Pages

Senin, 14 April 2014

Empat tahun atau Empat puluh tahun (Part 2)

Pertengahan 2012
Well, satu tahun sudah ku menjajaki dunia perkuliahan ini. Suka duka sudah kukunyah lumat-lumat. Dari mata kuliah yang membuatku pusing tak henti sampai dosennya yang PHP alias Pemberi Harapan Palsu. Yaph, tentu saja disetiap universitas punya beberapa dosen yang luar biasa tersebut. Ya kalo kata lainnya gini deh, kita punya mata kuliah dengan sang dosen tapi ternyata sang dosen yang S3 (Super sangat sibuk) tiba-tiba membatalkan jam kuliah 20 menit setelah masuk atau tiba-tiba memberikan jadwal ganti tapi gak jadi masuk. Subhanallah sekali perjuangan si mahasiswa nya itu.  sudahlah rumah jauh, antrian masuk kampus sungguh panjang di tambah dosennya termasuk dosen killer eh ternyata gak jadi masuk. Dan inilah salah satu kejadian yang sudah umum terjadi di kampus ku terlebih dari kelas ku.

But lupakan itu, karena memang itulah kenyataannya. Kau tahu kawan tak hanya di SMA saja yang kita punya guru killer plus menegangkan kalau belajar. Disini di kelas ku sendiri kami punya beberapa dosen yang “gagah” seperti itu. dan inilah salah satu kejadian nyata yang dialami temanku.

Ketika itu kami masuk kelas jam 2 siang di kelas yang berada di lantai 3. Matakuliahnya sebenarnya tidak terlalu sulit karena itu adalah mata kuliah pengantar untuk jurusanku. Sebagian kami bahkan sudah menbooking kursi tepat sebelum adzan zhuhur. Yaph, kau pasti tahu alasannya kan, yak arena dosen pengampu mata kuliahnya adalah salah satu paling killer di jurusan ku. Bahkan dosen-dosen lain juga menyegani dosen satu ini. Saat itu, aku yang masih seorang mahasiswa baru hanya tahu gossip turun menurun dari senior. Ceritanya itu, sang dosen suka sekali menanyakan apapun terkait nama dan sekolah SMA kita. Dengan itu akan mudah untuk mengolok-olok mahasiswa. Beruntung aku tidak termasuk ke dalam kelompok mahasiswa yang menjadi sasaran empuk sang dosen.
Nah, setelah shalat zhuhur kami langsung berlarian ke kelas. Melakukan apapun sambil menunggu sang dosen. Ada yang buka laptop, main hp dan ada juga yang sengaja mengganggu teman lain. Semua menyatu dalam ruangan kelas yang panas dan pengap. Salah satu temanku yang duduk paling depan sibuk sekali mendengarkan music. Mungkin kalau dia tak sadar dia bisa saja berteriak sambil meniru lagu di hp nya. Tapi apa yang terjadi..?? 10 menit sebelum sang dosen datang, dia keluar sambil tetap menyandang tas. Aku tak tahu kenapa dia keluar kelas.

Mungkin kelas kami rebut sekali saat itu. tanpa sadar, ternyata sang dosen datang tepat jam 2 siang ke kelas dengan asistennya yang membawa laptop. Kami langsung diam dan mempersiapkan segalanya untuk kuliah siang itu. sedang temanku yang keluar tadi kembali masuk tetapi dia berada tepat di belakang sang dosen. Di saat sang dosen masuk, dosen itu berkata,” hei kamu di belakang saya tadi kan..?? tolong tutup pintu tapi dari luar saja…”
Apa..?? aku tak salah dengarkah..??? padahal dia sudah dari tadi berada di kelas. Hanya karena keluar 5 menit saja dia tidak boleh masuk. Dan saat itu kami semua terdiam. Diam seribu bahasa. Sang dosen tersenyum simpul seakan mengetahui pikiran-pikiran kami semua.
“kan sudah saya katakan dari awal masuk dulu. Kalian tidak boleh terlambat. Kalau telat ya silahkan tutup pintu dari luar meskipun tepat di belakang saya. Seperti teman kamu tadi itu…” . Sekali lagi kami hanya bisa diam. Sayang sekali temanku itu, sudah capek-capek lari masuk ke kelas eh ujung- ujungnya gak masuk. Padahal dia kan di belakang dosen tak mungkin jugalah dia menerobos dosen untuk masuk kelas. Tak sopan jugalah kan.. sungguh memprihatinkan nasib temanku satu itu. dan mulai saat itu kami semua stand by setengah jam sebelum kuliah dimulai. Dan siang itu kami belajar penuh dengan ketegangan. Sungguh menakutkan dosen satu ini.
Kisah-kisah seru pun dimulai. dari perkuliahan inilah ku mengenal berbagai istilah baru untuk mahasiswa. First, mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang- Kuliah Pulang). Nah mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang tak ingin jauh-jauh berpisah dengan rumahnya. And then mahasiswa Kura-Kura yaitu mahasiswa yang setelah Kuliah selalu mengadakan rapat ini itu. inilah mahasiswa yang akan menjadi cikal bakal seorang aktivis kampus. Dan banyak lagi yang lainnya.
Menjelang hari raya idul adha tahun ini, himpunan jurusanku membuka pendaftaran untuk tim jurnalistik. Yaph, aku ikut mendaftarkan diri bersama beberapa teman kelas ku. Ya sekedar mengisi waktu luang di kampus. Setelah diberi pengarahan oleh kakak senior kami pun ditugaskan untuk membuat mading yang bertemakan idul adha. Waw, amazing guys… kami sangat bersemangat mengerjakan segala persiapannya. Dan job pun dibagi-bagi oleh kakak senior dan aku di bagian wawancara tentang makna idul adha itu kebeberapa mahasiswa dan dosen. Cihuuy, asyik ne job nya. Inilah caraku untuk bisa lebih mengenal mahasiswa dan dosen.
Tugas pertama adalah aku harus mewawancari dosen di jurusan teknik kimia dan yang kupilih adalah Dekan fakultas teknik yang kebetulan juga dosen di jurusan teknik kimia. Dengan rasa gugup, aku dan teman ku ke ruangan beliau. Setelah basa-basi sebentar kami pun menanyakan beberapa hal terkait tema mading kami. Dan subhanallah sekali dosen satu ini. Beliau bukan hanya menjelaskan tentang makna idul adha itu tapi juga menggambarkan kenapa negeri Makkah yang menjadi lokasinya, kenapa nabi Ibrahim begitu rela menyembelih anaknya padahal nabi Ibrahim sangat merindukan seorang anak. Dan bagaimana keikhlasan siti hajar ketika ditinggalkan nabi Ibrahim.

Setelah mewanwancarai beberapa dosen ku juga mewawancarai mahasiswa dan yang ku pilih adalah gubernur mahasiswa fakultas teknik. Lain halnya dengan Bapak Dekanku, Abang ini punya arti sendiri dengan Moment Idul Adha. “Idul adha adalah sebuah totalitas yang artinya kepatuhan kita selaku umat islam melaksanakan perintah Allah SWT dan tidak membantahnya. Jika diaplikasikan ke dalam sikap sehari-hari seperti patuhnya kita kepada ketua organisasi. Idul adha juga salah satu waktu yang dicintai oleh Allah SWT”

Totalitas..?? ya kata itu yang terngiang dibenakku sampai hari ini. Ya, menfokuskan diri dalam suatu kegiatan atau organisasi. Awalnya aku sangat bingung mengartikannya tapi ketika ku mulai memasuki dunia organisasi aku mulai paham. Dengan modal kata totalitas, seseorang akan focus melakukan suatu hal yang dia inginkan meskipun sangat banyak rintangannya. Dan saat ini ku berusaha mengaplikasikan kata itu meski terkadang ada saja halangannya. Totalitas adalah modal utamanya. Ingat surat al-baqarah ayat  208 …??
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Albaqarah: 208)
Maka Bertotalitaslah kamu dalam amalannu karena Allah juga sudah memperintahkan untuk masuk Islam secara Kaffah…!!

Kali ini aku mendapat kata baru lagi yaitu TOTALITAS dalam berusaha menggapai sesuatu. Dan mulai hari ini ku mencoba untuk focus dan totalitas apapun yang ku kerjakan… ^_^


by : Ii-Ef-eM
tgl 29 juli 2013 5.33 pm
"Waktu luang menjelang Buka Puasa"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar