yang masih seorang mahasiswa baru hanya tahu gossip turun menurun dari
senior. Ceritanya itu, sang dosen suka sekali menanyakan apapun terkait nama
dan sekolah SMA kita. Dengan itu akan mudah untuk mengolok-olok mahasiswa.
Beruntung aku tidak termasuk ke dalam kelompok mahasiswa yang menjadi sasaran
empuk sang dosen.
Nah, setelah shalat zhuhur kami langsung berlarian
ke kelas. Melakukan apapun sambil menunggu sang dosen. Ada yang buka laptop,
main hp dan ada juga yang sengaja mengganggu teman lain. Semua menyatu dalam
ruangan kelas yang panas dan pengap. Salah satu temanku yang duduk paling depan
sibuk sekali mendengarkan music. Mungkin kalau dia tak sadar dia bisa saja
berteriak sambil meniru lagu di hp nya. Tapi apa yang terjadi..?? 10 menit
sebelum sang dosen datang, dia keluar sambil tetap menyandang tas. Aku tak tahu
kenapa dia keluar kelas.
Mungkin kelas kami rebut sekali saat itu. tanpa
sadar, ternyata sang dosen datang tepat jam 2 siang ke kelas dengan asistennya
yang membawa laptop. Kami langsung diam dan mempersiapkan segalanya untuk
kuliah siang itu. sedang temanku yang keluar tadi kembali masuk tetapi dia
berada tepat di belakang sang dosen. Di saat sang dosen masuk, dosen itu
berkata,” hei kamu di belakang saya tadi kan..?? tolong tutup pintu tapi dari
luar saja…”
Apa..?? aku tak salah dengarkah..??? padahal dia
sudah dari tadi berada di kelas. Hanya karena keluar 5 menit saja dia tidak
boleh masuk. Dan saat itu kami semua terdiam. Diam seribu bahasa. Sang dosen
tersenyum simpul seakan mengetahui pikiran-pikiran kami semua.
“kan sudah saya katakan dari awal masuk dulu. Kalian
tidak boleh terlambat. Kalau telat ya silahkan tutup pintu dari luar meskipun
tepat di belakang saya. Seperti teman kamu tadi itu…” . Sekali lagi kami hanya
bisa diam. Sayang sekali temanku itu, sudah capek-capek lari masuk ke kelas eh
ujung- ujungnya gak masuk. Padahal dia kan di belakang dosen tak mungkin
jugalah dia menerobos dosen untuk masuk kelas. Tak sopan jugalah kan.. sungguh
memprihatinkan nasib temanku satu itu. dan mulai saat itu kami semua stand by
setengah jam sebelum kuliah dimulai. Dan siang itu kami belajar penuh dengan
ketegangan. Sungguh menakutkan dosen satu ini.
Kisah-kisah seru pun dimulai. dari perkuliahan
inilah ku mengenal berbagai istilah baru untuk mahasiswa. First, mahasiswa
Kupu-Kupu (Kuliah Pulang- Kuliah Pulang). Nah mahasiswa tipe ini adalah
mahasiswa yang tak ingin jauh-jauh berpisah dengan rumahnya. And then mahasiswa
Kura-Kura yaitu mahasiswa yang setelah Kuliah selalu mengadakan rapat ini itu.
inilah mahasiswa yang akan menjadi cikal bakal seorang aktivis kampus. Dan
banyak lagi yang lainnya.
Menjelang hari raya idul adha tahun ini, himpunan
jurusanku membuka pendaftaran untuk tim jurnalistik. Yaph, aku ikut
mendaftarkan diri bersama beberapa teman kelas ku. Ya sekedar mengisi waktu
luang di kampus. Setelah diberi pengarahan oleh kakak senior kami pun
ditugaskan untuk membuat mading yang bertemakan idul adha. Waw, amazing guys…
kami sangat bersemangat mengerjakan segala persiapannya. Dan job pun
dibagi-bagi oleh kakak senior dan aku di bagian wawancara tentang makna idul
adha itu kebeberapa mahasiswa dan dosen. Cihuuy, asyik ne job nya. Inilah
caraku untuk bisa lebih mengenal mahasiswa dan dosen.
Tugas pertama adalah aku harus mewawancari dosen di
jurusan teknik kimia dan yang kupilih adalah Dekan fakultas teknik yang
kebetulan juga dosen di jurusan teknik kimia. Dengan rasa gugup, aku dan teman
ku ke ruangan beliau. Setelah basa-basi sebentar kami pun menanyakan beberapa
hal terkait tema mading kami. Dan subhanallah sekali dosen satu ini. Beliau
bukan hanya menjelaskan tentang makna idul adha itu tapi juga menggambarkan
kenapa negeri Makkah yang menjadi lokasinya, kenapa nabi Ibrahim begitu rela
menyembelih anaknya padahal nabi Ibrahim sangat merindukan seorang anak. Dan
bagaimana keikhlasan siti hajar ketika ditinggalkan nabi Ibrahim.
Setelah mewanwancarai beberapa dosen ku juga
mewawancarai mahasiswa dan yang ku pilih adalah gubernur mahasiswa fakultas
teknik. Lain halnya dengan Bapak Dekanku, Abang ini punya arti sendiri dengan
Moment Idul Adha. “Idul adha adalah sebuah totalitas yang
artinya kepatuhan kita selaku umat islam melaksanakan perintah Allah SWT dan
tidak membantahnya. Jika diaplikasikan ke dalam sikap sehari-hari seperti
patuhnya kita kepada ketua organisasi. Idul adha juga salah satu waktu yang
dicintai oleh Allah SWT”
Totalitas..??
ya kata itu yang terngiang dibenakku sampai hari ini. Ya, menfokuskan diri
dalam suatu kegiatan atau organisasi. Awalnya aku sangat bingung mengartikannya
tapi ketika ku mulai memasuki dunia organisasi aku mulai paham. Dengan modal
kata totalitas, seseorang akan focus melakukan suatu hal yang dia inginkan
meskipun sangat banyak rintangannya. Dan saat ini ku berusaha mengaplikasikan
kata itu meski terkadang ada saja halangannya. Totalitas adalah modal utamanya.
Ingat surat al-baqarah ayat 208 …??
“Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh
yang nyata bagimu” (QS. Albaqarah: 208)
Maka Bertotalitaslah kamu dalam amalannu karena Allah
juga sudah memperintahkan untuk masuk Islam secara Kaffah…!!
Kali ini aku mendapat kata baru lagi yaitu TOTALITAS dalam
berusaha menggapai sesuatu. Dan mulai hari ini ku mencoba untuk focus dan
totalitas apapun yang ku kerjakan… ^_^
by : Ii-Ef-eM
tgl 29 juli 2013 5.33 pm
"Waktu luang menjelang Buka Puasa"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar